MENUJU JIWA YANG TENANG DAN DIRIDHOI

Makna sederhana dari kata ketenangan jiwa adalah kondisi dimana jiwa itu sudah berada pada tahap ketenangan sejati, rasa lapang, tidak ada tekanan, menerima kenyataan, berpasrah diri pada Sang Khalik, bisa merasakan manisnya iman, bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu, jauh dari kebencian, tenteram dan hati menjadi luas dan lepas.

Manusia yang sudah bisa mencapai tahap ketenangan jiwa ini adalah manusia yang memahami hakikat kehidupan, sudah mengertia apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Dan umumnya manusia akan menjadi lebih tenang jika ia sudah berada di dekat Penciptanya, jika manusia sudah mengenal dan meyakini bahwa ada kekuatan amat besar di alam ini yang melampaui kekuatan apapun dan hanya DIA yang maha berkuasa atas dirinya dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Dan itulah hakikat diciptakannya jiwa ini bagi seluruh mahluk, jiwa itu akan selalu mencari kebenaran hakiki tentang sosok Penciptanya dan jiwa akan merasa tenang jika sudah menemukan dan menjadikan Sang pencipta sebagai sandaran utama hidupnya. Kemanapun jiwa itu pergi dan sembunyi maka jiwa akan selalu berupaya mencari kebenaran hakiki, karena itulah hakikat diciptakannya jiwa.

"Yaitu orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah swt". QS. Ar Rad :28)

Lalu seperti apa sebenarnya wujud dan kiprah sosok jiwa yang tenang dalam diri manusia sebenarnya.

HAKIKAT JIWA, AN NAFS DAN KALBU

Ada baiknya kita mengetahui dulu siapa sosok Jiwa yang menghuni raga kita ini. Jiwa atau Nafs dan biasa orang menyebutnya Soul juga memiliki sisi ghaib yang sama sekali tidak bisa kita definisikan dengan sempurna. Siapa sosok jiwa yang dimaksud dan dimana letak dan penempatannya? An Nafs atau Jiwa adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau susuk yang belum tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam yaitu min sulaatin min thiin (ekstrak/saripati alam), maka dari itu sosok jiwa adalah wujud yang mudah berdaptasi dengan alam kehidupan dunia (membutuhkan asupan energi yang berasal dari alam), sedangkan Roh bukan tercipta dari unsur alam ataupun dari unsur yang sama dengan Malaikat mahupun Jin, ia adalah jisim yang hingga sekarang masih merupakan bagian dari rahasia Allah swt.

Semua berawal ketika jiwa ini disumpah untuk meyakini keberadaan Tuhan yang Esa, maka memang ia mengakui dan tidak menyanggah hal tersebut. Bahwa ada kekuatan yang berkuasa atas dirinya dan ia sudah mengakui dan ia mau menjadi saksi di hari akhir kelak. Jiwa ini adalah sosok yang merasa, berkehendak, memahami, dan menerima. Ia bisa membedakan dan bisa mengerti sebuah perintah dari Tuhannya. Jiwa ini sangat memahami bahwa ia sangat bergantung pada penciptanya, bawa ia akan selalu membutuhkan pertolongan Sang Pencipta. Sehingga jelaslah, bahwa setiap jiwa manusia ketika dilahirkan ke dunia ini ia sudah memahami hakikat ketuhanan. Dan Ia dilahirkan sudah dalam kondisi mengenal konsep penciptaan. berikut firman Allah swt dalam surah (Al Araaf:172) yang bermaksud:

“Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman : ”Bukakankan Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap keesaaaan Mu.

Itulah sebabnya setiap Jiwa manusia pasti akan senantiasa mencari tahu keberadaan Tuhan meski ilmu mereka sangat minim, meski mereka berusaha menjauhinya, mereka tidak pernah berhenti untuk mempercayai bahwa ada kekuatan yang Maha dahsyat di dunia ini. Jiwa tidak akan merasa tenang sampai pada tahap ia mengetahui siapa sosok yang yang harus disembah dan diagungkan. Karena diawal mereka sudah terikat janji dan sumpah untuk selalu hanya mengabdi kepada-Nya.
Hakikat kebutuhan beragama sudah ada sejak manusia lahir ke bumi ini. Mulai dari jaman nabi Adam hingga datanglah kemajuan baru dengan lahirnya Nabi Muhammad saw yang membawa risalah kebenaran dengan Kitab suci Al Quran. Meski selama perjalanannya memang ada sebagian ajaran yang menyimpang dan tidak sesuai akidah, namun itu akhirnya bisa dikembalikan pada kebenaran. Didalam al quran sudah terangkum dan tersusun jelas ajaran-ajaran dari nabi sebelumnya, mulai dari Kitab Taurat, Jabur dan Injil menjadi sebuah kitab yang sempurna. Dan semuanya memiliki masa berproses dengan waktu yang cukup panjang.
“Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. QS. Ali Imran:164.

Pilihan Jalan Ketaqwaan dan Kefasikan

Dan ketika proses penciptaan jiwa hampir mencapai kesempurnaan, maka turun ayat berikut ini, yang menyatakan bahwa pada setiap jiwa diilhamkan pilihan kepada jalan ketaqwaan atau kefasikan dalam menempuh bahtera kehidupan. Setiap jiwa akan mengetahui mana yang dimaksud dengan kebenaran dan mana yang dimaksud dengan kesalahan. Dan jiwa juga diberi pemahaman bahwa jika ia mau mensucikan diri (jiwa)nya maka ia akan menjadi lebih baik, sedangkan jika ia merusak jiwa tersebut maka ia akan menjadi kotor.
Surah Asy Syams (91:7-9) . Firmanya yang bermaksud:
Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.
Ini artinya bahwa setiap jiwa juga sudah diberikan pengetahuan tentang konsep ketuhanan yang benar, juga diberikan pemahaman tentang hakikat memilih jalan yang lurus dan jalan keburukan, juga dilengkapi dengan kemampuan mengenal dan belajar melalui banyak hal.
Setiap jiwa diperbolehkan menentukan pilihannya masing-masing. Sepenuhnya itu tergantung pada kebutuhan masing-masing jiwa. Setiap jiwa akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan setiap keputusan sudah diambil dengan penuh kesadaran, sudah melewati tahap pencarian, pembelajaran, sudah di pikirkan dan difahami dan dikaji . Tidak ada lagi alas an bagi setiap jiwa untuk menghindar dan menyanggah semua kenyataan ini bahwa manusia adalah mahluk yang tidak bersyukur jika ia tidak memahami hakikat kemanusiaannya yang sempurna ini.

“maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya.” Quran At takwir :14

Dengan demikian, jelaslah bahwa setiap jiwa akan bertanggung jawab pada diri mereka masing-masing dihari akhir kelak. Setiap jiwa akan dimintakan pertanggungjawabannya atas semua perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Tidak ada yang dapat menyelamatkan setiap jiwa dari kehancuran dan siksa api neraka, selain amal ibadahnya selama di dunia.

CARA KERJA JIWA DAN HATI
Jadi secara harfiah, sesungguhnya jiwa manusia ketika diciptakan adalah suci dan bersih, termasuk unsure ruh yang ada didalamnya. Setiap orang diberi fitrah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala berupa kesucian (jiwa yang lurus). Ia akan mengawali kehidupannya dengan fitrah suci ini. Manusia adalah mahluk allah yang paling sempurna komposisinya, meski ia hanya terbuat dari segenggam tanah dan setetes air mani, namun manusia adalah karya ciptaan allah yang terbaik yang pernah ada. Sebagaimana sabda Rasulullah yang bermaksud:

"Sesungguhnya kami ciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpang) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia mahluk yang (berbentuk) lain. Maha SUci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mu'min [23]:12-14)
Maka dari itu beruntungkah orang yang mensucikan hatinya dan rugilah orang yang mengotori hatinya.

JIWA YANG TERSESAT

Untuk menjawab mengapa ada jiwa yang tersesat dan ada yang menuju jalan yang lurus? Dalam hal ini kita akan kembali lagi dibawa kepada sejarah masa lalu yang berkaitan dengan awal penciptaan Nabi Adam as. Dimana ketika Allah menghukum bangsa Iblis untuk keluar dari surge akibat membangkang perintah-Nya untuk tunduk dan sujud kepada Adam, maka Iblis membuat sumpah bahwa ia akan menyesatkan dan menjerumuskan manusia dan keturunannya.
Allah swt. berfirman :
قال فبعزتك لأغوينهم اجمعين الا عبادك منهم المخلصين
Artinya : Iblis bersumpah ”Demi sifat keagunganMu Tuhan, niscaya aku pasti akan membujuk anak cucu Adam semua. Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas (dalam beramal)”.
 

