Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan

MARI KENALI RUH DAN JIWA KITA

CIRI MAHLUK YANG MENGENAL DIRI

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pastilah ingin mengetahui hakikat kehidupannya, apa alasan ia dilahirkan, bagaimana ia bisa ada di dunia ini, siapa yang menciptakannya, untuk apa dan dalam rangka apa, serta berbagai pertanyaan dasar yang berupaya untuk mengetahui lebih dalam dan lebih banyak lagi pengetahuan dan pemahaman tentang identitas diri. Hal ini adalah wajar karena manusia memiliki rasa keingintahuan yang besar tentang apapun yang berkaitan dengan dirinya. Dan dari keingintahuan yang besar ini juga terdapat rahmat Allah, dimana ini adalah satu bagian instrument pemahaman dasar yang dibekali Tuhan kepada ciptaan-Nya agar manusia bukan hanya bisa mengenal dirinya namun juga bisa mengenal Tuhan-Nya dan mahluk ciptaan lainnya. Lalu hingga saat ini sudahkah anda mengenal diri anda? atau apakah juga kita sudah mengenal dzat yang menciptakan kita? Tentunya kita masih amat asing bahkan dengan diri kita sendiri, maka dengan ini semoga kita bisa diberi pemahaman, walau hanya sedikit tapi semoga saja bermanfaat.


Hakikat Manusia

Bagaimana manusia bisa mengenal pencipta-Nya jika ia sendiri tidak mengenal dirinya secara utuh. Sebuah ilmu dibutuhkan untuk mencapai pengetahuan sejati sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya. Ilmu itu diberi nama ilmu tarekat, yaitu imu pengenalan diri. Ilmu yang digunakan untuk memahami identitas diri. Berikut definisi masing-masing unsur pada manusia:
- Jasad/fisik adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan, yang diciptakan dari tanah yang dibentuk menjadi daging, tulang lalu membentuk; badan, kaki, tangan, panca indera dan sebagainya
- Jiwa (nafs) adalah sesosok mahluk dalam wujud halus alam yang dibentuk dari unsur alam min sulaatin min thiin (ekstrak alam), yang hidup dan memiliki pemahaman, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.
- Roh/ruh adalah satu kejadian uap atau gas yang keluar dari dalam hati kasar atau jantung. Uap atau gas itu berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia. Unsur ini adalah bagian rahasia Allah, manusia tidak akan bisa menggapainya.

- Sedangkan qolbu adalah sifatnya jiwa yang selalu berubah-ubah (bolak-balik), tidak tetap.

Asal kejadian roh inilah yang perlu kita ikuti dan telusuri, karena dengan bagitu kita akan mudah mengidentifikasi diri kita. Dan Alquran sudah meng-isyaratkan bahwa unsur kejadian manusia terdiri atas tiga, yaitu unsur badan atau jasad (jasad), unsur Jiwa (nafs), dan unsur roh (ruh). Berikut tahapan pembentukan diri manusia menurut firman dan hadist:

1. Jiwa/nafs dan Ruh


Sebagai tahap awal, Allah mengambil sumpah kepada “jiwa” yang masih berada di alam ghaib. Para jiwa ini belum dipasangkan ke dalam jasad, karenanya ia masih bebas beterbangan dan menunggu dipanggil untuk melaksanakan tugas. Allah berfirman dalam surah (Al Araaf:172) yang bermaksud:
Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman :

”Bukakankan Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap keesaaaan Mu.

Kondisi jiwa yang sudah disumpah ini mengakui Allah sebagai dzat yang menciptakannya, dan jiwa juga mau menjadi saksi atas segala perbuatan jasad selama di dunia pada hari akhir nanti. Setelah proses pengambilan sumpah, tahap berikutnya adalah Allah menjelaskan tentang tugas pokok dalam kehidupan di dunia kelak, bahwa ia akan mengembang dua tugas pokok yang mencakup jalan ketaqwaan dan jalan kefasikan. Surah Asy Syams (91:7-10) Firmannya yang bermaksud:

“Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.

Ini menunjukan bahwa sebelum jasad manusia di susun, allah terlebih dahulu mempersiapkan unsure pokok yang paling utama bagi sosok manusia yaitu Jiwa yang sudah berikan pemahaman hakikat ketuhanan dan keilmuan. Jiwa yang telah mengaku dan mengenal arti keesaan, keagungan dan kebesaran Allah s.w.t dengan sepenuh‐penuh Haqqul Yaqin. Disamping itu juga sudah mengerti fungsi dan tugas keruhaniahan ia juga memiliki kemampuan pemahaman yang mendalam tentang ilmu allah yang luas, yaitu jiwa/nafs ini bertugas untuk memberikan pemahaman memilih jalan yang akan ditempuh, apakah jalan itu menuju ketaqwaan atau menuju jalan kefasikan. Dan jika manusia memiih pada jalan ketaqwaan, maka ia akan termasuk dalam golongan manusia beruntung, jika sebaliknya maka ia akan menjadi manusia yang rugi. Karena setiap jiwa sudah dibekali pemahaman dan kesadaran yang pada setiap hal yang dilakukannya. Sebagaimana firman allah dalam Surat at-Takwir ayat 1 berikut ini:

“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yag telah dikerjakannya.”

