OTAK BUKAN SUMBER KECERDASAN YANG UTAMA

Tahukah anda bahwa pusat kecerdasan manusia ternyata tidaklah terpusat di otak. Memang benar otak adalah tempat berfikir dan belajar tetapi ia bukanlah satu-satunya penyebab seseorang memiliki kemampuan intelegensi atau kecerdasan, ada sebab lain. Otak memang berperan besar dalam kehidupan manusia, namun ia juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Baru-baru ini bersiar kabar banyaknya tingkat kelahiran anak dengan kondisi tidak memiliki organ otak. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, dan islam punya penjelasannya.

Asal Mula diciptakan Akal

Berikut dikisahkan bagaimana proses penciptaa akal ketika masa Nabi Adam as. Diawal penciptaan manusia, Nabi Adam sudah menjabarkan bahwa manusia sangat membutuhkan akal untuk menunjang eksistensi kehidupannya. Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju.

Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:

“ ...dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70) ”

 Dan dalam rangka meyakinkan para pendahulunya yaitu para malaikat untuk percaya bahwa manusia adalah mahluk Allah yang pantas menjadi khalifah di muka bumi, maka Allah memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda langit. Para malaikat tidak sanggup menjawab firman Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahwa hanya Allah lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.

Dengan demikian, jelaslah bahwa bagaimanapun manusia membutuhkan peran akal dalam menjalankan kehidupannya di dunia, karena dengan akal manusia bisa mengenal dan memahami seluruh ciptaan-Nya. Akal dibutuhkan manusia untuk menunjang proses menuju mahluk yang mulia, namun otak bukanlah sebab utama manusia itu akan menjadi mahluk mulia di mata Allah swt. Sebagaimana sabda Rasulullah saw tentang akal manusia sebagai berikut;

Nabi  saw. bersabda; "Allah menciptakan akal, dan Dia berfirman kepadanya; "Menghadaplah......!" Akal-pun menghadap. Firman-Nya;"Hadaplah ke belakang!" Akal lantas membelakangi. Allah Swt berfirman; "Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, AKU tidak akan meletakkanmu kecuali buat orang-orang yang Kucintai diantara mahluk-Ku."

Dan Allah juga menciptakan kebodohan,  berfirman kepadanya; "Menghadaplah......!" Akal-pun menghadap. Firman-Nya;"Hadaplah ke belakang!" Akal lantas membelakangi. Allah Swt berfirman; "Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, AKU tidak akan meletakkanmu kecuali buat orang-orang yang Kubenci diantara mahluk-Ku.

Lalu mengapa sebagian orang beranggapan bahwa ukuran kecerdasan hanya dilihat dari intelektual akalnya saja. Cerdas disini harusnya kita maknai dengan seseorang yang memiliki kemampuan mengelola sumber intelektual, emosional dan spiritual dalam dirinya. Bentuk penjabarannya adalah, sumber intelegensi berfungsi sebagai sumber data, berkaitan dengan identitas suatu benda atau hal yang menyangkut bentuk, warna, ukuran, waktu dan lain sebagainya. Sementara sumber emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengatur emosi, yang mencakup kemampuannya mengendalikan diri dalam mengungkapkan ekspresi, ia menjadi orang yang bisa bersikap sederhana, rendah hati, fokus, terarah, dan bersikap santun.

Sedangkan sumber kecerdasan spiritual adalah dimana seseorang itu ketika berbicara, maka setiap orang akan mengetahui dengan jelas arah pemikirannya dan memiliki visi dan misi yang jelas, memiliki pesan dan hikmah yang mendalam sehingga setiap orang yang menyimak setiap kalimat yang diucapkan akan dengan mudah menangkap apa inti pesan yang dimaksud.Itulah bentuk manusia cerdas yang seharusnya kita sama-sama setuju untuk mengatakan bahwa jenis manusia seperti ini yang paling banyak di butuhkan saat ini. Bukan sekedar kelihaiannya mengelola data, tetapi secara keseluruhan ia adalah figur manusia yang bisa memberi manfaat lahir dan bathin kepada orang lain.

Sebuah fakta mengejutkan dunia, baru-baru ini bersiar kabar tentang kelahiran seorang anak di Inggris bernama Alex Simpson yang lahir dengan kelainan bawaan atau penyakit langka yang disebut hydranencephaly yaitu penyakit dengan tidak memiliki otak. Apa? Betul sekali, bahkan anak ini kini sudah mencapai usia 10 tahun, padahal menurut diagnosa dokter, kecil kemungkinan ada anak manusia yang bisa bertahan hidup dengan kondisi hanya sebagian otak yang ada pada dirinya, kemungkinan hanya bisa bertahan kurang dari satu tahun, tapi lihatlah sungguh ALlah swt sudah menunjukkan kebesaran-Nya, bahwa anggapan para dokter adalah salah. Bahwa Manusia akan tetap bisa bertahan hidup dan menjadi manusia seperti umumnya meski ia tidak memiliki otak. Lalu bagaimana cara ia hidup? Itu adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha Agung;

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Al- Fushshilat]


KECERDASAN HAKIKI UMAT MUSLIM

Rahasia sumber kecerdasan manusia yang sebenarnya adanya di Hati, ia adalah sang BIG BOSS yang memberi perintah kepada otak untuk melakukan apapun yang diinginkan. Ketika hati memberi perintah, maka otak sama sekali tidak bisa menolak dan menghindar, perintah itu harus segera dilaksanakan. Ada satu hadist yang menunjuk dengan jelas besarnya peran hati manusia yaitu Hadist Nabi Muhammad saw junjungan kita:

...اَلاَوَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُدْغَةً اِذَاصَلُحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ آلآوَهِيَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, bila ia telah baik maka baiklah sekalian badan. Dan bila ia rusak, maka rusaklah sekalian badan. Dan bila ia rusak maka binasalah sekalian badan, itulah yang dikatakan hati”.


Ini artinya segumpal darah inilah yang menentukan nilai hidup seseorang, bahkan termasuk otak/akalnya/tingkat kecerdasannya. Apakah seseorang itu memiliki akal yang baik atau tidak itu sangat ditentukan oleh kualitas hatinya. Semakin baik kualitas hati, maka semakin baik pula tingkat kecerdasan yang dimiliki.