Itulah sumpah Iblis. Ia dan seluruh tentaranya akan berusaha sekuat tenaga mereka demi menjerumuskan anak cucu Nabi Adam as. Ke jalan yang sesat.  
Dalam surat Al a’rof ayat 16-17 juga di sebutkan:
قال فبما اغويتني لاءقعدن لهم صراطك المستقيم ثم لاءتينهم من بين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم ولاتجد اكثرهم شاكرين

Artinya : ”Iblis menjawab karena Engkau (Allah) telah menghukum saya tersesat maka saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapat kebanyakan mereka bersyukur ( taat)”.

Assyeh Nashr menafsiri ayat di atas bahwa iblis akan menghalang-halangi upaya anak cucu Adam dari menjalakan semua aturan-aturan yang telah di sahkan oleh Allah, dan iblis akan menyesatkan mereka dengan berbagai bentuk rayuan-rayuanya, iblis mendatangi mereka untuk membujuk dalam berbagai bentuk:

1. Iblis menggoda manusia supaya mereka melupakan Akhirat sehingga mereka dalam kebimbangan (berada di tepi)

2. Iblis merayu manusia dengan berbagai perhiasan dunia sehingga mereka akan jatuh hati pada dunia dan melupakan Akhirat.

3. Iblis akan menyesatkan manusia dari arah agama dan keataatan artinya manusia di pengaruhi oleh iblis dalam menjalankan ibadahnya supaya mereka tidak ikhlas, malas-malas dalam beramal dan supaya ujub atau membanggakan diri dll

4. Iblis akan menggoda manusia untuk selalu berbuat maksiat dan mungkar.

Maulana Assyeh Amin Al-Kurdhi menyebutkan tentang kaitannya dengan ayat ini bahwa sewaktu allah swt memberi kelonggaran waktu pada iblis bisa hidup sampai kiamat iblis lalu berkata:
وعزتك لااخرج من قلب ابن ادم مادام فيه الروح

“Demi sifat kemulyaan-MU tuhan aku tidak akan keluar ( untuk mengganggu ) dari hatinya anak cucu adam selagi mereka masih mempunyai ruh” lalu allah berfirman:
لا امنعهم التوبة مادامت ارواحهم في اجسادهم

“Demi sifat kemulyaanku aku tidak akan menolak tobat mereka selagi ruh masih berada di jasad mereka”

Iblis berkata lagi, لاغوينهم اجمعينniscaya aku pasti akan membujuk mereka semua”
allah berfirman lagi لاكقرن عنهم سيئاتهم 
“pasti aku akan menghapus semua kejelekan-kejelekan mereka”
Iblis berkata lagi:
لااتينهم من ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم
Aku pasti akan mendatangi mereka dari arah depan mereka, dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka, dan dari kiri mereka”
setelah mendengar itu semua hati malaikat menjadi tipis(kasihan)terhadap manusia, kemudian allah berfirman:
انه بقي للانسان جهة الفوق والتحت فاذا رفع يديه باالدعاء على سبيل الحضوع اووضع وجهه على الارض على سبيل الخشوع غفرت له الذنوب ولا ابالى
Artinya “Sesungguhnya masih ada cara bagi manusia yaitu arah atas dan bawah, apabila manusia mau mengangkat ke dua tangan untuk berdoa dengan penuh ketundukan atau meletakkan wajahnya pada bumi ( sujud ) dengan penuh khusu’ maka aku akan mengampuni dosa-dosanya secara pasti”
 
Dalam sanubari setiap Bani Adam itu selalu di temani oleh dua teman yaitu :Malaikat
CARA KERJA SYETAN MENYESATKAN MANUSIA

Syetan dengan sedaya upaya akan menutupi hati manusia dari menerima nur illahi. Karena sesuai kodratnya setiap manusia mempunyai jiwa yang suci, didalam jiwa ada tiga sifat yang menyertainya; mutmainah, lawammah dan amara bi’su. Dalam perjalanan hidup manusia tersebut, mulai dari kanak-kanak hingga dewasa, mana diantara ketiga sifat jiwanya itu yang mendominasi. Mana diantara ketiga sifat itu yang menjadi pemimpin atas dirinya, jika ia mampu menghalau usaha syetan yang ingin menyesatkannya, semoga saja ia selamat dari bujuk rayu. Sedangkan jika ia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dalam dirinya, maka kemungkinan ia akan mengikuti langkah-langkah syetan.

"...dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (QS. As Shaad:26)

Syaitan akan senantias menutupi hati manusia adalah dengan cara menghidupkan hawa nafsu tercela (nafs lawammah) dan membawanya ke arah maksiat serta kegelapan. Syetan akan membimbingnya ke jalan kefasikan, sebagaimana sudah ditetapkan bagi manusia memang mengenal adanya jalan kemungkaran. Manusia yang sudah masuk ke dalam perangkap syetan dan membiarkan jiwanya menjadi kotor dan tercemar lama kelamaan dalam dirinya berjangkit berbagai penyakit hati seperti: dengki, iri, ujub, congkak, riya, sombong dan sebagainya. Jika jiwa sudah mengetahui dan sadar bahwa tindakannya itu salah dan ia membiarkan dirinya dalam perbuatan dosa dan tidak berusaha memperbaiki diri dan bertobat. Lalu allah membiarkan dirinya tersesat sebagaimana yang tertera dalam firman-Nya surah (Jaastsiyah:23) yang bermaksud:
“Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mata pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat. Maka mengapa kamu tidak mengambil iktibarnya.”

Kesimpulan dari penjabaran di atas adalah bahwa hakikat menuju jiwa yang tenang adalah ketika seorang manusia mengenal dirinya dan mengenal juga Pencipta-Nya, maka dengan serta merta ia juga akan memahami dan mengetahui arah tujuan hidupnya. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang dapat mengenali tugas dan kewajiban, bisa membedakan mana jalan kebenaran dan mana jalan kefasikan, bisa mengendalikan diri terutama hawa nafsunya, bisa mengenali kebutuhan jiwanya sendiri serta bisa menjadikan diri terutama jiwanya bernilai manfaat bagi orang lain. Jiwa yang tenang adalah hakikat ketenangan sejati dari dalam hati dan bisa membuat seseorang memiliki keteguhan hati dalam menentukan sikap dan bertindak menetukan jalan hidupnya sendiri menuju cahaya kebenaran illahi. Sebagaimana firman Allah tentang hati yang tenang berikut ini:

"hai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi di ridhoi. Maka masulah ke dalam golongan hamba-hambaku, masuklah ke dalam syurgaku". QS Al Fajr; 27-30.

DOKTRIN POKOK MISIONARIS DALAM MENYESATKAN UMAT ISLAM

Berikut adalah cuplikan pidato Samuel Zwimmer, ketua asosiasi misionaris dalam kongresnya di Jerusalem tahun 1935 mengenai tata cara menyesatkan umat muslim, doktrin ini sudah lama dikumandangkan dan memang pada akhirnya di tahun 2000-an ini doktrin ini sudah menggurita dan memakan banyak korban dari kalangan umat muslim. Tidak tanggung-tanggung doktrin ini bahkan sudah menyentuh anak-anak kita. Dalam pidatonya Ia mengatakan , “Sebenarnya tugas utama misionaris yang pemerintah lantik dimana tuan-tuan bertugas di Negara Islam, adalah bukan untuk memasukkan umat Muslimin ke dalam agama Kristen, sebab mereka sudah ada agama dan etika.

“Tugas tuan tuan ialah untuk mengeluarkan manusia Muslim dari Islam, agar jadi seorang yang tidak punya hubungan lagi dengan Tuhan, selanjutnya agar ia tidak terikat lagi dengan akhlak yang selama ini dianuti oleh umat itu. Dengan cara ini berarti tuan tuan akan menjadi pioneer dalam penjajahan di dunia Islam.” tugas tuan-tuan lainnya ....

“Tuan-tuan harus menyiapkan berbagai ide untuk Negara-negara Islam supaya dapat menerima segala yang tuan-tuan laksanakan, yaitu untuk menarik keluar Muslimin dari Islam. Misalnya perjudian, minuman keras, perempuan, dan sebagainya.“

“Tuan-tuan sudah menggiring generasi muda Muslim yang tak ada kaitannya dengan Tuhan. Anak anak muda yang tak perlu tahu dengan hubungan itu. Jadi dengan cara itu tuan-tuan sudah dapat mengeluarkan Muslimin dari agamanya. Tapi bukan berarti mereka sudah masuk Kristen.”

Selanjutnya munculah generasi Islam yang seiring dengan kehendak penjajah kolonial. Dimana mereka tidak mengutamakan kerja-kerja penting. Mereka suka santai, suka nganggur dan suka mengejar kepuasan nafsu dengan apa saja. Malahan perkara sex itulah yang menjadi tujuan hidupnya, sehingga walaupun dia belajar tapi pelajarannya adalah untuk kepuasan sex. Kalau dia mencari harta maka harta itupun untuk kepuasan sex juga. Atau kalau dia menduduki jabatan jabatan tinggi maka jabatan itupun untuk pemuasan sex akhirnya.