Dan setiap jiwa juga sudah dilengkapi dengan system kesadaran atas apa-apa yang dikerjakannya, apa yang dilalaikannya, dan apa yang di pilihnya. Sebuah keyakinan yang melekat pada jiwa ini adalah bahwa jiwa ini bersifat hidup dan mampu membuat keputusan sendiri, dan penuh kesadaran diri. Surat Al-Infitar ayat 1.

‘Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”

Sampai disini maka selesailah tahap pembentukan unsure Jiwa untuk kemudian dipasangkan pada wujud jasad manusia. Unsure jiwa ini kini sudah memenuhi syarat untuk mengemban tugas kehidupan manusia.

2. Jasad/fisik


Tahap kedua adalah proses penyusunan jasad/fisik/jasmani/tubuh manusia. Unsur jasad atau jisim terdiri dari seluruh angggota tubuh manusia yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki yang terbuat dari salah satu unsure sari pati tanah liat yang didalamnya mengandung unsure protein. Ia dijadikan dari tanah liat yang sangat halus dan mempunyai bentuk dan wujud nyata. Keadaan dan sifatnya; kasat mata, dapat raba/sentuh, dapat berubah bentuk, dapat rusak dan dapat dimusnahkan. Diciptakannya jasad ini dalam rangka sebagai media/sarana diletakkannya unsur sebelumnya, yaitu jiwa. Sosok jiwa yang sebelumnya sudah ditanamkan berbagai pemahaman dan pengetahuan dasar kehidupan, lalu dipasangkan ke dalam jasad/fisik manusia, sehingga jadilah ia sesosok mahluk yang pandai.

Didalam jasad ini Allah melengkapinya dengan akal dan hati. Akal digunakan sebagai buku panduan dan perpustakaan utama. Sedangkan hati sebagai bagian halus yang merasa dan memahami. Unsur hati juga terbagi menjadi dua sisi; Hati Ruhaniah dan Hati Jasmaniah. Hati Ruhaniah adalah sesuatu yang halus, hati yang merasa, mengerti, memahami, dan mengetahui, ia merupakan tempat bersemayamnya iman dan ilmu. Hati Jasmani adalah sepotong daging yang terletak di dada sebelah kiri, seluruh mahluk hidup seperti binatang memilikinya.

Lalu didalam hati ini juga disematkan nafsu, yaitu dua jenis hawa nafsu. Pertama, Nafsu yang menuju jalan cahaya (mutmainah) dan nafsu yang menuju jalan kegelapan (Lawammah). Dua nafsu ini akan menjadi jarum penentu arah kehidupan manusia, jika jarum menunju pada arah cahaya maka ia akan menuju pada Tuhannya, sedangkan jika menuju pada arah kegelapan maka ia akan menuju pada kesesatan.

Sampai di sini, manusia sudah dikatakan bisa hidup mandiri, namun bagi Allah kedua unsure ini belumlah cukup. Sebagai konsekuensi ditakdirkannya manusia sebagai pemimpin di muka bumi, maka Allah sekali lagi membekali manusia dengan unsure ke tiga yaitu Ruhaniah. Unsur ini juga dimiliki oleh mahluk lainnya, namun perbedaannya unsur ruhaniah yang dimiliki manusia ini memiliki nilai khusus di mata Allah swt.

Ruh itulah yang menyebabkan meningkatnya martabat anak manusia, sehingga menjadikan para malaikat menghormatinya. Yang kedua, ketinggian dzat yang disebut Ruh itu terlihat dari bagaimana Allah mengatakannya sebagai Ruh-Ku. Dia menggunakan kata ganti kepunyaan itu, untuk menggambarkan itu adalah Ruh-Nya. Penggunaan kata Ruh Ku ini tentu jangan ditafsirkan sebagai Ruh Allah yang masuk ke dalam diri manusia. Melainkan itu Ruh milik (ciptaan) Allah. Meskipun, di ayat lain, Allah juga mengatakan sebagian dari Ruh-Ku, yang menggiring kita pada pemahaman bahwa Allah ‘mengimbaskan’ sebagian dari sifat-sifat mulia-Nya kepada manusia lewat Ruh itu. Dengan kehadiran Ruh-Nya itulah manusia bisa menjadi khalifah dimuka bumi.

3. Proses Penyatuan Ruh dan Jasad/jasmani


Setelah selesai seluruh prosesi penyusunan lapisan materil jasad manusia dengan unsure jiwa, maka kemudian Allah memulai proses penyatuan unsure Ruhanian dengan jasad/fisik manusia. Namun sebelum Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses-Nya. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan Ruh untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s. Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh pun akhirnya memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah:

"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".

Lalu Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah.
Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah :

"Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).

Setelah Allah meniupkan ruh-Nya kedalam jasad tersebut. Didalam Ruh-Nya Allah memberikan suatu kelebihan tambahan mengenai kemampuan melihat, mendengar dan hati. Bagian tambahan ini yang menjadi bagian kesempurnaan manusia, mengapa? Karena tiga kemampuan ini hanya disematkan pada manusia, dan ketiga kemampuan ini adalah salah satu sifat kemuliaan milik Allah swt yang agung, namun sayangnya kebanyakan manusia tidak menyadarinya.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad nya ruh Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.”