Sebelum para ilmuwan barat mempublikasikan temuan mereka tentang kelebihan akal, ribuan tahun lalu Al Quran juga sudah mengabarkan tentang sumber utama kecerdasan manusia. Kitab suci ini sudah menjelaskan bahwa setelah lapis demi lapis mineral tubuh kasar manusia terbentuk dan tersusun rapih lalu sampailah kepada unsur ketiga yaitu roh (unsur Lahut/Malakut) yang di-install Allah SWT ke dalam hati termasuk didalamnya adalah kemampuan penglihatan, pendengaran, dan pemahaman sebagaimana ditegaskan lagi di dalam Alquran Surat Ali Imran berikut ini:

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad nya ruh Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.”


Jadi disamping telah menyiapkan unsure material, Allah juga melengkapinya dengan unsure ruh ke dalam hati yang memiliki kemampuan merasa, mendengar, melihat dan memahami. Inilah yang disebut sumber kecerdasan sejati. Seorang manusia bisa melakukan proses belajar dan mengambil hikmah, itu karena ia memiliki hati yang bisa merasa dan memahami dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Berikut penjelasan dari masing-masing unsur kecerdasan tersebut;

1. Penglihatan

Adapun kemampuan penglihatan yang di maksud disini adalah sangat tajamnya mata hati, bukan bola mata yang ada di pelupuk, mata hati ini adalah salah satu unsure halus yang mana ia mampu membaca berbagai sisi kehidupan, mampu membaca tanda-tanda kebesaran allah, mampu memberi arti, mampu memahami, dan mampu melihat cahaya kebenaran. Kemampuan ini Allah tanamkan di dalam lubuk hati manusia yang paling dalam agar manusia dapat menjaga dirinya dari kegelapan dan kehinaan dunia. Orang dengan kemampuan melihat yang mendalam ini akan mampu membedakan jalan keburukan dan jalan kebenaran. Ia mampu melihat seluruh isi dunia ini dengan mata hati yang jauh lebih luas dan jauh ke depan.

2. Pendengaran
Lalu kemampuan pendengaran yang dimaksud diatas adalah, kemampuan mendengarkan kepada ajakan menuju kebaikan, mampu mendengar panggilan suara mata hati yang berbisik pada kebajikan, mampu membedakan ajakan pada kebaikan atau pada keburukan (bisikan iblis), mau mendengarkan merdunya lantunan ayat suci al quran dengan khusuk dan membuatnya semakin tunduk pada ALlah swt, dan mau mendengarkan dan menerima nasihat, semua ini adalah anugerah yang dikaruniakan allah kepada hambanya agar ia selalu terjada.

3. Hati
Hanya dalam hati yang tenang, manusia bisa berinteraksi dengan Allah swt dengan khusuk, dalam hati yang bersih dan penuh rahmat dan hidayah ALlah swt bisa membuka cakrawala keilmuan, menggali dan menemukan kebenaran, mengambil hikmah, menuju cahaya keimanan menuju mahluk-Nya yang mulia. Hati adalah pintu segala kesucian hidup dan ia akan selalu menjadi tempat bersemayamnya nikmat keimanan.

Sangat besarnya peran hati, namun bukan berarti otak tidak memiliki keistimewaan dan tidak dibutuhkan oleh seorang muslim. Peran akal sangat dibutuhkan manusia, hanya saja manusia juga harus mau mengajak akal kepada kebaikan dan keimanan, karena Akal/otak ini tidak bisa berdiri sendiri, ia masih membutuhkan bimbingan dan tempaan. Didalam hati yang sabar dan tulus ikhlas maka akal akan tunduk kepada hati.

HAKIKAT AKAL/OTAK BAGI MANUSIA

Para peneliti sudah membuktikan bahwa selama ini peran otak bagi manusia masih sedikit, seperti yang sudah mereka jabarkan baru mencapai 10 persen dari total keseluruhan fungsi yang ada, yaitu mencakup penyimpanan data. System kerja otak dalam kaitannya dengan fungsi hati adalah; otak bertugas untuk mengenal semua benda dan materi yang ada dihadapannya melalui visualisasikan organ mata untuk mengetahui spesifikasi benda meliputi nama, bau, rasa, suara, warna, ukuran, tempat dan waktu. Semua data yang bersifat tampilan benda itu bisa disebut foto spek untuk sementara disimpan dalam memori otak. Otak menyimpan semua data detail benda yang dilihatnya tadi, lalu disimpan dalam sebuah lemari khusus dimana sewaktu-waktu ketika hati membutuhkan sesuatu yang berkaitan dengan benda tersebut, maka otak akan menampilkan kembali data yang dimaksud dan kadang juga otak memiliki beberapa data pembanding lain yang bisa dijadikan acuan bagi hati untuk menentukan mana yang akan menjadi pilihan.

Kita ambil contoh saja seperti ini, suatu waktu kita ingin membeli sebuah tas, dengan spesifikasi tertentu, maka seketika otak akan berusaha mengingat-ingat dimana ia pernah menemukan tas dengan spek yang dimaksud tersebut, lalu muncullah beberapa alternative tas dalam benak kita, dimana pada suatu momen kita pernah melihat benda tersebut tergantung di etalase, lalu otak kembali mencari jejak pada momen apa saat itu, misalnya pada saat hari raya, lalu dikaitkan lagi pada waktu itu sedang berpergian dengan siapa, menggunakan pakaian warna apa dan seterusnya hingga akhirnya otak bisa menunjukkan kepada hati bahwa ia pernah melihat tas yang dimasud di lokasi A.

Lalu hati akan lebih memastikan lagi dengan menggunakan intuisinya mengenai kesesuaian spek yang di berikan otak dengan spek yang diinginkan (hati adalah sumber keinginan), jika sesuai maka hati akan memberikan perhatian khusus dengan cara meminta otak untuk lebih banyak lagi memberikan akurasi data, jika memang sudah dipastikan maka hati akan memutuskan untuk melakukan perjalan ke lokasi yang dimaksud dan meminta otak untuk mengatur jadwal keberangkatan. Itulah bentuk pembagian fungsi dan peran kedua organ tersebut.

Dalam hal kapasitas memori, hati mampu menyimpan semua memori dari sejak lahir hingga jasad terkubur dalam tanah. Ibarat server yang besar, hati mampu menyimpan data dalam jumlah besar pula. Tidak ada yang luput satu pun, semua tersimpan dengan baik, mulai dari data kejahatan maupun kebaikan. Berbeda dengan otak/akal, kapasitas memori otak memang terbatas, itulah sebabnya manusia kadang mudah lupa dan khilaf. Dan itu juga sebabnya, di alam barzah nanti, bagian tubuh yang akan menjadi saksi atas setiap amal perbuatan kita adalah hati, bagian ini yang akan dimintakan pertanggung jawaban kelak, bukan akal. Akal sudah hancur bersama leburnya jasad di dalam kubur.