Hai para misionaris ! sempurnakanlah tugas tuan-tuan itu dengan sebaik baiknya…. (Juzuru Al Bala hal 275)

MISKIN DAN LAPAR BUKAN ALASAN UNTUK MENCURI


Beberapa waktu belakangan ini kita kerap mendengar berita maraknya kaum miskin yang kedapatan mencuri lalu dihukum berat di pengadilan. Beberapa orang tertangkap basah mencuri buah, kayu, makanan dan bahan-bahan makanan sederhana lain lalu mereka dipenjara dan diberitakan oleh berbagai media massa dari berbagai sudut pandang. Seorang nenek kedapatan mencuri tujuh batang kayu jati, lalu ia membela diri namun tidak mendapat keringanan lalu media memberitakan sisi kezaliman pengadilan yang tidak bersikap adil pada pelaku kejahatan yang tidak bertindak serupa dengan pencuri uang Negara miliaran rupiah. 

Sesungguhnya dengan berita ini kita dibingungkan dengan situasi serba tidak benar tersebut, ada semacam upaya pembenaran dari sisi hokum namun juga ada upaya penghakiman ketidakadilan dari sisi hokum itu sendiri juga. Maka itu ini menjadi polemic berkepanjangan di masyarakat, apa sebenarnya yang sedang terjadi. Kekacauan hokum macam apa yang sedang dipertontonkan kepada pubik, sehingga seolah-olah masyarakat diminta berkelahi dengan system hokum karena tindakan ini tidak memenuhi rasa keadilan dari sisi manapun.

Namun demikian apapun alasannya, seorang miskin tetap saja tidak dibenarkan melakukan tindakan pencurian dengan mengatas namakan perut yang lapar. Sebagaimana prinsip utama yang harus dipegang teguh seorang muslim bahwa Allah sudah menetapkan rizki bagi setiap hambanya, dan tentunya ini sudah cukup bagi kita untuk tidak perlu melakukan tindakan sengaja mengambil milik orang lain dengan alasan lapar. Tetap saja itu tidak dibenarkan. Lalu bagaimana seharusnya sikap seorang miskin yang terlantar mensikapi situasi keras dalam hidupnya? Pilihan mencuri pastinya adalah pilihan terakhir yang dianggap lumrah dan paling memungkinkan bagi mereka, tapi seharusnya sebelum sampai ke sana, mereka masih bisa diselamatkan, yaitu dengan adanya saudara yang mau membantu meringankan beban mereka.

Maraknya kasus pencurian di masyarakat bawah ini sangat memprihatinkan, dan sayangnya tidak ada orang yang mau bersimpati sebaliknya mereka kebanyakan hanya mencela, menghujat dan menghina aparat yang melakukan eksekusi. Tidak ada rasa empati pada isi pesan apa yang tersembunyi dari peristiwa itu. Ada fenomena apa gerangan? Bukankan ini seharusnya juga menjadi tanggung jawab kita bersama, bagaimaan mungkin ada saudara kita yang sedang kelaparan, lalu ia memilih jalan pintas dengan cara mencuri, sementara kita bisa hidup cukup dan bahkan mewah, kemana hati nurani manusia saat ini? Kemana rasa belas kasih dan saling menyayangi sesama manusia, mengapa ada diantara kita yang sedang kesusahan lalu kita tidak mau membantunya keluar dari niat buruknya ingin melakukan kejahatan, seharusnya itu bisa dicegah dan bisa diantisipasi dengan memberikan mereka bantuan agar mereka tidak benar-benar melaksanakan niat jahatnya.

Peran ini harusnya dilakukan oleh orang-orang yang ada disekitarnya dan orang-orang terdekatnya yang berkecukupan. Dalam Ayat-Nya Allah sudah menjelaskan bahwa pada setiap keluarga, maka ada salah satu diantara mereka yang di berikan kecukupan rizki agar ia dapat menolong sanak saudaranya yang kekurangan.

Melalui Ibnu Abbas ra. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dilebihkan dengan beberapa kenikmatan yang bisa dirasakan oleh hamba-hamba yang lain.
Menjadi kaum yang miskin bukan berarti itu dibenarkan untuk mencuri, menjadi miskin bukan berarti saudaranya yang cukup tidak perlu ikut membantu dan menolong saudaranya yang kesusahan, sesungguhnya Allah menciptakan ada yang miskin dan kaya adalah agar diantara keduanya mau saling tolong menolong karena Allah swt. bukan karena Allah tidak mau menurunkan rizkinya langsung kepada si miskin, maka ini sebenarnya adalah ujian bagi si kaya. 

Allah swt sedang memberikan pelajaran berharga kepada kita semua tentang pentingnya hidup berempati pada si miskin, dimanapun kita berada saat ini, pelajaran ini ditujukan kepada kita semua yang saat ini sedang duduk dan menyimak tulisan ini untuk memperhatikan betapa kita saat ini harus banyak-banyak mengulurkan tangan kita kepada si miskin, sehingga Allah akan ridho dengan kita sebagai umatnya yang diberikan kepercayaan memiliki harta yang cukup atau berlebih. Bantulah si miskin, maka dengan begitu kita juga telah membantu Allah swt dalam menjalankan hokum dan perintahnya di bumi.

Maka dari itu bangunlah kita dari tidur yang melenakan ini, janganlah kita membiarkan saudara-saudara kita terjun bebas dalam kehinaan, karena sesungguhnya semakin banyak kasus seperti ini muncul ke permukaan, maka itu sesungguhnya teguran yang datag kepada kita kelak akan semakin keras. Jika kita tidak melapangkan dada kita untuk membantu sesame kita yang kesusahan, maka kelak kesusahan itu juga akan menimpa kita.

Faktanya, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mau menjadikan dirinya seorang pencuri, penjambret, pezina, pendosa dan berbagai pekerjaan haram lainnya. Tapi ketika mereka dihadapkan pada situasi terburuk dalam hidupnya, dengan pengetahuan dan pemahaman rendah, lalu tidak ada seorangpun yang datang membantu dan mengeluarkannya dari jerat kemiskinan.  Padahal dalam agama manapun tidak ada yang membenarkan tindakan itu, meski itu dilakukan dengan alas an perut yang lapar dan akibat dari kemiskinan yang dideritanya. Dan nyatanya dalam islam hukuman mencuri saja akan mendapatkan hukuman berat, bahkan lebih berat dari yang ditetapkan manusia pada umumnya yaitu penggal tangan. Seorang yang kedapatan mencuri milik orang lain, lalu disertai bukti-bukti dan pengakuan dari pelakunya, maka hukuman setimpal adalah kedua tangan si pencuri itu dipotong. 

Ini untuk dijadikan pelajaran bagi yang lain, bahwa sangat beratnya hokum islam memandang masalah ini bukanlan perkara sederhana sebagaimana yang dikira orang selama ini. Dengan cara memotong tangan si pelaku, maka seumur hidup ia tidak akan pernah lagi bisa menggunakan tangannya untuk melakukan apapun, karena pada setiap orang lain yang melihatnya tanpa kedua tangannya maka itu akan memberikan peringatan kepada sesamanya untuk jangan pernah berniat untuk mencuri, bahkan itu hanya segenggam beras. Seorang dengan tanpa tangan adalah sebuah bentuk hokum social dan moral bagi siapa saja, tanpa pandang bulu, termasuk bagi para koruptor. Seorang yang sudah menyaksikan sendiri kejamnya hukuman potong tangan, maka mereka tidak akan berani sedikitpun mengambil milik orang lain, meski itu sangat memungkinkan. 

Dan seharusnya hokuman mencuri yang dilakukan para koruptor jauh lebih berat daripada mereka yang miskin, karena disini akan memenuhi asas keadilan di masyarakat. Seorang koruptor seharusnya diganjar dengan hukuman mati, sehingga kita bisa memberi contoh pada masyarakat bahwa bukan hanya pencuri ayam yang dihukum, bahkan pencuri uang rakyat juga diakhiri hidupnya karena ia yang mengakibatkan timbulnya para pencuri-pencuri ayam di kelas bawah dimasa depan nanti.
Maka dari itu, wahai kaum muslimin, kerasnya hidup disaat ini janganlah dijadikan alas an untuk membenarkan berbagai tindakan criminal, apapun bentuknya itu sangat dibenci oleh Allah swt. Tidak ada ajaran dalam islam untuk membela si miskin jika ia berbuat maksiat dan dosa, sebaliknya itu harus diberikan pelajaran keras. Karena sesungguhnya bibit-bibit jiwa pencuri itu adalah ketika itu dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Maka dari itu Allah sangat mengharamkan tindakan ini karena ia akan mengakibatkan timbulnya bentuk-bentuk pencurian lain yang berkedok banyak hal, mulai dari alas an lapar, miskin, hingga alasan pemuasan nafsu.