Jadi setelah seluruh rangkaian pembentukan jasad yang sudah dilengkapi jiwa, mulailah masuk unsure ruh-Nya kedalam jasad. Sampai tahap ini, proses penyusunan jasad manusia sudah selesai dan dianggap sudah sempurna kejadiaannya, lalu allah memerintahkan mahluk lain (malaikat dan iblis) untuk bersujud kepada Adam as.

"Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.
[QS. Al Hijr:29]

Ketika Allah sudah menyempurnakan proses kejadian penyatuan jasad dan ruh, maka perhatikan sepenggal kalimat yang menyiratnya kata-kata ‘meniupkan ruh-Ku’ yang artinya bahwa didalam unsure ruh ini ada unsure suci, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk. Jadi ruh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri, melaikan sesosok mahluk suci yang sudah dibekali tiga kemampuan lebih. Roh itu kepunyaan Allah, yang ditiup masuk ke dalam Jasad manusia dimana ruh itu dibekali kemampuan tambahan, tidak sama dengan ruh yang ada pada hewan dan tumbuhan, ruh ini memiliki kemampuan penglihatan, pendengaran dan hati yang bersumber dari-Nya. Dan ketika manusia wafat, maka Roh itu akan kembali ke pangkuan-Nya dalam keadaan sempurna.

“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)"(QS 75:14).

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".

Unsur suci yang dimaksud disini adalah bahwa allah atau Dia menghembuskan dua unsur suci yang ada pada 99 nama dan sifat terpuji Allah swt (asmanul husnah), yaitu Al – Samii’ (Maha Mendengar) dan Al – Bashiir (Maha Melihat) serta Hati yang berguna untuk merasa (mudah tersentuh, bergetar hatinya, bergejolak jiwanya) serta sebagai tempat datangnya ilmu, hikmah dan hidayah Allah swt.

Ketiga unsure ini adalah unsure yang sangat suci dan memiliki tingkatan derajat yang tinggi, karena hanya manusia yang dilengkapi dengan sifat terpuji Allah swt ini, dengan tujuan agar manusia dapat memiliki kemampuan penglihatan dan pendengaran yang mendalam tentang hakikat keilmuan dan ketuhanan.

Itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke dalam diri (introspeksi diri) sebagimana firman Allah dalam surat az-Zariat ayat 21:

وَفِى اَنْفُسِكُمْ اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ

Artinya : Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya.

Allah memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan ke dalam dirinya disebabkan karena di dalam diri manusia itu Allah telah menciptakan sebuah mahligai yang mana di dalamnya Allah telah menanamkan rahasia-Nya sebagaimana sabda Nabi di dalam Hadis Qudsi :

بَنَيْتُ فِى جَوْفِ اِبْنِ آدَمَ قَصْرًا وَفِى الْقَصْرِ صَدْرً وَفِى الصَّدْرِ قَلْبًا وَفِى الْقَلْبِ فُؤَادً وَفِى الْفُؤَادِ شَغْافًا وَفِى الشَّغَافِ لَبًّا وَفِى لَبِّ سِرًّا
وَفِى السِّرِّ أَنَا (الحديث القدسى)

Artinya: “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah”. (Hadis Qudsi)

Allah tidak menganugerahkan ini pada mahluk lainnya dan inilah alasannya mengapa allah memerintahkan mahluk lain (bangsa jin dan iblis) untuk bersujud kepada Nabi Adam as kala itu. Serta inilah juga alasannya mengapa Allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Dan ini juga sebabnya mengapa dalam berbagai firman-Nya Allah selalu mengisaratkan bahwa Allah mengetahui apa-pun yang dikerjakan manusia, yang besar atau kecil bahkan yang nampak ataupun yang tidak nampak. Karena tiga unsur suci ada dalam diri manusia.

Ketiga unsure ini yang menjadikan manusia sangat istimewa dan sempurna jika dibandingkan mahluk lainnya. Apa saja keistimewaan ketiga sifat allah yang melekat pada manusia tersebut. Jika manusia pandai memanfaatkan ketiga keistimewaan yang diberikan ini, maka dengan ijin Allah, manusia itu akan mampu menjadi apapun yang diinginkan Allah terjadi atas dirinya. Seluruh organ tubuhnya akan bergerak hanya karena Allah dan atas kehendak Allah semata. Allah berfirman dalam salah satu hadis qudsi,

“Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya dia menggenggam.”)

26. Al – Samii’ (Maha Mendengar)

Keistimewaan sifat maha mendengar ini adalah keistimewaan kepada manusia yang akan dapat mendengar nasihat, hikmah dan tauladan dari sebuah peristiwa atau kajian ilmu. Ia dapat mendengar datangnya sebuah pertanda peringatan yang berkaitan dengan kehidupan orang banyak, atau peringatan atas suatu bencana yang akan menimpa dirinya. Dan keistimewaan lainnya adalah manusia akan mampu berkomunikasi dengan orang lain melalui fungsi pendengaran yang tersambung langsung dihatinya, ini yang orang awam namakan telepati serta berbagai keistimewaan system pendengaran lainnya. subhanallah, semoga allah memberkati.