Semua proses belajar dan berpikir memang dilakukan di otak, tetapi hatilah yang mengjadi pusat pengambilan keputusan. Ketika hati melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan, maka hati yang akan menanggung akibatnya, diantaranya ia akan merasa gelisah, takut, marah, dan kecewa. Anda lihat sendiri kan, sedikit kesalahan yang dilakukan akal maka akan membuat kacau suasana hati, bukan membuat kacau kerja otak. Otak masih tetap melakukan pekerjaannya tanpa terganggu pada suasana hati, masih tetap beraktifitas, tetapi jika hati sudah merasakan sakit, hanya sedikit yang bisa dilakukan otak, yaitu mencari jalan keluar yang bersifat sementara, misalnya minum obat atau curhat dengan teman. Sakit hati akan kembali muncul ketika pengaruh obat hilang, dan pada akhirnya suasana hati harus ditata kembali pada kondisi normal agar bisa segera mencari pemecahan masalah melalui kerja otak, sehingga permasalahan bisa dipecahkan dalam keadaan tenang.

Disamping itu, kitab suci Al quran dan hadist juga tidak pernah merujuk kehebatan akal/otak adalah sumber kebahagian dan ketenangan. Namun, banyak sekali ayat yang merujuk kepada kemampuan mengelola hati/jiwa. Hampir semua ayat menekankan manusia untuk banyak-banyak menjaga hati, banyak-banyak berdzikir dan bertasbih dengan hati, bukan dengan mengembangkan otak/akal. Hampir semua ayat mengajak manusia untuk menjauhkan hati dari sifat tercela, banyak-banyak mengamalkan amalan hati dan lain sebagainya dianjurkan bagi muslimin untuk banyak mengembangkan dan bertindak dengan hati, bukan dengan akal. Ini artinya apa?

Ini artinya hati adalah raja bagi diri manusia, ia adalah sang pemimpin yang seharusnya menjadi bagian yang paling banyak kita perhatikan dan kita jaga, akal hanyalah salah satu bagian pendukung fungsi hati. Sesuai amanah yang sudah ditetapkan dalam kitab suci kaum muslim, harusnya seorang muslim banyak mengamalkan ilmu hati, bukan otak. Tidak ada amalan yang dianjurkan untuk bisa memuliakan otak, tetapi ada banyak amalan yang bisa dilaksanakan untuk memuliakan hati. Berikut berbagai firman terkait dengan hati:


قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ ال MENURUT para sufi:

“Hati seorang mukmin itu adalah rumah Allah”.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّ
“Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan mengingat Tuhan-Nya, maka didirikannya shalat”. (Q.S. 87 Al-A’la: 14-15)

مَاكَذَبَ الْفُؤَادُ مَارَآى
“Tidak dusta apa yang telah dilihat oleh mata hati”. (Q.S. An-Najm: 11)

لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَلَةٌ وَصَقَلَةُ الْقَلْبُ ذِكْرُاللهُ
“Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَا
“Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”. (Q.S. 91 As-Syamsi: 9-10)


Dengan demikian jelaslah bahwa hati sebagai pemilik dan penguasa jasad/fisik manusia adalah satu-satunya sebab seseorang akan mendapatkan julukan manusia yang cerdas yang beriman, karena hanya dengan segenap hati, akal/unsur intelegensi bisa banyak belajar dan mengenal banyak hal, dan dengan hati yang tenang maka unsur emosional bisa terkendali dan terarah, dan dengan hati yang khusuk maka unsur spiritual bisa mengambil hikmah dan tauladan. Dan hanya dalam hati yang tenang, ia bisa mengenal dirinya.

Lalu mengapa ilmuwan barat terlalu banyak mengekspos kehebatan otak dan mereka sangat terobsesi dengan berbagai riset otak? Dan bahkan banyak muslim yang mengamini dan mengikuti jejak mereka untuk ikut mengagung-agungkan kemampuan otak?
 

Karena ilmuwan barat tidak punya pedoman hidup se detail dan sesempurna Al quran dan hadist, maka mereka tentunya sangat menyembah kemampuan akal/otak sebagai salah satu sumber kemampuan dasar manusia yang paling utama. Mereka tidak percaya kepada hati, karena didalam hati mereka tidak ada cahaya iman yang dipancarkan Allah ke dalam lubuk sanubarinya, kebanyakan hati mereka adalah kosong dan hampa. Berbeda dengan hati seorang muslim, sekecil apapun itu pasti selalu ada lilin yang menerangi hatinya dan tidak pernah kegelapan. Dan ketika seorang muslim mau mengikuti jejak berpikir ilmuwan barat, itu sebagai sebab dari kurangnya ia mengamalkan hati, bagian dari kurangnya iman. Satu hal penting yang harus kita ingat adalah bahwa kebanyakan para ilmuwan barat menganut faham atheism, yaitu sebuah faham yang menolak keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Jadi wajar mereka menyembah akal/otaknya.

IMAN PARA SAHABAT NABI

Sesungguhnya perjuangan yang bisa mengantarkan generasi pendahulu umat ini menuju kejayaan bukan akibat kekarnya tubuh mereka, lengkapnya persenjataan mereka, atau harta mereka yang melimpah ruah di mana-mana. Akan tetapi karena Allah ta’ala melihat hati-hati mereka dan Allah menemukan bahwa hati mereka adalah hati-hati yang bersih dari syirik dan ketergantungan hati kepada selain-Nya, itulah hati sebaik-baik golongan manusia yang pernah hidup di jagat raya ini. Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba. Dan Allah dapati hati Muhammad adalah sebaik-baik hati manusia maka Allah pun memilihnya untuk diri-Nya dan Allah bangkitkan dia sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati hamba-hamba yang lain setelah hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Allah dapati bahwa hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati manusia. Maka Allah pun menjadikan mereka sebagai pembantu nabi-Nya dan berperang bersama beliau untuk membela agama-Nya…” (HR. Ahmad di dalam Musnadnya)