Jika seseorang sudah mengalami sutuasi ekonomi yang amat sulit dalam hidupnya, lalu ia tidak dapat melihat adanya kemungkinan untuk keluar dari kemelaratannya itu maka ada tiga langkah yang dapat dilakukan seseorang agar ia dapat terhindar dari fitnah dunia, yaitu;

1.     Mintalah didatangkan pertolongan allah segera,
2.     Jika ini berkaitan dengan perut yang lapar maka berpuasalah,
3.     Jika ini berkaitan dengan kebutuhan yang lain, maka berkunjunglah ke kerabat dekat.

1. Tidak ada Dzat yang lebih sempurna kuasanya hanya Allah swt. mintalah dengan segenap jiwa dan raga agar ia segera mendatangkan pertolongan-Nya, dengan tujuan agar anda bisa terhindar dari niat buruk dan terbawa hasutan syaitan dalam hati. Tahulah kita semua bahwa sesungguhnya Allah swt amatlah dekat dengan pada hambanya. Sama dekatnya dengan urat nadi kita. Jadi meski dalam keadaan paling sempitpun datanglah kepada Allah, niscaya Allah akan membantu kita.

2. jika kekurangan itu berkaitan dengan perut yang lapar  maka berpuasalah, seorang miskin yang kelaparan karena tidak mampu membeli makanan, dengan berpuasa maka ia tidak akan merasakan kelaparannya itu adalah siksa, sebaliknya dengan berpuasa maka ia akan merasakan datangnya nikmat. Dalam laparnya orang berpuasa, maka allah akan melapangkan rongga perutya sehingga ia bisa merasakan kenyang.

3. jika berkaitan dengan kebutuhan lain, maka berkunjunglah kepada kerabat terdekat untuk meminta bantuan. Dalam hal ini tidak sama pengertiannya dengan meminta-minta, atau mencari pinjaman dari rentenir dan bank yang menggunakan system bunga tinggi. Sambung silahturahmi kepada sanak saudara yang berkecukupan, jika mereka memberi bantuan maka berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikannya, namun jika tidak mendapatkan bantuan maka kembali ke tahap pertama yaitu bertawakallah kepada Allah swt. 

Jadi, sesungguhnya Allah lebih mencintai hambanya yang sabar dan bertawakal dalam keadaan sempit, memilih menahan diri dari berbagai usaha negative lalu menjaga diri dari niat buruk, dan lebih mencintai lagi hambanya yang berkecukupan yang mau memberikan bantuan kepada si miskin dengan hanya mengharap ridho Allah swt. System kekerabatan ini Allah bangun adalah dalam rangka keduanya untuk selalu berjalan lurus di sisi Allah, yaitu menyambung silahturahmi dan bertawakal kepada-Nya. 

Apapun harta yang dititipkan oleh-Nya kelak itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, jadi tidak ada hak kita sama sekali atas setiap koin uang yang kita genggam selain didalamnya tertera atas nama Allah swt semata. Kita di dunia ini sekedar meminjam dan menggunakannya untuk menolong Allah menjalankan system kekerabatan ini, tidak ada yang lain. 

Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang menolong saudaranya untuk memberikan kemanfaatan, maka pahala untuknya seperti berjuang di jalan Allah swt.”

Nabi saw juga pernah bersabda:”Sesungguhnya Allah memiliki beberapa mahluk yang tugasnya memenuhi kebutuhan sesame manusia. Dia bersumpah demi Dzat-Nya , tidak akan menyiksa mereka di neraka. Bila datang hari kiamat, diletakkan mimbar yang terbuat dari cahaya, mereka mampu berhubungan dengan Allah, padahal yang lainnya sedang di hisab.

Dari Annas ra. Katanya bahwa Nabi saw. Pun bersabda:”Barangsiapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudara muslimnya, maka Allah akan mencatat setiap langkah ditulis 70 kebaikan dan dihapus 70 kejahatan. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia akan terlepas dari dosa-dosanya laksana baru lahir dari ibunya. Bila ia mati saat itu, maka ia masuk surga tanpa hisab.”

 Subhanallah. Itulah keutamaan bagi orang yang mau membantu sesama, semoga mata hati kita terbuka dan semoga Allah meridhoi kita. Amin