27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)

Jika manusia mampu memanfatkan dengan baik fungsi penglihatannya, maka Allah WT akan mengaruniakan kepadanya penglihatan (mata) yang tajam, bahkan bisa menembus ruang dan waktu. Di jaman nabi, orang-orang dengan kemampuan penglihatan tajam ini bisa menyaksikan keindahan alam surgawi. Keistimewaan kemampuan mata hati untuk melihat fenomena alam, melihat batin manusia lain, serta dapat melihat luasnya alam semesta ini. Anda juga mungkin pernah merasakannya, dimana suatu saat seolah-olah anda bisa membaca pikiran orang lain dan sesungguhnya jiwa anda sedang melihat hati orang tersebut. Mata itu disebut al bashiirah (yang maha melihat). Disamping juga bertujuan agar manusia bisa menyaksikan tanda-tanda kebesaran allah di alam semesta ini. Meski kita tidak akan dapat melihat Allah secara langsung, karena hanya Dia yang dapat melihat diri-Nya, tetapi dengan bashiirah kita dapat melihat diri kita sendiri, kita dapat mengenal diri kita sendiri.

HATI (Tempat datangnya ilmu dan hidayah)

Allah menganugerahkan hati yang halus dan lembut ke dalam jiwa manusia, tentu saja ini ada maksud dan tujuannya. Diantaranya adalah hati yang dapat merasa, berinteraksi dan berpikir. Sifat hati ini adalah selalu mengajak manusia pada jalan yang lurus, mencari kebenaran sejati, mengajak pada kebajikan. Hati ini yang dimana ketika disebut nama Allah maka ia akan bergetar, getarannya ini membuat segenap tubuh guncang. Hati ini sangat lembut sehingga ia sangat mudah tersentuh pada hal-hal yang bersifat sensitive, mudah terkesima pada kebesaran ciptaan-Nya, mudah bergejolak jika ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia Allah swt.

Dari sifat hati yang penuh kemuliaan ini yang akan membuat kita bisa merasakan sifat-sifat mulia allah yang ada pada diri kita, sifat yang tenang, sabar, tawadhu, istiqomah dan sebagainya yang kesemuanya berjumlah 99 sifat mulia.
Disamping mampu merasa, hati yang dimaksud disini juga memiliki kemampuan berpikir dengan sangat tajam. Mampu membuka berbagai khasanah keilmuan. Hati ini yang menjadi pusat kecerdasan manusia, ia mampu berinteraksi bolak-balik dan naik turun sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia menggali pengetahuan. Hati Ruhaniah ini juga termasuk fungsi intuisi, firasat, hidayah dan al hikmah dan juga tempat bersemayamnya iman orang muslim. Dengan diaktifkannya hati inilah, Allah berinteraksi dengan manusia secara langsung. Dan itulah sebabnya allah menegaskan bahwasanya Allah itu amatlah dekat pada hambanya.

"Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang AKu, maka (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat.
" Quran Al Baqarah:186.

Tapi hikmah utama dibalik pemanfaatan sumber penglihatan, pendengaran dan perasaan adalah bahwa pada setiap penglihatan mata yang terdapat iman, maka pada apapun yang dilihatnya itu akan menambah keimanan dalam dada. Apapun suara yang mereka dengarkan di sekelilingnya, maka itu akan juga menambah nilai keimanan si pendengar, serta apapun rasa yang tertanam maka itu akan membuat mereka makin tunduk kepada Sang Pencipta. Tidak ada lain tujuan utama diciptakannya panca indera ini selain untuk menambah keimanan kita.

Satu-satunya mahluk yang sudah mengoptimalkan kesemua unsure istimewa ini hanyalah Nabi Muhammad saw dan para sahabat, hanya beliaulah satu-satunya mahluk yang dengan-Nya seluruh anggota tubuhnya tumbuh dan bergerak hanya ke satu tujuan, yaitu Allah swt. Dan pada semua fungsi panca inderanya juga Allah menjadikannya satu-satunya manusia yang dengan semua perkataan yang terucap dan semua tindakannya bersifat mulia di mata seluruh pengikutnya bahkan di mata para musuh-musuhnya. Sifat-sifat mulia Allah sudah melekat dan tumbuh ke dalam setiap aliran darah dan setiap hembusan nafas Rasulullah saw. Adakah setiap perkataan rasulullah, manusia dapat membantah dan mendustakannya? Pastilah tidak, karena Allah selalu bersamanya kemanapun rasulullah berada. Itulah yang dimaksud dengan insane yang mulia.

13 SIFAT SETAN YANG ADA PADA DIRI MANUSIA


Pada hakikatnya tugas jin dan manusia adalah sama yaitu beribadah kepada Allah swt. Dalam setiap gerak geriknya senantiasa mengharap keridahaan Allah semata. Pekerjaan jin juga sama dengan manusia. Sementara setan mengajak manusia supaya berbuat jahat. Lalu apakah benar ada manusia yang termasuk satu golongan dengan setan? jawabannya ada, yaitu manusia yang mengajak pada kejahatan maka termasuk dalam setan dari golongan manusia yang mana keduanya saling bahu-membahu dan tolong menolong dalam mengerjakan kebathilan. Dua golongan ini memiliki sifat dan perilaku yang mirip bahkan serupa, karena keduanya memiliki kesamaan sudut pandang yaitu sama-sama ingin mengajak manusia kepada keburukan. Keduanya ingin mencapai tujuan bersama yaitu menyesatkan lebih banyak lagi manusia di muka bumi. Lalu apa saja sifat-sifat dasar yang dimiliki golongan manusia dari golongan syetan ini, berikut ini penjelasannya.

a. Jin

Jin artinya yang tersembunyi atau yang tertutup. Oleh karena itu kita tidak akan bisa melihat kehidupan mereka dengan mata telanjang. Lalu dimanakan jin itu berada? Jin juga berada di alam dunia ini, hanya saja mereka berada ditempat yang kita tidak dapat melihat atau alam ghaib.