Apakah yang membedakan tubuh kita dengan tubuh para sahabat? Mereka punya kaki, tangan dan indera sebagaimana yang kita miliki. Mereka mengeluarkan harta untuk berinfak dan kita pun mengeluarkannya. Mereka mengerjakan shalat, dan kita pun mengerjakannya seperti mereka. Mereka makan dan minum sebagaimana kita juga butuh makan dan minum. Namun, ketahuilah saudaraku, ternyata apa yang tertancap di dalam dada kita tidak sehebat dan sekokoh yang tertancap di dalam dada para sahabat. Mereka memiliki keimanan laksana gunung. Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu mengatakan, “Seandainya iman yang dimiliki Abu Bakar ditimbang dengan iman segenap penduduk bumi (selain para nabi, pen), niscaya timbangannya lebih berat daripada timbangan iman mereka.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman). Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meniti sebuah jalan maka ikutilah jalan yang ditempuh oleh para ulama yang sudah meninggal itu yaitu para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah manusia-manusia terbaik dari umat ini. Hati mereka lebih baik, dan ilmu mereka lebih dalam, serta paling sedikit membeban-bebani diri. Suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentransfer agama-Nya, maka tirulah akhlak dan jalan hidup mereka. Sebab mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (HR. Al Baghawi dalam Syarh As Sunnah)


13 SIFAT SETAN YANG ADA PADA DIRI MANUSIA


Pada hakikatnya tugas jin dan manusia adalah sama yaitu beribadah kepada Allah swt. Dalam setiap gerak geriknya senantiasa mengharap keridahaan Allah semata. Pekerjaan jin juga sama dengan manusia. Sementara setan mengajak manusia supaya berbuat jahat. Lalu apakah benar ada manusia yang termasuk satu golongan dengan setan? jawabannya ada, yaitu manusia yang mengajak pada kejahatan maka termasuk dalam setan dari golongan manusia yang mana keduanya saling bahu-membahu dan tolong menolong dalam mengerjakan kebathilan. Dua golongan ini memiliki sifat dan perilaku yang mirip bahkan serupa, karena keduanya memiliki kesamaan sudut pandang yaitu sama-sama ingin mengajak manusia kepada keburukan. Keduanya ingin mencapai tujuan bersama yaitu menyesatkan lebih banyak lagi manusia di muka bumi. Lalu apa saja sifat-sifat dasar yang dimiliki golongan manusia dari golongan syetan ini, berikut ini penjelasannya.

a. Jin

Jin artinya yang tersembunyi atau yang tertutup. Oleh karena itu kita tidak akan bisa melihat kehidupan mereka dengan mata telanjang. Lalu dimanakan jin itu berada? Jin juga berada di alam dunia ini, hanya saja mereka berada ditempat yang kita tidak dapat melihat atau alam ghaib.

"...Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka...(QS. Al Araf:27)

b. Setan
Dalam bahasa arab setan berarti jauh. Maksudnya mahluk yang jauh dari petunjuk Allah atau tersesat. Setan adalah sifat jelek yang melekat pada setiap mahluk-Nya. Jika perbuatan jelek sudah menjadi kebiasaan seseorang, perbuatan itu akan berubah menjadi sifat jelek. Oleh karena itu, jika seseorang mempunyai sifat jelek, maka secara tidak langsung ia sudah menjadi setan. Setan dapat berasal dari golongan jin dan manusia. Allah berfirman sebagai berikut:
Artinya:

"Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin,..."
(QS. Al An'am:112)

Maka dari itu sudah sadarkah kita bahwa jika dalam diri kita terdapat salah satu sifat setan berikut ini maka kita termasuk dalam golongannya setan yang terkutuk itu. Beberapa ayat al-Quran telah menjelaskan sifat-sifat syaitan yang tercela yang juga dimiliki oleh jin dan manusia, di antaranya;

1-”Takabbur“

Allah s.w.t menyifatkan iblis laknatullah dengan sifat ini kerana iblis menganggap dirinya lebih baik daripada Adam a.s. Dia enggan dan bersikap angkuh (takabbur) apabila diperintah oleh Allah s.w.t supaya sujud kepada Adam a.s. Sebaagimana Allah s.w.t telah berfirman yang bermaksud:

“Allah s.w.t berfirman; "Apakah yang menghalangi engkau (sehingga)kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?”(iblis) menjawab”Aku lebih baik daripada dia.Engkau ciptakan aku daripada api dan sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah“(surah al-A’raf:ayat 12)

Sifat takabur setan ini juga ada pada sebagian diri manusia, yaitu orang-orang yang sudah menganggap dirinya lebih dari orang lain dalam hal harta dan kekayaan. Mereka tidak sungkan-sungkan menghina saudaranya di depan umum dengan alasan perbedaan kasta dan status. Dalam hal ini dalam diri orang tersebut sudah dikuasai syetan secara masif dan ia sudah tidak menyadarinya.


2-”Sombong dan keras kepala“

Kedua-duanya merupakan sifat iblis sebagaimana Yang Allah s.w.t berfirman yang bermaksud;

“(Iblis) menjawab, Kerana Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku selalu menghalangi mereka daripada jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”
(Surah al-A’raf: ayat 16-17)

Ini menunjukkan bahawa kekufuran iblis bukanlah kerana kejahilan bahkan kekufurannya kerana keras kepala dan sombong. Sifat ini juga ada pada diri manusia yang hatinya sudah keras dan membatu, sudah tidak ada lagi yang bisa memberinya nasihat, dan tidak ada lagi yang bisa diperbaiki karena hatinya sudah sedemikian kerasnya.

3-“Laknat”

Dilaknat lagi tersingkir dan jauh dari kebaikan, dan iblis juga merupakan yang pertama dilaknat dan disingkir dari rahmat Allah s.w.t. Firman Allah s.w.t;

“(Allah) berfirman,”Keluarlah kamu dari sana (syurga) dalam keadaan terhina dan terusir”(Surah al-A’raf: ayat 18).

Sifat manusia yang juga akan dilaknat Allah di hari akhir kelak adalah orang-orang yang sudah dengan sadar diri mengambil jalan keluar dari akidah Islam dan memilih bersekutu dengan bangsa syetan demi untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dunia.

4-“Menggoda(al-Waswasah)) dan memperdaya”


Al-Waswasah ialah percakapan hati yang dibisikkan oleh syaitan yang tidak ada kebaikan dan manfaat, sifatnya hanya menggoda dan menjebak. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (syaitan) berkata,”Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal(dalam syurga)”(Surah al-A’raf: ayat 20)

Ayat di atas menjelaskan sifat iblis dan hasad dengki terhadap Adam dan Siti Hawa a.s, dan juga bagaimana iblis berusaha memperdaya, menggoda dan menipu sehingga kenikmatan dan pakaian yang baik dirampas daripada kedua-duanya. Sedemikian besarnya rasa benci yang ada dalam hati manusia sehingga ia berusaha melakukan berbagai upaya menghasut, memperdaya dan menipu orang lain, ia sudah tidak bisa lagi melihat keburukan yang akan ditimpakan kepadanya sebagai akibat dari tindakan dengkinya itu sehingga manusia seperti juga sudah terpedaya dan masuk perangkap iblis.