Hal. 205

MISKIN DAN LAPAR BUKAN ALASAN UNTUK MENCURI Beberapa waktu belakangan ini kita kerap mendengar berita maraknya kaum miskin yang kedapatan mencuri lalu dihukum berat di pengadilan. Beberapa orang tertangkap basah mencuri buah, kayu, makanan dan bahan-bahan makanan sederhana lain lalu mereka dipenjara dan diberitakan oleh berbagai media massa dari berbagai sudut pandang. Seorang nenek kedapatan mencuri tujuh batang kayu jati, lalu ia membela diri namun tidak mendapat keringanan lalu media memberitakan sisi kezaliman pengadilan yang tidak bersikap adil pada pelaku kejahatan yang tidak bertindak serupa dengan pencuri uang Negara miliaran rupiah. Sesungguhnya dengan berita ini kita dibingungkan dengan situasi serba tidak benar tersebut, ada semacam upaya pembenaran dari sisi hokum namun juga ada upaya penghakiman ketidakadilan dari sisi hokum itu sendiri juga. Maka itu ini menjadi polemic berkepanjangan di masyarakat, apa sebenarnya yang sedang terjadi. Kekacauan hokum macam apa yang sedang dipertontonkan kepada pubik, sehingga seolah-olah masyarakat diminta berkelahi dengan system hokum karena tindakan ini tidak memenuhi rasa keadilan dari sisi manapun. Namun demikian apapun alasannya, seorang miskin tetap saja tidak dibenarkan melakukan tindakan pencurian dengan mengatas namakan perut yang lapar. Sebagaimana prinsip utama yang harus dipegang teguh seorang muslim bahwa Allah sudah menetapkan rizki bagi setiap hambanya, dan tentunya ini sudah cukup bagi kita untuk tidak perlu melakukan tindakan sengaja mengambil milik orang lain dengan alasan lapar. Tetap saja itu tidak dibenarkan. Lalu bagaimana seharusnya sikap seorang miskin yang terlantar mensikapi situasi keras dalam hidupnya? Pilihan mencuri pastinya adalah pilihan terakhir yang dianggap lumrah dan paling memungkinkan bagi mereka, tapi seharusnya sebelum sampai ke sana, mereka masih bisa diselamatkan, yaitu dengan adanya saudara yang mau membantu meringankan beban mereka. Maraknya kasus pencurian di masyarakat bawah ini sangat memprihatinkan, dan sayangnya tidak ada orang yang mau bersimpati sebaliknya mereka kebanyakan hanya mencela, menghujat dan menghina aparat yang melakukan eksekusi. Tidak ada rasa empati pada isi pesan apa yang tersembunyi dari peristiwa itu. Ada fenomena apa gerangan? Bukankan ini seharusnya juga menjadi tanggung jawab kita bersama, bagaimaan mungkin ada saudara kita yang sedang kelaparan, lalu ia memilih jalan pintas dengan cara mencuri, sementara kita bisa hidup cukup dan bahkan mewah, kemana hati nurani manusia saat ini? Kemana rasa belas kasih dan saling menyayangi sesama manusia, mengapa ada diantara kita yang sedang kesusahan lalu kita tidak mau membantunya keluar dari niat buruknya ingin melakukan kejahatan, seharusnya itu bisa dicegah dan bisa diantisipasi dengan memberikan mereka bantuan agar mereka tidak benar-benar melaksanakan niat jahatnya. Peran ini harusnya dilakukan oleh orang-orang yang ada disekitarnya dan orang-orang terdekatnya yang berkecukupan. Dalam Ayat-Nya Allah sudah menjelaskan bahwa pada setiap keluarga, maka ada salah satu diantara mereka yang di berikan kecukupan rizki agar ia dapat menolong sanak saudaranya yang kekurangan. Melalui Ibnu Abbas ra. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dilebihkan dengan beberapa kenikmatan yang bisa dirasakan oleh hamba-hamba yang lain. Menjadi kaum yang miskin bukan berarti itu dibenarkan untuk mencuri, menjadi miskin bukan berarti saudaranya yang cukup tidak perlu ikut membantu dan menolong saudaranya yang kesusahan, sesungguhnya Allah menciptakan ada yang miskin dan kaya adalah agar diantara keduanya mau saling tolong menolong karena Allah swt. bukan karena Allah tidak mau menurunkan rizkinya langsung kepada si miskin, maka ini sebenarnya adalah ujian bagi si kaya. Allah swt sedang memberikan pelajaran berharga kepada kita semua tentang pentingnya hidup berempati pada si miskin, dimanapun kita berada saat ini, pelajaran ini ditujukan kepada kita semua yang saat ini sedang duduk dan menyimak tulisan ini untuk memperhatikan betapa kita saat ini harus banyak-banyak mengulurkan tangan kita kepada si miskin, sehingga Allah akan ridho dengan kita sebagai umatnya yang diberikan kepercayaan memiliki harta yang cukup atau berlebih. Bantulah si miskin, maka dengan begitu kita juga telah membantu Allah swt dalam menjalankan hokum dan perintahnya di bumi. Maka dari itu bangunlah kita dari tidur yang melenakan ini, janganlah kita membiarkan saudara-saudara kita terjun bebas dalam kehinaan, karena sesungguhnya semakin banyak kasus seperti ini muncul ke permukaan, maka itu sesungguhnya teguran yang datag kepada kita kelak akan semakin keras. Jika kita tidak melapangkan dada kita untuk membantu sesame kita yang kesusahan, maka kelak kesusahan itu juga akan menimpa kita. Faktanya, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mau menjadikan dirinya seorang pencuri, penjambret, pezina, pendosa dan berbagai pekerjaan haram lainnya. Tapi ketika mereka dihadapkan pada situasi terburuk dalam hidupnya, dengan pengetahuan dan pemahaman rendah, lalu tidak ada seorangpun yang datang membantu dan mengeluarkannya dari jerat kemiskinan. Padahal dalam agama manapun tidak ada yang membenarkan tindakan itu, meski itu dilakukan dengan alas an perut yang lapar dan akibat dari kemiskinan yang dideritanya. Dan nyatanya dalam islam hukuman mencuri saja akan mendapatkan hukuman berat, bahkan lebih berat dari yang ditetapkan manusia pada umumnya yaitu penggal tangan. Seorang yang kedapatan mencuri milik orang lain, lalu disertai bukti-bukti dan pengakuan dari pelakunya, maka hukuman setimpal adalah tangan si pencuri itu dipotong. Ini untuk dijadikan pelajaran bagi yang lain, bahwa sangat beratnya hokum islam memandang masalah ini bukanlan perkara sederhana sebagaimana yang dikira orang selama ini. Dengan cara memotong tangan si pelaku, maka seumur hidup ia tidak akan pernah lagi bisa menggunakan tangannya untuk melakukan apapun, karena pada setiap orang lain yang melihatnya tanpa kedua tangannya maka itu akan memberikan peringatan kepada sesamanya untuk jangan pernah berniat untuk mencuri, bahkan itu hanya segenggam beras. Seorang dengan tanpa tangan adalah sebuah bentuk hokum social dan moral bagi siapa saja, tanpa pandang bulu, termasuk bagi para koruptor. Seorang yang sudah menyaksikan sendiri kejamnya hukuman potong tangan, maka mereka tidak akan berani sedikitpun mengambil milik orang lain, meski itu sangat memungkinkan. Dan seharusnya hokuman mencuri yang dilakukan para koruptor jauh lebih berat daripada mereka yang miskin, karena disini akan memenuhi asas keadilan di masyarakat. Seorang koruptor seharusnya diganjar dengan hukuman mati, sehingga kita bisa memberi contoh pada masyarakat bahwa bukan hanya pencuri ayam yang dihukum, bahkan pencuri uang rakyat juga diakhiri hidupnya karena ia yang mengakibatkan timbulnya para pencuri-pencuri ayam di kelas bawah dimasa depan nanti. Maka dari itu, wahai kaum muslimin, kerasnya hidup disaat ini janganlah dijadikan alas an untuk membenarkan berbagai tindakan criminal, apapun bentuknya itu sangat dibenci oleh Allah swt. Tidak ada ajaran dalam islam untuk membela si miskin jika ia berbuat maksiat dan dosa, sebaliknya itu harus diberikan pelajaran keras. Karena sesungguhnya bibit-bibit jiwa pencuri itu adalah ketika itu dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Maka dari itu Allah sangat mengharamkan tindakan ini karena ia akan mengakibatkan timbulnya bentuk-bentuk pencurian lain yang berkedok banyak hal, mulai dari alas an lapar, miskin, hingga alasan pemuasan nafsu. Jika seseorang sudah mengalami sutuasi ekonomi yang amat sulit dalam hidupnya, lalu ia tidak dapat melihat adanya kemungkinan untuk keluar dari kemelaratannya itu maka ada tiga langkah yang dapat dilakukan seseorang agar ia dapat terhindar dari fitnah dunia, yaitu; 1. Mintalah didatangkan pertolongan allah segera, 2. Jika ini berkaitan dengan perut yang lapar maka berpuasalah, 3. Jika ini berkaitan dengan kebutuhan yang lain, maka berkunjunglah ke kerabat dekat. PENJELASAN 1. Tidak ada dzat yang lebih sempurna kuasanya hanya Allah swt. mintalah dengan segenap jiwa dan raga agar ia segera mendatangkan pertolongan-Nya, dengan tujuan agar anda bisa terhindar dari niat buruk dan terbawa hasutan syaitan dalam hati. Tahulah kita semua bahwa sesungguhnya Allah swt amatlah dekat dengan pada hambanya. Sama dekatnya dengan urat nadi kita. Jadi meski dalam keadaan paling sempitpun datanglah kepada Allah, niscaya Allah akan membantu kita. 2. jika kekurangan itu berkaitan dengan perut yang lapar maka berpuasalah, seorang miskin yang kelaparan karena tidak mampu membeli makanan, maka dengan berpuasa maka ia tidak akan merasakan kelaparannya itu adalah siksa, sebaliknya dengan berpuasa maka ia akan merasakan datangnya nikmat. Dalam laparnya orang berpuasa, maka allah akan melapangkan rongga perutya sehingga ia bisa merasakan kenyang. 3. jika berkaitan dengan kebutuhan lain, maka berkunjunglah kepada kerabat terdekat untuk meminta bantuan. Dalam hal ini tidak sama pengertiannya dengan meminta-minta, atau mencari pinjaman dari rentenir dan bank yang menggunakan system bunga tinggi. Sambung silahturahmi kepada sanak saudara yang berkecukupan, jika mereka memberi bantuan maka berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikannya, namun jika tidak mendapatkan bantuan maka kembali ke tahap pertama yaitu bertawakallah kepada Allah swt. Jadi, sesungguhnya Allah lebih mencintai hambanya yang sabar dan bertawakal dalam keadaan sempit, memilih menahan diri dari berbagai usaha negative lalu menjaga diri dari niat buruk, dan lebih mencintai lagi hambanya yang berkecukupan yang mau memberikan bantuan kepada si miskin dengan hanya mengharap ridho Allah swt. System kekerabatan ini Allah bangun adalah dalam rangka keduanya untuk selalu berjalan lurus di sisi Allah, yaitu menyambung silahturahmi dan bertawakal kepada-Nya. Apapun harta yang dititipkan oleh-Nya kelak itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, jadi tidak ada hak kita sama sekali atas setiap koin uang yang kita genggam selain didalamnya tertera atas nama Allah swt semata. Kita di dunia ini sekedar meminjam dan menggunakannya untuk menolong Allah menjalankan system kekerabatan ini, tidak ada yang lain. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang menolong saudaranya untuk memberikan kemanfaatan, maka pahala untuknya seperti berjuang di jalan Allah swt.” Nabi saw juga pernah bersabda:”Sesungguhnya Allah memiliki beberapa mahluk yang tugasnya memenuhi kebutuhan sesame manusia. Dia bersumpah demi Dzat-Nya , tidak akan menyiksa mereka di neraka. Bila datang hari kiamat, diletakkan mimbar yang terbuat dari cahaya, mereka mampu berhubungan dengan Allah, padahal yang lainnya sedang di hisab." Dari Annas ra. Katanya bahwa Nabi saw. Pun bersabda:”Barangsiapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudara muslimnya, maka Allah akan mencatat setiap langkah ditulis 70 kebaikan dan dihapus 70 kejahatan. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia akan terlepas dari dosa-dosanya laksana baru lahir dari ibunya. Bila ia mati saat itu, maka ia masuk surga tanpa hisab. Subhanallah. Itulah keutamaan bagi orang yang mau membantu sesama, semoga mata hati kita terbuka dan semoga Allah meridhoi kita.