"...Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka...(QS. Al Araf:27)

b. Setan
Dalam bahasa arab setan berarti jauh. Maksudnya mahluk yang jauh dari petunjuk Allah atau tersesat. Setan adalah sifat jelek yang melekat pada setiap mahluk-Nya. Jika perbuatan jelek sudah menjadi kebiasaan seseorang, perbuatan itu akan berubah menjadi sifat jelek. Oleh karena itu, jika seseorang mempunyai sifat jelek, maka secara tidak langsung ia sudah menjadi setan. Setan dapat berasal dari golongan jin dan manusia. Allah berfirman sebagai berikut:
Artinya:

"Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin,..."
(QS. Al An'am:112)

Maka dari itu sudah sadarkah kita bahwa jika dalam diri kita terdapat salah satu sifat setan berikut ini maka kita termasuk dalam golongannya setan yang terkutuk itu. Beberapa ayat al-Quran telah menjelaskan sifat-sifat syaitan yang tercela yang juga dimiliki oleh jin dan manusia, di antaranya;

1-”Takabbur“

Allah s.w.t menyifatkan iblis laknatullah dengan sifat ini kerana iblis menganggap dirinya lebih baik daripada Adam a.s. Dia enggan dan bersikap angkuh (takabbur) apabila diperintah oleh Allah s.w.t supaya sujud kepada Adam a.s. Sebaagimana Allah s.w.t telah berfirman yang bermaksud:

“Allah s.w.t berfirman; "Apakah yang menghalangi engkau (sehingga)kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?”(iblis) menjawab”Aku lebih baik daripada dia.Engkau ciptakan aku daripada api dan sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah“(surah al-A’raf:ayat 12)

Sifat takabur setan ini juga ada pada sebagian diri manusia, yaitu orang-orang yang sudah menganggap dirinya lebih dari orang lain dalam hal harta dan kekayaan. Mereka tidak sungkan-sungkan menghina saudaranya di depan umum dengan alasan perbedaan kasta dan status. Dalam hal ini dalam diri orang tersebut sudah dikuasai syetan secara masif dan ia sudah tidak menyadarinya.


2-”Sombong dan keras kepala“

Kedua-duanya merupakan sifat iblis sebagaimana Yang Allah s.w.t berfirman yang bermaksud;

“(Iblis) menjawab, Kerana Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku selalu menghalangi mereka daripada jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”
(Surah al-A’raf: ayat 16-17)

Ini menunjukkan bahawa kekufuran iblis bukanlah kerana kejahilan bahkan kekufurannya kerana keras kepala dan sombong. Sifat ini juga ada pada diri manusia yang hatinya sudah keras dan membatu, sudah tidak ada lagi yang bisa memberinya nasihat, dan tidak ada lagi yang bisa diperbaiki karena hatinya sudah sedemikian kerasnya.

3-“Laknat”

Dilaknat lagi tersingkir dan jauh dari kebaikan, dan iblis juga merupakan yang pertama dilaknat dan disingkir dari rahmat Allah s.w.t. Firman Allah s.w.t;

“(Allah) berfirman,”Keluarlah kamu dari sana (syurga) dalam keadaan terhina dan terusir”(Surah al-A’raf: ayat 18).

Sifat manusia yang juga akan dilaknat Allah di hari akhir kelak adalah orang-orang yang sudah dengan sadar diri mengambil jalan keluar dari akidah Islam dan memilih bersekutu dengan bangsa syetan demi untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dunia.

4-“Menggoda(al-Waswasah)) dan memperdaya”


Al-Waswasah ialah percakapan hati yang dibisikkan oleh syaitan yang tidak ada kebaikan dan manfaat, sifatnya hanya menggoda dan menjebak. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (syaitan) berkata,”Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal(dalam syurga)”(Surah al-A’raf: ayat 20)

Ayat di atas menjelaskan sifat iblis dan hasad dengki terhadap Adam dan Siti Hawa a.s, dan juga bagaimana iblis berusaha memperdaya, menggoda dan menipu sehingga kenikmatan dan pakaian yang baik dirampas daripada kedua-duanya. Sedemikian besarnya rasa benci yang ada dalam hati manusia sehingga ia berusaha melakukan berbagai upaya menghasut, memperdaya dan menipu orang lain, ia sudah tidak bisa lagi melihat keburukan yang akan ditimpakan kepadanya sebagai akibat dari tindakan dengkinya itu sehingga manusia seperti juga sudah terpedaya dan masuk perangkap iblis.