5-“Mungkir janji”

Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

”Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu hari ini, dan sesungguhnya aku adalah penolongmu”. Maka ketika kedua-dua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), syaitan balik ke belakang sambil berkata,”Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu”(Surah al-Anfal: ayat 48)

Ahli tafsir menjelaskan bahawa ayat ini diturunkan ketika peperangan badar, di mana iblis berjanji kepada orang musyrikin untuk menolong mereka menentang orang islam, maka tatkala puak islam bersama rasulullah s.a.w berhadapan dengan puak musyrikin, maka iblis pun menyamar sebagai seorang lelaki dan bersamanya tentera, lalu berkata iblis kepada orang musyrikin: Kamu tidak akan kalah hari ini dan aku adalah penolong kamu. Apabila iblis melihat tentera malaikat dia pun berundur dan tidak memberi pertolongan kepada tentera musyrikin, dan juga telah memungkiri janjinya untuk menolong mereka. Allah s.w.t telah memberi kemenangan kepada tentera islam di dalam peperangan tersebut. Di sini jelaslah bahawa iblis adalah pembohong dan pemungkir janji.
Sifat mungkin janji pada diri manusia juga ada banyak macamnya, misalnya dalam sebuah perjanjian kerjasama, mereka juga sering berusaha mengingkarinya dengan banyak alasan.

6-“menghasut”(Nazgh)

Dalam kamus menyatakan bahawa “Nazgh” ialah mencerca atau menfitnah. Ia juga membawa makna menghasut, membujuk dan membisik (percakapan hati yang tiada manfaat dan kebaikan). Sifat-sifat ini merupakan sifat iblis laknatullah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

Setelah Syaitan merosakkan(hubungan) antara aku dan saudara-saudaraku”(Surah Yusuf: ayat 100)
Kepada manusia yang suka bergunjing dan berbicara yang tidak ada bukti dan saksinya, mereka bahkan suka membesar-besarkan berita, membuat cerita karangan agar orang yang mendengarkan atau memberi perhatian lebih atau dengan tujuan tertentu, itulah contoh manusia penghasut.

7-“Menjauhkan dan mengakhirkan”(al-Khanas)

Firman Allah yang bermaksud;

“(Aku bermohon dengan Allah) daripada kejahatan bisikan syaitan al-Khannas”(Surah al-Nas: ayat 4)

8-“Memperdaya”(al-Gharur)

Kamus ada menyatakan bahawa tipudaya syaitan membawa maksud menipu, menggoda dan membujuk. Firman Allah s.w.t;

“maka janganlah kamu sekali-kali terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (mentaati) Allah”(Surah Luqman: ayat 33)

Banyak manusia terpedaya dengan kenikmatan dunia yang sifatnya sementara, menganggap diri mereka bisa mendapatkan kebaikan jika mengejar dunia, namun pada akhirnya yang didapatkan hanyalah kekecewaan.

9-“Tipudaya”(al-Kayd)

Ia membawa maksud tipu dan jahat seperti melakukan pembohongan dan membuat helah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“maka perangilah penolong-penolong syaitan (kerana) sesungguhnya tipudaya syaitan adalah lemah”
(Surah al-Nisa’: ayat 76).

Syetan membuat berbagai tipudaya agar banyak yang mau mengikuti langkah-langkahnya, seperti itu juga sikap orang yang suka melakukan tipudaya dalam bentuk sihir misalnya, banyak manusia percaya kepada sihir dan ahli nujum, sesungguhnya tipudaya itu merugikan mereka sendiri.

10-“Memukul dengan kuat(merasuk) dan menyentuh(menggilakan)-(al-Khabt dan al-Mass)


Ia bermaksud menyentuh manusia dan menyakitinya(merasuk). Allah s.w.t menyifatkan pemakan riba seperti orang yang dirasuk syaitan apabila bangkit dari kubur. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“Pemakan-pemakan riba itu tidaklah mereka itu bangkit(dari kubur) melainkan seperti bangkitnya orang-orang yang dirasuk syaitan”
(Surah al-Baqarah: ayat 275)

Merasuki bermakna menjadi gila dan hilang kesadaran dan kontrol diri, banyak orang yang menjadi terasuki oleh kesenangan dunia dan mereka menggila-gilakan sesuatu bagaikan barang sesembahan yang layak dipuja-puja, orang-orang seperti ini adalah orang yang sudah diluar batas.

11-“Sihir dengan meniup(al-Nafth)

Firman Allah s.w.t berfirman yang bermaksud;

“(Aku berlindung dengan Allah) daripada tukang-tukang sihir yang meniup pada ikatan-ikatan”(Surah al-Falaq: ayat 4)

Dalam satu doa yang ma’thur diajar kepada kita membaca doa ini yang bermaksud;

“Ya Allah…Aku berlindung dengan Engkau daripada godaan syaitan, tiupan dan ludahannya”

Sifat setan yang suka sekali meniupkan rasa was-was dan takut berlebihan ke dalam diri manusia sehingga manusia itu bersikap diluar kendali dirinya adalah perilaku iblis yang sama dengan manusia yang selalu menghasut dan menakut-nakuti orang lain yang sedang dalam kesusahan.

12-“Syaitan laki-laki dan perempuan”(al-Khubth dan al-Khabaaith)


Dalam kamus menjelaskan jahat(al-Khubth) lawannya baik(al-Toyyib). Satu doa yang ma’thur mengajar kita membacanya ketika memasuki tempat buang air(kecil ataupun besar) iaitu yang bermaksud;

“Aku berlindung dengan Engkau ya Allah…dari kejahatan syaitan betina dan jantan”

Disifatkan dengan yang demikian kerana syaitan mengintai untuk memudaratkan manusia di tempat-tempat yang kotor, tempat-tempat maksiat, dan tempat-tempat berkumpulnya pendosa. Syetan yang ada di sana bukan hanya laki-laki tetapi juga ada setan wanita yang menampakkan diri dalam wujud yang sangat disukai manusia durjana.

13-“Menggoda”(al-Hamz)

Nabi s.a.w menjelaskan bahawa makna godaan syaitan dengan kematian iaitu menggoda manusia sehingga menjadi gila kerana terhasil daripada godaannnya. Dalam al-Quran ada menyebut yang bermaksud;

“Dan katakanlah, Ya Tuhanku…Aku berlindung dengan Engkau daripada godaan syaitan-syaitan”
(Surah al-Mukminun: ayat 97)

Maknanya Aku berlindung dengan Engkau daripada bisikan syaitan dan godaannya daripada mengingati Allah s.w.t. Dalam suatu hadis menceritakan bahawa rasulullah s.a.w memohon perlindungan dengan Allah s.w.t daripada godaan syaitan, fitnah dan bisikannya.