MISTERI BUAH KHULDI SUDAH TERJAWAB

TABIR MISTERI BUAH TERLARANG (KHULDI) KINI MULAI TERBUKA

SEMUA orang pasti pernah mendengar kisah buah terlarang yang di makan oleh nabi Adam dan Hawa. Bahkan semua orang pun membenarkan adanya peristiwa sejarah akibat kehadiran buah ini yang menyebabkan Nabi Adam terlempar dari Taman Surga. Tetapi sudah tahukah anda seperti apa buah yang di maksud, seperti apa baunya, warnanya, bentuknya, dan apakah benar buah ini benar-benar ada atau hanya bagian dari misteri itu saja. Jika memang ada maka mungkin sudah sebaiknya kita memahami apa pesan dari perisriwa bersejarah tersebut, bukan sekedar membenarkan tetapi kita harus mengambil pelajaran berharga didalamnya. Pastilah Allah membuat itu tanda Tanya bagi kita agar kita berpikir, agar kita menggunakan akal kita sehingga bertambah iman dan taqwa kita kepada-Nya. Bukan sekedar menutup tabir, tetapi ada ajakan untuk menggali makna terdalam yang akan menjadi pelajaran bagi generasi-generasi selanjutnya. Kini sudah saatnya manusia membuka tabir misteri mengenai buah terlarang tersebut. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa buah khuldi bukanlah buah yang berasal dari syurga, sebaliknya ia berasal dari bumi. Berikut uraiannya...

Selama di surga, Allah swt membolehkan nabi adam dan istrinya memakan apapun yang ada di sana, tidak membatasi jumlah dan jenis. Mereka boleh melakukan apa saja di sana, hanya ada satu pantangan, yaitu tidak boleh mendekati satu jenis pohon.

“Dan Kami berfirman:”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kami termasuk orang-orang yang zalim.” Quran surat Al Baqarah:35.

Buah khuldi, istilah ini tidak pernah disebutkan eksplisit oleh Allah swt dalam firman-firman-Nya, di sana hanya disebutkan atau diisyaratkan dengan sebutan pohon kayu, sejenis pohon yang punya banyak cabang. Meski pohon ini disebutkan termasuk jenis pohon yang menghasilkan kayu, namun pohon ini juga menghasilkan buah. Yang memberi istilah nama buah tersebut dengan sebutan buah khuldi adalah bangsa syaitan ketika merayu nabi Adam as menggunakan istilah ini untuk menegaskan keberadaan buah tersebut, dan nama buah ini memang tertera dalam surat Taha ayat 120. Dan ini adalah satu-satunya ayat yang menyebutkan nama buah Khuldi.

“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan pernah binasa?”

Syaitan membisikkan ke dalam hati Adam untuk melihat sebuah pohon yang dapat membuat adam as bisa memiliki sebuah kerajaan dan ia akan kekal abadi didalamnya. Jenis rayuan ini ternyata cukup menggoyahkan iman Nabi Adam dan Siti Hawa yang sudah diberi peringatan Oleh Allah sebelumnya agar tidak mendekati pohon tersebut. Pada ayat lain juga menunjukkan lemahnya iman Adam ketika berhadapan dengan rayuan dan jebakan syaitan, meski hanya melalui bisik rayu syaitan dan disini tergambarkan bahwa syaitan tidak menampakkan diri di hadapan Nabi Adam, melainkan hanya membisikkan ke dalam pikirannya saja.

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata:”Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalamnya).” Quran surat Al Araf:20.

Disini kita bisa memahami bahwa Nabi Adam yang sudah disematkan pemahaman tentang kefasikan dan kebenaran dalam dirinya dan Ia juga sudah menerima banyak karunia Dari Allah semasa di surga saja masih bisa tergelincir oleh tipu daya syaitan. Lalu bagaimana dengan manusia yang ada saat ini?

BUAH-BUAHAN SURGA YANG ADA DI BUMI

Dalam Al quran Allah swt banyak menyebutkan beberapa nama pohon dan buah yang berasal dari surga dan tanaman buah-buahan ini juga tumbuh di bumi. Diantaranya adaah buah Zaitun, Pisang, Kurma, Anggur, Delima, Buah Tin dan sebagainya. Buah-buahan ini disebutkan adalah salah satu tumbuhan yang berasal dari surga dan juga tumbuh di bumi. Lalu ada banyak pakar yang menyangka bahwa salah satu buah-buahan tersebut adalah buah khuldi, buah yang menyebabkan Nabi Adam keluar dari surga. Misalnya buah tin. Karena buah-buahan ini memang berasal dari surga, benarkah demikian?

Untuk memperjelas lagi apa sebenarnya yang terjadi ketika Nabi Adam memakan buah tersebut, diriwayatkan alkisah nabi Adam setelah selesai memakan buah khuldi, lalu nabi Adam merasakan perutnya melilit dan ia sangat ingin buang hajat. Lazimnya para penghuni surga tidak akan pernah merasakan dirinya ingin buang hajat, karena apapun yang ada di surga adalah suci tanpa noda apalagi najis kotoran dan orang yang memakan buah-buahan di surga tidak akan menimbulkan sakit perut. Apa yang dimakan nabi adam ini yang membuat dirinya ingin buang hajat maka itu adalah kesalahan yang ditimbulkan oleh si buah tersebut.

Nabi saw pernah bersabda;”Adam kemudian bergerak mengitari surga, dan Allah mengutus malaikat untuk menanyainya. Adam as. Pun menjawab;”Aku ingin membuang kotoran yang menusuk dalam perutku.” Difirmankan kepada malaikat;”Katakan padanya, dimana kamu ingin membuangnya! Diatas tempat tidurkah, tahta, sungai-sungai atau dibawah pepohonan. Apakah ada tempat yang pantas untuk itu! Maka turun sajalah ke dunia.

Dan itulah sebabnya, meski Allah sudah menerima maaf Nabi Adam atas kesalahannya melanggar larangan mendekati pohon khuldi, tetapi efek dari memakan buah tersebut tidak bisa dihindari. Aurat-auratnya tersingkap dan ia harus membuang hasil makanannya tersebut di tempat selain surga. Maka turunlah Nabi adam dan Siti Hawa ke bumi.

Meski dalam rencana awal, Allah memang ingin menjadikan manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Namun scenario itu dibuat dalam keadaan manusia yang sebaik-baiknya, yaitu manusia pada saat itu adalah suci layaknya malaikat. Keadaan Nabi Adam sebelum memakan buah itu adalah manusia setengah malaikat, karena dalam dirinya hanya hidup nafsu mutmainah (nafsu pada kebaikan dan ketaatan kepada Allah swt). Tetapi setelah kejadian tragedy makan buah terlarang ini, yang juga mengakibatkan tersingkapnya aurat atau munculnya hawa nafsu yang buruk (nafsu lawamah) dalam diri Nabi Adam. Maka Itu sepenuhnya sudah menjadi resiko yang harus ditanggung manusia sendiri. Maka dari itu Allah berfirman dalam Kitabnya SURAT Al Araf ayat 24;

“Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu memiliki tempat tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) dimuka bumi sampai waktu yang ditentukan.”

Dan akhirnya manusia yang turun ke bumi adalah manusia yang memiliki dua sifat hawa nafsu, mutmainah dan lawamah. Mana diantara kedua sifat nafsu ini yang dominan, maka itu yang akan menjadi pemimpin bagi dirinya. Manusia yang suka mensucikan diri maka ia akan menghidupkan nafsu mutmainah mengalahkan nafsu lawamah (nafsu tercela), namun manusia yang suka berjalan di sisi kemaksiatan maka ia akan menghidupkan nafsu lawamah.

Apa itu Hawa Nafsu Mutmainah dan Lawamah?
Hawa nafsu Lawamah adalah hawa nafsu yang menuju kegelapan atau nafs tercela yang tidak sempurna ketenangannya terutama ketika lupa kepada Allah swt. Sedangkan hawa nafsu Mutmainah adalah nafsu yang tidak terpengaruh oleh goncangan hawa nafsu dunia dan syahwat, ia selalu stabil menuju kebaikan dan menjadi imam (petunjuk) bagi seluruh anggota tubuh lainnya.

Dengan demikian, sampai di sini kita bisa menyimpulkan dua hal, pertama bahwa buah yang dimakan nabi adam itu bukan buah-buahan asli dari surga, karena efek dari memakannya adalah mengakibatkan manusia harus kembali ke asal datangnya buah tersebut yaitu bumi. Buah ini memang tumbuh di surga, sebagaimana buah anggur dan zaitun yang berasal dari surga namun juga bisa tumbuh di muka bumi. Namun tidak ada yang bisa memastikan pohon apa yang dimaksud Al quran jika memang buah ini tumbuh juga di bumi. Harusnya manusia lebih mengetahui, karena manusia juga menetap di muka bumi, tetapi sayangnya ini masih menjadi rahasia Allah swt hingga saat ini.

Kesimpulan kedua, bahwa hakikatnya manusia diciptakan adalah sempurna lahir dan bathin, namun akibat kesalahan yang dilakukan nabi Adam sehingga mengakibatkan timbulnya hawa nafsu lawamah dalam diri manusia, maka manusia harus berupaya sendiri membebaskan dirinya dari cengkraman hawa nafsu tersebut jika kelak ingin kembali menjadi penghuni surga. Karena pada kenyataannya surga tidak menerima orang yang dalam dirinya tertanam nafsu lawamah (nafsu tercela). Surga hanya mau menerima manusia yang suci dengan nafsu mutmainah (nafsu kebaikan) yaitu manusia yang selalu mensucikan diri dari berbagai perbuatan hina dan dosa.