5-“Mungkir janji”

Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

”Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu hari ini, dan sesungguhnya aku adalah penolongmu”. Maka ketika kedua-dua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), syaitan balik ke belakang sambil berkata,”Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu”(Surah al-Anfal: ayat 48)

Ahli tafsir menjelaskan bahawa ayat ini diturunkan ketika peperangan badar, di mana iblis berjanji kepada orang musyrikin untuk menolong mereka menentang orang islam, maka tatkala puak islam bersama rasulullah s.a.w berhadapan dengan puak musyrikin, maka iblis pun menyamar sebagai seorang lelaki dan bersamanya tentera, lalu berkata iblis kepada orang musyrikin: Kamu tidak akan kalah hari ini dan aku adalah penolong kamu. Apabila iblis melihat tentera malaikat dia pun berundur dan tidak memberi pertolongan kepada tentera musyrikin, dan juga telah memungkiri janjinya untuk menolong mereka. Allah s.w.t telah memberi kemenangan kepada tentera islam di dalam peperangan tersebut. Di sini jelaslah bahawa iblis adalah pembohong dan pemungkir janji.
Sifat mungkin janji pada diri manusia juga ada banyak macamnya, misalnya dalam sebuah perjanjian kerjasama, mereka juga sering berusaha mengingkarinya dengan banyak alasan.

6-“menghasut”(Nazgh)

Dalam kamus menyatakan bahawa “Nazgh” ialah mencerca atau menfitnah. Ia juga membawa makna menghasut, membujuk dan membisik (percakapan hati yang tiada manfaat dan kebaikan). Sifat-sifat ini merupakan sifat iblis laknatullah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“Setelah Syaitan merosakkan(hubungan) antara aku dan saudara-saudaraku”(Surah Yusuf: ayat 100)
Kepada manusia yang suka bergunjing dan berbicara yang tidak ada bukti dan saksinya, mereka bahkan suka membesar-besarkan berita, membuat cerita karangan agar orang yang mendengarkan atau memberi perhatian lebih atau dengan tujuan tertentu, itulah contoh manusia penghasut.

7-“Menjauhkan dan mengakhirkan”(al-Khanas)

Firman Allah yang bermaksud;

“(Aku bermohon dengan Allah) daripada kejahatan bisikan syaitan al-Khannas”(Surah al-Nas: ayat 4)

8-“Memperdaya”(al-Gharur)

Kamus ada menyatakan bahawa tipudaya syaitan membawa maksud menipu, menggoda dan membujuk. Firman Allah s.w.t;

“maka janganlah kamu sekali-kali terpedaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu terpedaya oleh penipu dalam (mentaati) Allah”(Surah Luqman: ayat 33)

Banyak manusia terpedaya dengan kenikmatan dunia yang sifatnya sementara, menganggap diri mereka bisa mendapatkan kebaikan jika mengejar dunia, namun pada akhirnya yang didapatkan hanyalah kekecewaan.

9-“Tipudaya”(al-Kayd)

Ia membawa maksud tipu dan jahat seperti melakukan pembohongan dan membuat helah. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“maka perangilah penolong-penolong syaitan (kerana) sesungguhnya tipudaya syaitan adalah lemah”
(Surah al-Nisa’: ayat 76).

Syetan membuat berbagai tipudaya agar banyak yang mau mengikuti langkah-langkahnya, seperti itu juga sikap orang yang suka melakukan tipudaya dalam bentuk sihir misalnya, banyak manusia percaya kepada sihir dan ahli nujum, sesungguhnya tipudaya itu merugikan mereka sendiri.

10-“Memukul dengan kuat(merasuk) dan menyentuh(menggilakan)-(al-Khabt dan al-Mass)


Ia bermaksud menyentuh manusia dan menyakitinya(merasuk). Allah s.w.t menyifatkan pemakan riba seperti orang yang dirasuk syaitan apabila bangkit dari kubur. Firman Allah s.w.t yang bermaksud;

“Pemakan-pemakan riba itu tidaklah mereka itu bangkit(dari kubur) melainkan seperti bangkitnya orang-orang yang dirasuk syaitan”
(Surah al-Baqarah: ayat 275)

Merasuki bermakna menjadi gila dan hilang kesadaran dan kontrol diri, banyak orang yang menjadi terasuki oleh kesenangan dunia dan mereka menggila-gilakan sesuatu bagaikan barang sesembahan yang layak dipuja-puja, orang-orang seperti ini adalah orang yang sudah diluar batas.

11-“Sihir dengan meniup(al-Nafth)

Firman Allah s.w.t berfirman yang bermaksud;

“(Aku berlindung dengan Allah) daripada tukang-tukang sihir yang meniup pada ikatan-ikatan”(Surah al-Falaq: ayat 4)

Dalam satu doa yang ma’thur diajar kepada kita membaca doa ini yang bermaksud;

“Ya Allah…Aku berlindung dengan Engkau daripada godaan syaitan, tiupan dan ludahannya”

Sifat setan yang suka sekali meniupkan rasa was-was dan takut berlebihan ke dalam diri manusia sehingga manusia itu bersikap diluar kendali dirinya adalah perilaku iblis yang sama dengan manusia yang selalu menghasut dan menakut-nakuti orang lain yang sedang dalam kesusahan.