Setan dan manusia yang sama-sama tersesat akan bersekongkol untuk mencari teman baru yang bisa mereka ajak berbuat dosa bersama-sama dengan cakupan yang lebih besar dan lebih luas lagi, mereka bagaikan orang kehausan mencari mangsa yang siap menjadi teman dan saudara mereka dalam kesenangan dunia.

EVI DA2 DI SENGGOL, KARENA JURI MALAYSIA TIDAK SPORTIF

Kekecewaan kembali terjadi di ajang pencarian penyanyi dangdut tingkat Asia yang disiarkan stasiun televisi Indosiar tadi malam, Evi Masamba atau Evi DA 2 yang sudah dikenal publik memiliki suara emas nan merdu, terpaksa harus merelakan tersenggol dan keluar dari 5 besar, karena alasan sepele yang dikemukakan salah satu juri dari Malaysia yaitu Pak Ngah bahwa itu karena Evi tidak pernah membawakan lagu bergenre melayu. Untuk kedua kalinya, atas alasannya ini Pak Ngah selaku juri hanya memberikan nilai 80, sementara nilai yang diberikan juri lainnya rata-rata 90, dan semua juri pun mengakui keindahan suara evi tidak diragukan lagi. lalu ada apa gerangan? apakah sudah pantas evi keluar disebabkan alasan tersebut? apakah penilaian ini layak dipertanggung jawabkan? mengingat kepiauaian evi selama ini membawakan lagu-lagu dangdut dengan sangat baik? hanya karena alasan evi tidak menyanyikan lagu melayu apakah sudah sepantasnya evi keluar dari ajang ini?

Dan juga apa yang dikemukakan Pak Ngah bahwa seorang Evi memang hanya layak untuk menjadi penyanyi berskala Indonesia bukan Asia? kalimat ini sungguh benar-benar sangat disayangkan, mengapa? karena sepertinya Pak Ngah ini kurang memahami tujuan utama diselenggarakannya acara ini, bahwa Tajuk Utama acara ini adalah DANGDUT AKADEMI ASIA, yang mana ini artinya bahwa yang dicari adalah penyanyi Dangdut untuk mempromosikan musik dangdut kepada semua masyarakat di negara-negara Asia, bukan bagian dari promosi lagu melayu. Memang kalau peserta ingin membawa lagu melayu, maka tentu saja itu tidak masalah, tetapi porsi lagu melayu bukan poin yang menentukan tentunya. Dan jika Pak NGah ingin mempromosikan lagu Melayu, maka Malaysia harus membuat acara sendiri yang tujuannya untuk mengangkat lagu-lagu melayu di kancah Asia semisal Akademi Melayu Asia. 


Maka barulah di sana jurinya wajib menilai  kemampuan menyanyikan lagu melayu. Disitu barulah boleh pak Ngah menuntut penyanyi membawakan lagu melayu, yang porsi penilaiannya lebih besar. Nah ini kan ajang pencarian penyanyi dangdut, kenapa pak Ngah ngotot Evi harus bisa bawa lagu melayu, yang akhirnya nilai Evi jatuh terjun bebas. Dan seakan-akan sengaja ingin mengangkat nilai pesertanya, si Fitri yang anak baru kemaren belajar dangdut nilainya sama tinggi dengan Danang yang sudah profesional. Orang bodoh aja tahu, penilaian ini cma omong kosong.

Dan yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini adalah, apakah dalam point penilaian penyanyi memang diwajibkan untuk membawakan lagu melayu atau genre lainnya, sehingga jika tidak, maka ini akan mengakibatkan dia di diskualiifikasi. Harusnya ketentuan itu jelas bagi peserta, jadi jangan sampai peserta seperti masuk dalam perangkap tak bertuan. Sementara di setiap penampilan, peserta diminta untuk memperhatikan teknik vokal, improvisasi dan penghayatan pada lagu saja, tetapi setelah masuk sesi penilaian ternyata ada lagu wajib yang harus dikuasai. Ya...seharusnya kalau memang yang dicari penyanyi berbakat, pastilah yang dinilai paling utama adalah kualitas suaranya, dan ciri khas dari suara si penyanyi, yang mana kepada siapapun suara itu berbunyi, maka orang dapat mengenali siapa penyanyinya tanpa harus melihat wajah si penyanyi.

Rasanya Pak Ngah ini memang dia entah punya kepentingan apa dibalik ini, tapi sungguh amat sangat disayangnya cara ia memberi nilai kepada Evi sungguh sangat menyecewakan. Kenapa? Karena sebagaimana diawal sudah disebutkan bahwa acara yang diselenggerakan di Jakarta alias di Indonesia ini adalah untuk membawa harum musik dangdut (lagu khasnya Indonesia) ke kancah internasional skala Asia, sementara itu para peserta yang mengikuti acara ini dari negara lain selain Indonesia masih berada dalam taraf belajar (pemula), bahkan mereka sama sekali tidak memamahi apa itu teknik dan irama dangdut. Mereka cuma mengetahui sedikit tentang musik dangdut, dan akhirnya setelah mengikuti ajang ini barulah mereka memahami apa itu cengkok dan nada-nada khusus yang ada dalam musik dangdut dan mulai sedikit-sedikit bisa membawakannya dengan benar.

Dalam hal ini, perilaku ini Pak Ngah ini sungguh sangat menyakitkan bangsa Indonesia, karena dia sudah mencederai tujuan utama kompetisi ini, yaitu mencari penyanyi dangdut berbakat skala asia agar bisa diterima masyarakat Asia, dengan mengatakan bahwa Evi tidak bisa menyanyi lagu melayu. Lho kok bisa? Sementara Evi adalah pemenang Dangdut Akademi 2 yang seluruh masyarakat Indonesia tahu betul ia menguasai musik dangdut termasuk lagu melayu tentunya.

Saya bicara ini, bukan ingin berkata bahwa Evi harus menjadi pemenang, disini kita bicara sedang mencari penyanyi dengan kualitas terbaik dengan cara sportif (tidak menggunakan kekuatas sms pemirsa) tetapi penilaian juri yang objektif. Jika kriteria penyanyi terbaik seperti itu yang dicari, apakah menurut anda, Evi tidak layak masuk kriteria penyanyi dangdut berbakat? Dalam hal penilaian, kita semua mengandalkan nilai sportifitas juri dalam menilai kriteria baik dan bagus. Maka dari itu, jangan lagi kita mencederai nilai kompetisi sportif yang baru dibangun ini di masyarakat ini. Hargailah juga usaha masyarakat yang ingin ikut serta menjadi saksi lahirnya seorang Diva skala Asia untuk tampil menjadi penyanyi Dangdut berkemampuan internasional. Semangat sportifitas ini harusnya dijaga dengan baik oleh semua pihak.