CIRI-CIRI POHON TERLARANG

Memahami apa dan bagaimana ciri pohon terlarang yang dimaksud memang membutuhkan ketelitian. Karena ada banyak pohon dan buah di bumi. Lalu mana diantara sekian banyak pohon/buah yang ada di bumi ini yang memiliki kesamaan ciri dengan pohon khuldi seperti yang sudah disebutkan diatas? Sebelum membahas lebih jauh, perlu digaris bawahi bahasan ini dibuat hanya dalam rangka mengkaji kesamaan dan kedekatan ciri yang sudah disebutkan. Bukan menjadi jawaban pasti dan bukan menjadi acuan utama, karena satu-satunya yang lebih mengetahui adalah Allah swt saja. artikel ini tidak lebih dari sekedar untuk menambah wawasan kita dan memahami pesan apa yang ingin disampaikan dari peristiwa bersejarah tersebut.

Beberapa cirri yang disebutkan adalah bahwa pohon terlarang ini jenis pohon kayu, punya banyak cabang dan ranting, namun ia juga menghasilkan buah. Memang ada banyak jenis pohon yang memiliki banyak kayu (bercabang), namun tidak semua pohon kayu yang menghasilkan buah. Dalam al Quran allah sudah menyebutkan ada salah satu jenis pohon kayu yang juga menghasilkan buah di bumi adalah pohon Zaitun, pohon ini berasal dari surga yang sebagian orang menyangka ini adalah buah Khuldi, tapi sesungguhny bukan.

Berikut firman-Nya:
"Dan pohon kayu keluar dari Thur Sinai", yaitu yang dimaksud di sini adalah "Pohon Zaitun" sebagaimana telah disepakati oleh semua ahli tafsir dan pakar-pakar islam lainnya.

Pohon zaitun merupakan salah satu pohon yang dimuliakan Allah, ia adalah pohon tertua yang tumbuh di muka bumi, dan termasuk dalam golongan buah-buahan diberkahi. Pohon zaitun pertama kali tumbuh negara-negara pesisir perairan Mediterania seperti: Turki, Italia, Spanyol, Tunis, Aljazair, dan Maroko. Dengan demikian Allah membenarkan bahwa memang ada pohon kayu yang bisa menghasilkan buah di bumi ini, itu adalah pohon Zaitun. Tetapi pohon kayu yang dimaksudkan disini bukanlah buah Khuldi seperti yang disangkakan orang, karena buah khuldi termasuk dalam golongan buah-buahan terlarang dan terkutuk. Berikut ini kami tampilkan wujud pohon zaitun.


Jika anda perhatikan maka pohon buah zaitun ini ternyata sama dengan berbagai pohon buah lainnya yaitu memiliki banyak cabang. Maka adakah diantara sekian banyak pohon buah di bumi yang memiliki kesamaan karakteristik dengan pohon khuldi. Jika kita mengacu lagi pada ciri buah yang dimaksud, maka buah itu adalah jenis buah yang bisa membuat aurat-aurat manusia terbuka. Karena sebelum memakan buah itu, nabi Adam masih dalam keadaan berpakaian lengkap dan indah yang terbuat dari sutera yang sangat lembut dan suci.

“Hai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, dan ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya dan memperlihatkan kepada keduanya auratnya.”
Quran Surat Al Araf :27.

Setelah memakan buah, maka pakaian kebesaran penghuni surga dari keduanya menjadi terlepas dan pada keduanya terlihat aurat-aurat atau bagian tubuh vitalnya, lalu mereka berdiri dalam keadaan tidak berpakaian, lalu dalam keadaan malu mereka mengambil beberapa lembar daun yang ada di surga untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka tersebut. Lalu Allah datang menghampiri mereka dan memberi peringatan keras.

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru kepada mereka:”Bukankah Aku telah melarang kamu mendekati pohon itu dan Aku katakana padamu;”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Quran surat Al Araf ayat 22.

Ini menunjukkan bahwa sifat utama dari buah tersebut adalah dapat membuat manusia lupa diri dan menghidupkan sifat hawa nafsu lawamah. Karena sesungguhnya sifat nafsu yang ditumbuhkan oleh Allah swt bagi nabi adam kala itu di surga hanya nafsu mutmainah, nafsu yang menuju kebaikan. Dan ketika adam memakan buah tersebut, maka nabi adam itu sudah tidak suci lagi sebagaimana kesucian para mahluk Allah yang mendiami surga. Karena sifat nafsu lawamah ini adalah menghidupkan hawa nafsu ragawi yang melekat pada sifat-sifat unsure hara tanah, sifat-sifat dasar tanah yang berasal dari permukaan bumi, yang mana sebelumnya Allah sudah menjelaskan bahwa satu-satunya tempat yang layak dijadikan tempat membuang kotoran adalah bumi. Maka dari itu, seketika wujud nabi adam yang sebelumnya suci maka sudah berubah menjadi wujud mahluk manusia biasa, karena sifat tanah yang melekat pada unsure tanah dari bumi tadi. Maka nabi adam sudah tidak layak lagi menempati surga, ia hanya pantas mendiami bumi yang didalamnya memiliki kesamaan sifat dasar, yaitu sama-sama berasal dari segenggam tanah.

Buruknya sifat bumi/dunia di mata Allah pernah disampaikan oleh nabi saw dalam sebuah hadist. Dunia akan berkata pada hari kiamat kelak; “Wahai Tuhanku, hari ini jadikanlah aku paling rendah diantara kekasih-kekasih-Mu.” Lantas Allah berfirman;”Diamlah! Hai barang yang tidak memiliki apa-apa. Sungguh aku tidak merelakan mereka menempatimu, lalu adakah aku merelakanmu hari ini.”



Mengacu pada referensi diatas, maka ada beberapa jenis buah yang memiliki kesamaan sifat dengan yang disebutkan diatas, ia adalah buah Durian. Sebagian orang menamakannya dengan sebutan Raja Buah, Rajanya dari segala macam buah. Jenis buat tropis ini memang memiliki bentuk seperti pohon kayu yang memiliki banyak cabang, sama dengan ciri yang disebutkan pada pohon zaitun sebagaimana sebelumnya. Perhatikan gambar pohon durian disamping ini. 
Ada beberapa alas an lain yang menyebabkan pilihan jatuh pada buah durian, karena buah Durian memiliki kesamaan sifat dengan buah khuldi, diantaranya:

1. Daya tarik besar

Siapapun manusia yang melihat buah ini pasti akan sangat tertarik untuk segera memakannya, disamping karena ukurannya yang besar, bentuknya yang menarik dengan banyak duri di sekeliling badan buah, lalu dari bau yang dikeluarkan juga mengundang selera. Sekilas wujud buah ini memang memiliki daya tarik yang besar bagi para penikmatnya dan ini juga yang menjadikan durian sebagai buah primadona di berbagai Negara. Ada banyak orang rela membayar berapa-pun harga yang ditawarkan hanya agar dapat menikmati manisnya rasa buah ini. Jadi dari sifat dasar buah ini saja, bisa membuat orang tergoda dan ada sifat rayuan dan bujukan dalam buah ini yang membuat orang mau melakukan apa saja demi mendapatkannya. Sebagaimana kisah melelehnya iman nabi adam ketika dirayu syaitan untuk memakan buah tersebut ketika di surga demi mendapatkan hidup yang abadi.

2. Kaya Kandungan Unsur Hara Tinggi



Kandungan yang ada di dalam buah durian sangat lengkap dan kaya nutrisi, diantaranya vit B, vit C, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, seng, thiamin, riblofavin, omega 3 dan 6, disamping itu juga mengandung karbohidrat, lemak tak jenuh, protein dan vitamin. Semua kadar nutrisi ini berada diatas rata-rata kandungan nutrisi yang dimiliki buah lain. Misalnya vitamin, kandungan vitamin C dalam buah durian berkisar 22,9-107 atau dalam beberapa penelitian pernah disebutkan mengandung 200 mg/100gram daging buah. Jika dibandingkan dengan buah apel, maka pada durian mengandung 4 kali protein, 2 kali karbohidrat, 3 kali fosfor, 5 kali vitamin A dan zat besi, serta 2 kali vitamin dan mineral lainnya. Dalam 100 gram durian terkandung 147 Kkal. Itu artinya ketika seseorang makan 1 kg durian, jumlah kalori yang ia dapatkan 1.470 Kkal atau sebanding dengan porsi makan dalam satu hari. Ini artinya jenis buah ini memang memiliki unsure hara dari sifat-sifat tanah yang amat tinggi di dalamnya, kesemua unsure ini adalah yang memperkuat sifat ragawi yang bersifat duniawi dan sifat ini yang mengakibatkan nabi adam berubah menjadi manusia biasa sehingga ia tidak lagi pantas menempati surgawi.