12-“Syaitan laki-laki dan perempuan”(al-Khubth dan al-Khabaaith)


Dalam kamus menjelaskan jahat(al-Khubth) lawannya baik(al-Toyyib). Satu doa yang ma’thur mengajar kita membacanya ketika memasuki tempat buang air(kecil ataupun besar) iaitu yang bermaksud;

“Aku berlindung dengan Engkau ya Allah…dari kejahatan syaitan betina dan jantan”

Disifatkan dengan yang demikian kerana syaitan mengintai untuk memudaratkan manusia di tempat-tempat yang kotor, tempat-tempat maksiat, dan tempat-tempat berkumpulnya pendosa. Syetan yang ada di sana bukan hanya laki-laki tetapi juga ada setan wanita yang menampakkan diri dalam wujud yang sangat disukai manusia durjana.

13-“Menggoda”(al-Hamz)

Nabi s.a.w menjelaskan bahawa makna godaan syaitan dengan kematian iaitu menggoda manusia sehingga menjadi gila kerana terhasil daripada godaannnya. Dalam al-Quran ada menyebut yang bermaksud;

“Dan katakanlah, Ya Tuhanku…Aku berlindung dengan Engkau daripada godaan syaitan-syaitan”
(Surah al-Mukminun: ayat 97)

Maknanya Aku berlindung dengan Engkau daripada bisikan syaitan dan godaannya daripada mengingati Allah s.w.t. Dalam suatu hadis menceritakan bahawa rasulullah s.a.w memohon perlindungan dengan Allah s.w.t daripada godaan syaitan, fitnah dan bisikannya.

Setan dan manusia yang sama-sama tersesat akan bersekongkol untuk mencari teman baru yang bisa mereka ajak berbuat dosa bersama-sama dengan cakupan yang lebih besar dan lebih luas lagi, mereka bagaikan orang kehausan mencari mangsa yang siap menjadi teman dan saudara mereka dalam kesenangan dunia.

MANUSIA GENERASI BARU GEN-X

GENERASI MASA DEPAN

Pernahkah anda membaca sepenggal artikel yang berisi tentang akan datangnya suatu generasi baru dimasa depan. Mulai dari yang disebut generasi x, y dan z. atau generasi masa depan nibiru, generasi millennium dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa generasi ini berasal dari planet tertentu, memiliki perbedaan struktur genetika, memiliki level kecerdasan lebih tinggi dari manusia umumnya, memiliki peradaban maju dan lain sebagainya. Seperti yang sering kita lihat di film-film holywood bergenre ilmiah futuristik. Terdengar sangat fantastik dan mengundang decak kagum bukan. Tapi benarkah berita ini? Adakah ini sebuah fakta yang benar-benar akan terjadi. Lalu bagaimana dengan nasib manusia yang ada saat ini? Dan bagaimana seorang muslim harus menanggapinya? Kita sebagai seorang beriman yang memiliki penglihatan, pendengaran dan hati serta kitab suci yang maha benar maka sudah seharusnya sikap kita adalah mencari tahu kebenaran itu untuk menjadi pembelajaran berharga dengan melakukan croscek pada kitab suci dan hadist nabis saw yang pernah ada. Bagaimana sesungguhnya keadaan pengikut umat nabi di masa depan menurut sudut pandang seorang nabi kala itu? benarkah akan lahir manusia baru sekelas malaikat atau bahkan melebihi.

Misalnya Generasi Y, sebagian ahli memaparkan bahwa di dunia kerja generasi ini adalah
kelompok generasi yang cerdas dan handal, memiliki karakter kemampuan menghasilkan ide-ide brilian dan dinamis. Mereka memiliki ketergantungan pada teknologi yang tinggi dan suka mengekspresikan diri dalam berbagai situasi. Sikapnya lebih banyak dipengaruhi oleh mood atau suasana hati. Orientasinya adalah kemapanan dan masa depan cerah tanpa batas. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, maka pada kelompok ini membutuhkan banyak perhatian dan diperlukan kepekaan yang tinggi untuk memahami perilakunya yang kadan spontan dan tak berarah.

Sebelum lebih jauh, maka ada baiknya juga kita melihat pada buku panduan umat kitabullah dan hadist. Jika mengacu pada kitab suci Allah Al Quran, maka tidak ada satupun kalimat yang sesuai dengan fenomena diatas. Al Quran tidak pernah menyebutkan bahwa kelak akan ada manusia Ras baru dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan diatas. Kelak manusia akan disingkirkan dan diganti dengan jenis manusia baru yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini, karena alasan tertentu. Kecuali ada beberapa ayat yang memiliki kesamaan visi tentang pergantian pengikut nabi, diantaranya:

“Maka datanglah sesudah mereka (zaman nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS: Maryam :59)

Al quran mengatakan bahwa akan datang suatu generasi yang keadaannya jauh lebih buruk dari yang pernah ada di muka bumi, golongan manusia yang lebih buruk perilakunya dari yang ada di jaman nabi, yaitu orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dan menurutkan hawa nafsu. Kepada mereka allah menimpakan kesesatan yang nyata. Bahka Orang-orang ini melakukan kerusakan jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan kaum yang ada sebelum datangnya para rasul. Kerusakan yang jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan firaun dan pengikutnya. Firman Allah mengatakan:

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)

Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan banyak sabda Rasulullah saw, salah satu yang paling mendekati:

"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar menjadi agama mereka. Kehormatan terletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. "Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta semena-mena dalam pengambil keputusan." Sebagaimana sabda rasulullah berikut ini:

1. Tidak akan menimpa kalian, kecuali kemungkaran sudah jelas-jelas ditampakkan, yakni akan tersebar penyakit yang belum pernah ditemui di jaman sebelumnya.