Jika tidak maka publik akan kecewa. Mengapa publik kecewa? masyarakat berharap adalah ajang kompetisi paling jujur dan murni dilahirkan karena betul-betul sipenyanyi memiliki kemampuan maksimal, bukan Diva yang lahir karena jumlah SMS (text) atau juga bukan karena tindak kecurangan yang dilakukan secara sengaja dan terang-terangan di depan mata.


Jika maksud tindakan culas tersebut adalah dengan tujuan untuk membuat Malaysia menjadi salah satu pemenang, sekaligus mengangkat musik melayu melalui pesertanya, maka pihak penyelenggara yang akan dirugikan.

Penyelenggara acara ini dipermalukan, karena dianggap tidak bisa mencari penyanyi dangdut untuk skala Asia sesuai ekspektasi masyarakat Asia? Apa opini dan pendapat anda? Saya pribadi menganggap hasil keputusan dewan juri sangat tidak sportif. Karena itu berarti sudah membuat tujuan pencarian penyanyi dangdut berbakat ini menjadi gagal total. Bukan penyanyi dangdut lagi yang dicari ini ajang ini, tetapi penyanyi yang bisa menyanyi banyak genre musik. Hal ini sangat amat disayangkan, dan sebaiknya kompetisi ini tidak dilanjutkan lagi jika masih tidak punya flatform yang jelas tentang jenis penyanyi apa yang hendak di cari. Dan sebaiknya juga pihak penyelenggara tidak kembali menggunakan juri Pak Ngah sebagai pihak penilai. Akibat tindakannya tersebut sudah membuat kacau seluruh acara (karena terjadi banyak fitnah dan pencemaran nama baik).


Pihak Indosiar juga harusnya tegas memberikan arahan kepada para juri, bahwa ini adalah kontes penyanyi dangdut, bukan penyanyi melayu, POP atau R n B. Dan pihak pemberi sponsor juga harusnya bisa menghitung kerugian nama baik yang di pasangnya di acara ini, pada akhirnya acara ini meninggalkan kesan buruk di mata masyarakat saja. Nilai investasi sponsor juga akan cedera dengan kasus ini karena dianggap tidak mampu menghasilkan pemenang dengan tingkat spotifitas tinggi.

Dan para penyanyi dangdut senior Indonesia/komentator juga harusnya keberatan dengan keputusan ini, ini bukan hasil akhir yang diharapkan. Bagaimana mungkin masyarakat dipaksa untuk menerima saja hasil pilihan juri sementara pada akhirnya yang akan menjadi penikmat musik mereka adalah masyarakat Asia pada umumnya masih menganggap ajang ini penuh dengan aksi manipulasi dan kecurangan.

Disamping itu, kita semua tahu bahwa genre musik melayu tidak terlalu populer di telinga masyarakat Indonesia yang notabene penduduknya dua ratusan juta orang, jauh dengan jumlah penduduk Asia secara keseluruhan. Hanya beberapa lagu melayu saja yang bisa diterima di sini, selebihnya tidak ada yang kenal. Sementara di malaysia, hampir semua artisnya mengetahui lagu dangdut dan mereka hafal, ini artinya musik dangdut lebih bisa diterima daripada musik melayu itu sendiri.

Well...sekali lagi kita harus menghadapi sikap Malaysia yang mengecewakan, dan nampaknya dalam berbagai hal, kita selalu harus mengingatkan kepada mereka bahwa genre musik dangdut berbeda dengan musik melayu. Bahwa Batik Jawa tidak sama dengan Batik Melayu dan sebagainya. Bahwa kita pun pernah punya sejarah buruk tentang kompetisi sepak bola dengan Malaysia dan sebagainya. Apakah kali ini kita kembali lagi akan mengalah dengan sikap dan tindakan mereka yang semena-mena di negeri orang? Kita kembali lagi harus membiarkan mereka menginjak-injak harga diri kita di negeri kita sendiri seperti ini. Lalu apa pendapat anda, sudah sepantasnya Pak Ngah itu meminta maaf atas tindakan cerobohnya itu, lihat lah beberapa waktu belakangan ini, pendukung setiap peserta baku hantam di sosial media tanpa bisa didamaikan dan di tengahi, lalu apa yang akan kita hasilkan nantinya? Tidak ada, karena Akhir ajang kompetisi ini hanya menghasilkan kekecewaan dan sakit hati semata.

ALASAN KEBENCIAN IBLIS KEPADA MANUSIA

"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." (QS. 35-11)

Diawal penciptaan Adam as, Allah memerintahkan iblis sujud kepada Nabi Adam as. tetapi iblis menolak " "Apakah tidak lebih utama aku daripada dia! Engkau jadikan aku dari Api dan dia dari tanah."

Allah Ta'ala berfirman; "AKU melakukan sesuatu sesuai dengan yang Ku kehendakai."

Ibis berpendapat bahwa dirinya lebih mulia dibanding Adam as. Iblis lalu berdiri membelakangi Adam karena berbangga diri dan sombong, ia tidak mau sujud kepada Adam as. Sementara para malaikat sujud pada Adam as amat lama. Ketika malaikat bangkit dari sujud, Iblis masih tetap berdiri, kemudian malaikat sujud yang kedua dan sujud syukur, tetapi iblis masih tetap berdiri dan berpaling amat berbangga diri tanpa menyesal sedikitpun.

Kemudian Allah merubah bentuk wajah iblis dari mulanya indah, tampan, cemerlang, bersayap empat, pandai, ahli ibadah dan simbol kebanggaan para malaikat menjadi wajah babi hutan ; kepalanya seperti unta, dadanya seperti punukk unta besar, wajahnya antara dada dan kepala seperti kera, kedua matanya melotot seluas wajahnya, lubang hidungnya lebar seperti alat bekam, bibirnya seperti bibir lembu, taringnya seperti babi hutan dan janggutnya hanya ditumbuhi tujuh helai rambut.

Kemudian Allah mengusirnya dari surga, dari langit, dari bumi dan dari semua wilayah. Ia tidak bisa masuk bumi kecuali secara sembunyi-sembunyi, dan dilaknati sampai akhir kiamat.

Sebuah Kisah: Iblis pernah mendatangi Nabi Musa as. Ia berkata; "Engkau adalah manusia utusan Allah, dan Dia telah berfirman kepadamu secara langsung."