3. Mengandung gas/uap

Buah durian dapat memproduksi gas dalam jumlah banyak dalam lambung ketika dikonsumsi. Banyaknya gas dalam tubuh dapat mengakibatkan timbulnya rasa kembung dan mual. Itulah sebabnya pada ibu hamil yang mengalami gangguan magh dilarang mengkonsumsi buah ini, karena buah durian juga mengandung asam arachidonat, yaitu sejenis senyawa yang merupakan precursor alias pencetus pembentukan prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah senyawa yang dapat merangsang kontraksi rahim yang akan berakibat pada keguguran (pada trimester pertama). Sementara gas kotor yang dihasilkan buah durian ini bersifat mengikat, inilah yang menjadi penyebab perut nabi Adam melilit dan merasa ingin buang kotoran ketika di surga. Kadar gas yang tinggi dalam buah khuldi mendorong isi perut ingin melepaskan kotoran/gas yang terjebak dengan segera.

4. Mengandung Alkohol yang memabukkan

Dan salah satu unsure yang terkandung dalam buah durian ini adalah alcohol. Secara umum orang yang terlalu banyak mengkonsumsi durian, maka ia akan menjadi pusing dan badannya lemas. Bahkan ada sebagian lagi yang merasakan mabuk dan mual, ini adalah bagian dari efek yang terkandung didalamnya yaitu alcohol. Walau memang efek memabukkannya ini tidak sama dengan yang dihasilkan oleh minuman keras. alkohol dalam durian adalah senyawa yang tidak stabil dan mudah menguap. Sebuah Hasil penelitian diperoleh kadar alkohol pada buah durian dengan lama waktu penyimpanan 1,2 dan 3 hari secara berturut-turut sebesar 6,39 % b/b; 6,40 % b/b; 6,42 % b/b. Ini artinya dalam durian memang mengandung alcohol dalam kadar tertentu dan memang tidak memabukkan, namun jika dimakan dalam jumlah berlebih maka ia akan memabukkan tentunya. Inilah unsur yang menjadi penyebab hidupnya hawa nafsu lawamah dalam diri manusia. Dan makna memabukkan disini sebagai akibat efek buruk buah itu akan menjadi cikal bakal tumbuhnya sifat-sifat buruk yang menggandrungi perilaku memabukkan. Misalnya mabuk perempuan, mabuk harta, mabuk kekayaan, mabuk jabatan, mabuk dunia dan berbagai perilaku memabukkan lagi yang dapat merusak jiwa anak adam.

5. Meningkatkan vitalistas organ seksual

Dalam catatan pengobatan tradisional dipercaya buah ini bisa meningkatkan vitalitas kaum pria, menjadi lebih bergairah dan perkasa ketika berhubungan. Ada sebuah istilah terkenal di Malaysia mengenai hal ini ‘saat durian mulai jatuh, maka sarung mulai naik.” Maka ini sesuai dengan fakta yang sudah dibahas sebelumnya bahwa ketika nabi adam memakan buah terlarang tersebut, maka terbukalah aurat-aurat keduanya yang menunjukkan bahwa dampak dari memakan buah ini juga dapat menghidupkan hawa nafsu birahi.

6. Mengandung efek melenakan

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh MIND menunjukkan bahwa pada buah durian mengandung tryptophan, salah satu jenis asam amino yang dapat dirubah dalam tubuh menjadi serotonin, sehingga orang yang mengkonsumsi buah ini akan dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks, meningkatkan mood, mencegas stress, membuat tidur pulas dan membuat perasaan lebih gembira. Atau dengan kata lain orang yang suka memakan buah ini akan mudah terlena dibawah pengaruh bisikan syaitan. Mengapa efek melenakan amat berbahaya bagi umat muslim, karena dalam perasaan terlena akan mudah bagi syaitan masuk dan merusak iman umat. Merasa senang dan bahagia pada hal-hal yang bersifat ragawi dan duniawi adalah bagian dari senjata syaitan menjebak manusia kedalam kekufuran.

Lalu apakah yang menjadi makanan para penghuni neraka? Al Quran sudah memberitahukan kita dalam ayat-ayatnya, diantaranya adalah darah, nanah dan buah berduri. Buah berduri ini diceritakan beberapa sumber berbentuk bulat besar, ada banyak duri di bagian luar dan dalamnya. Setiap penghuni neraka harus memakannya sebagai bagian dari siksa Allah kepada mereka yang selama hidup dunia selalu mengutamakan urusan perutnya daripada amal ibadahnya. Adakah ini juga sama dengan buah yang ada di dunia, yaitu durian? Berikut ayat yang dimaksud;

(Qs.88:6), Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

(Qs.69:36), Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

(Qs.37:66), Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.




Jadi dapat disimpulkan bahwa salah satu buah yang ada pada saat ini dan memiliki kesamaan karakteristik dengan buah khuldi adalah buah durian. Buah ini mengandung banyak unsure hara tanah yang bisa makin memperkeruh kesucian jiwa manusia. Buah ini menimbulkan banyak efek samping yang bisa meningkatkan fungsi hawa nafsu lawamah (nafsu tercela), buah ini digunakan bangsa syaitan untuk menjebak banyak manusia pada jalan kesesatan dan buah ini memang banyak membuat manusia lupa diri kepada pencipta-Nya.

Tapi disamping kelemahan, buah ini tentunya juga memiliki khasiat dan manfaat, yaitu bahwa buah ini sangat baik dikonsumsi pada anak-anak yang mengalami gizi buruk, komposisi gizinya yang lengkap dan bisa mempercepat proses perbaikan metabolisme tubuh. Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi akibat ekonomi buruk di daerah terpencil, mereka bisa mengatasinya dengan cara mengkonsumsi buah ini dalam jumlah cukup tentunya, agar bisa kembali pulih dari masalah kekurangan gizi.

Terlepas dari berbagai riset mengenai buah ini yang dianggap dapat memberi banyak manfaat mengobati berbagai macam penyakit karena kandungan gizinya yang lengkap. Maka ada baiknya kita renungkan kembali pada apa yang pernah terjadi dengan ibu bapa kita ketika di surga di masa lalu. Mereka juga memakan buah ini dan apa yang mereka terima adalah mereka semakin mengukuhkan sifat-sifat kemanusiaan/keduniawian karena kandungan dalam buah tersebut menghapus kesucian yang ada pada dirinya untuk berubah menjadi sifat ragawi manusia yang dominan sifat nafsu lawamah (nafsu tercela). Sebelum memakan buah ini mereka adalah mahluk Allah swt yang suci dan layak menempati surga yang juga bersifat suci. Nabi adam adalah mahluk yang suci dari sifat tercela dan hawa nafsu tercela. Tetapi ketika mereka memakan buah ini, itu maka mereka berubah manusia yang diselimuti hawa nafsu duniawi.

Maka dari itu jika anda ingin mensucikan diri dan hati, maka hindarilah memakan buah jenis ini, makanlah buah-buahan yang berasal dari surga seperti kurma, delima, zaitun, pisang, anggur, dan sebagainya. Buah-buahan yang berasal dari surga ini sudah dirahmati Allah dan banyak kandungan didalamnya akan memudahkan manusia mencapai kesucian jiwa jika ia bersungguh-sungguh. Dan itulah sebabnya rasulullah menganjurkan bagi umat muslim untuk memakan kurma ketika puasa di bulan ramadhan. Karena jika pada saat berpuasa mereka lakukan itu dengan khusuk dan iklas, lalu banyak mengkonsumsi buah-buahan dari surga, maka ia akan bisa menjadi manusia yang suci kembali (kembali fitri), karena ia sudah mensucikan diri dari sifat hawa nafsu duniawi dan ragawi.

Note:

Sebagai cara untuk membuktikan kebenaran teori ini sangat mudah, jika anda adalah salah seorang penggemar durian, maka anda dapat mencoba nya dengan cara mengambil 10 butir buah durian, lalu anda lahap/makan semuanya secara langsung, lalu lihat apa reaksi yang akan ditimbulkan pada tubuh anda? pasti akan terjadi perubahan bukan?
Lalu bandingkan dengan cara anda mengambil 100 butir buah zaitun atau buah tin, lalu anda melahapnya secara langsung, lihat juga reaksi apa yang akan anda rasakan pada tubuh anda. Disini memang tidak hanya membutuhkan teori untuk membuktikan, tetapi juga butuh aplikasi dan keberanian untuk membuktikan keberaniannya. Silahkan buktikan dan selamat mencoba.