"Ya, benar. Apa yang kamu inginkan, dan siapa kamu!" kata Musa as. "Aku iblis wahai Musa! Dan katakan kepada Tuhanmu, ada diantara mahluk-Mu yang ingin bertobat."

Kemudian Allah menurunkan wahyunya kepada Nabi Musa as. "Katakan padanya bahwa Aku akan menerima permohonannya. Tapi perintahkan dia untuk sujud kepada kuburannya Nabi Adam as. Kalau dia mau bersujud, maka AKu akan menerima tobatnya."

Sesungguhnya siksaan iblis didalam neraka amatlah pedih. Ada yang bertanya, "Bagaimana engkau merasakan siksa Allah."

"Seberat-beratnya siksa yang pernah terjadi." jawab iblis.

"Sesungguhnya Adam sekarang ada di taman Surga, pergilah engkau menghadap dan sujudlah kamu padanya, dan ajukan senggang waktu sampai engkau diampuni.

Ternyata dia masih menolak. Siksanya makin dahsyat sekaliber 70.000 kalo lipat siksa penghuni neraka. Salah satu hadist menyebutkan; bahwa Allah mengeluarkan iblis dari neraka setiap 100.000 tahun sekali. Juga mengeluarkan Adam as dan Dia memerintahkan iblis untuk sujud kepada Adam as. Namun iblis tetap menolak, lalu ia dimasukkan lagi ke dalam neraka. Lalu apa sebenarnya alasan pokok demikian bencinya iblis kepada manusia, sehingga ia tidak mau menerima syarat yang diajukan kepadanya untuk menyembah Adam jika ia ingin menerima ampunan.



Salah satu alasannya adalah karena Iblis sudah berada di puncak kesombongannya dan ia sama sekali tidak bisa menerima kenyataan bahwa manusia adalah mahluk Allah swt yang sudah mendapat tempat terpuji jika dibanding dirinya. Puncak kesombongan iblis ini sudah berada pada tahap berani menantang kekuasaan Allah swt sebagai mahluk ciptaan-Nya yang sebelumnya diciptakan memiliki banyak kemampuan ghaib. Kesombongannya membuat ia berada di puncak segala rasa kebencian terhadap manusia termasuk juga terhadap sang Pencipta-Nya. Kemarahan bagaikan bara api yang memuncak dan tidak bisa dipadamkan dengan cara apapun bahwa Iblis sudah membakar dirinya sendiri dalam dendam berkepajangan, walau ia pun sudah berusaha menyesali perbuatannya dan berupaya mencari cara agar Allah swt mau memaafkan dirinya, tetapi sayangnya ketika diajukan syarat agar ia mau menyembah Adam, namun ia menolak. Ia memilih tetap berada pada posisi membelakangi Adam dan keturunannya dibandingkan harus mengakui kesalahannya.

Dan Allah Maha tahu, apapun yang ada dalam diri setiap mahluk-Nya, setiap hal paling kecilpun yang tersirat dalam jiwa mahluk-Nya, bahwa iblis tidak akan mengubah pendiriannya sampai hari kiamat tiba. Allah swt tahu bahwa Iblis akan tetap menjadi iblis yang sombong dan congkak, hingga ia menerima balasan terburuk di neraka jahanam kelak. Itu adalah takdir Iblis yang sudah paling nyata. Sementara takdir anak cucu Adam masih berada di tangan mereka masing-masing, siapa saja yang berusaha mencari keridhoan ALlah swt maka ia akan selamat, dan kepada siapa saja yang dengan sadar menyimpang dari ajaran-Nya maka ia akan berkumpul bersama iblis di neraka kelak, sebagai golongan mahluk yang menyombongkan diri.

Diriwayatkan juga, sesungguhnya iblis pernah berdoa memohon keringanan hukuman ; "Wahai Allah, Engkau sudah mengeluarkan aku dari surga karena masalahku dengan Adam, dan aku tidak bisa menguasai dia kecuali dengan Penguasaan-Mu. Berilah aku sedikit keringan."

Allah berfirman ; "Engkau bisa menguasai Adam, maksudnya anak cucunya untuk menjaga kenabiaan bapak-bapak mereka."


Allah swt. berfirman :
قال فبعزتك لأغوينهم اجمعين الا عبادك منهم المخلصين
Artinya : Iblis bersumpah ”Demi sifat keagunganMu Tuhan, niscaya aku pasti akan membujuk anak cucu Adam semua. Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas (dalam beramal)”.
Itulah sumpah Iblis. Ia dan seluruh tentaranya akan berusaha sekuat tenaga mereka demi menjerumuskan anak cucu Nabi Adam as. Ke jalan yang sesat.  


Dalam surat Al a’rof ayat 16-17 juga di sebutkan:
قال فبما اغويتني لاءقعدن لهم صراطك المستقيم ثم لاءتينهم من بين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم ولاتجد اكثرهم شاكرين

Artinya : ”Iblis menjawab karena Engkau (Allah) telah menghukum saya tersesat maka saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapat kebanyakan mereka bersyukur ( taat)”.

“Demi sifat kemulyaan-MU tuhan aku tidak akan keluar ( untuk mengganggu ) dari hatinya anak cucu adam selagi mereka masih mempunyai ruh” lalu allah berfirman:
لا امنعهم التوبة مادامت ارواحهم في اجسادهم

“Demi sifat kemulyaanku aku tidak akan menolak tobat mereka selagi ruh masih berada di jasad mereka”

Iblis berkata lagi, لاغوينهم اجمعينniscaya aku pasti akan membujuk mereka semua”
allah berfirman lagi لاكقرن عنهم سيئاتهم

“pasti aku akan menghapus semua kejelekan-kejelekan mereka”

Iblis berkata lagi:
لااتينهم من ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم

Aku pasti akan mendatangi mereka dari arah depan mereka, dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka, dan dari kiri mereka”

setelah mendengar itu semua hati malaikat menjadi tipis(kasihan)terhadap manusia, kemudian allah berfirman:
انه بقي للانسان جهة الفوق والتحت فاذا رفع يديه باالدعاء على سبيل الحضوع اووضع وجهه على الارض على سبيل الخشوع
  غفرت له الذنوب ولا ابالى

Artinya “Sesungguhnya masih ada bagi manusia yaitu arah atas dan bawah, apabila manusia mau mengangkat ke dua tangan untuk berdoa dengan penuh ketundukan atau meletakkan wajahnya pada bumi ( sujud ) dengan penuh khusu’ maka aku akan mengampuni dosa-dosanya secara pasti”