2. Tidak mengurangi takaran kecuali akan ditimpakan bencana kelaparan, biaya hidup yang amat berat, dan para penguasa yang sewenang-wenang.

3. Mereka tidak mau mengeluarkan zakat, kecuali allah tidak akan menurunkan hujan dari langit.

4. Mereka tidak memungkiri perjanjian dengan allah dan utusan-Nya, kecuali mereka dikuasai musuh dari jenis lain yang mengkudeta sesuatu yang ditangan mereka.

5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak memutuskan sesuatu berdasarkan Kitab allah, maka allah akan menciptakan kesulitan buat mereka.

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"

Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."

Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah: Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Berikut beberapa hadist nabi saw tentang keadaan pengikut nabi di masa depan menurut sudut pandang beliau di masa itu:

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata,

“ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

2. Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda,
‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih buruk/jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian.’

3. Abu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian. Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca al-Quran tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca al-Quran, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman)” (HR:Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim).

4. Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah bersabda, Abu Umamah al Bahiliy bahwa Rasulullah bersabda;
“Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat. (HR: Ahmad)


5. Melalui Hudzaifah ra. Nabi swa pernah bersabda;"Akan datang suatu jaman menimpa pada manusia, dimana bangkai keledai yang busuk lebih mereka sukai daripada orang mukmin yang ber-amar ma'ruf Nahi Mungkar.

6. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”
(Sunan Ibnu Majah)

7. Sabda Nabi saw. Diriwayatkan oleh Ma’qobal bin Yasar ra. :

” Akan datang zaman dimana menimpa umat manusia, dimasa itu Al-quran amat kering di hati para lelaki (Umat) laksana pakaian using di tubuh. Mereka hanya mengutamakan ketamakan yang disertai kekhawatiran. Jika mereka berbuat baik, mereka berkata: “Amalku akan di terima….’Dan kalau mereka berbuat dosa, maka mereka akan berkata:” Aku pasti diampuni.”

8. Dari Ali kw. Katanya: “Aku pernah mendengar rasulullah swa. bersabda:
” Akan datang suatu kaum pada akhir zaman; yang lidah mereka pandai bicara sementara akalnya lemah. Mereka mengucapkan sabda Nabi swa, namun sabda itu tidak sampai melintasi tengggorokan mereka sendiri. Mereka bisa keluar dari agamanya seperti anak panah melesat dari busurnya.”

9. "Maka sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).

Lalu mana diantara dua ramalan itu yang anda percayai sebagai seorang muslim beriman. Apakah ramalan yang berasal dari peneliti barat atau yang berasal dari al Quran dan hadist nabi saw junjungan kita. Harus banyak-banyak kita memperhatikan setiap perkataan orang yang bukan islam adalah menjerumuskan iman kita kedalam kesesatan. Harus kita kaji terlebih dahulu setiap kalimat yang mereka sodorkan apakah mengandung unsure bidah atau bersifat menyimpang dari aturan. Karena sesungguhnya pada setiap berita yang mereka buat selalu mengandung misi terselubung, seperti kita semua tahu untuk membuat kita ragu dengan keyakinan kita sendiri. Jadi Berhati-hatilah.

Apabila kita merasakan bahwa apa yang diramalkan nabi saw adalah sebagian besar kesesuaian keadaan dengan yang kita rasakan saat ini, bukankah ini artinya ramalan nabi saw itu benar. Bahwa akan menimpa banyak kemalangan para pengikut nabi di masa depan akibat kelalaiannya sendiri. Bukankah kita juga sama-sama setuju dan melihat bahwa sebagian besar ramalan hadist itu merujuk pada buruknya perilaku umat dari yang ada saat ini. Bahwa Nabi swa juga pernah bersabda akan kedatangan zaman dimana sebagian umatnya banyak menyimpang dan melampaui batas. Dan adapun umat yang dimaksud tersebut ternyata banyak merujuk pada sebagian dari keadaan kita saat ini. Maka sudah saatnya kita kembali kepada jalan kebenaran Sang Khalik.

Lalu apa makna dari kedatangan suatu kaum baru yang dimaksud hadist-hadist nabi saw diatas, itu adalah bagian dari peringatan keras bagi kita semua untuk memperhatikan ajaran islam lebih baik lagi. Karena sesungguhnya satu-satunya umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini adalah umat yang hidup dijaman rasulullah. Mereka adalah orang-orang terbaik yang membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan ridho. Mereka yang membuat ikatan-ikatan antara umat muslim hingga terjalin ukhuah islamiah hingga saat ini. Dan seburuk-buruknya umat adalah manusia yang ada saat ini, karena isi ramalan nabi saw itu merujuk pada keadaan umat islam saat ini.

Menyangkut sekelompok orang yang pernah mendapat keistimewaan dari Allah, itu memang pernah terjadi di masa lalu, yaitu di jaman nabi musa dengan pengikutnya Bani Israil. Golongan ini
mendapat keistimewaan dari Allah yaitu kemampuan akal yang melebihi manusia pada umumnya. Hal ini dilakukan karena kaum Bani Israil pada saat itu adalah golongan yang paling keras dan paling sulit di ajak kepada kebenaran dan diajak menyembah Allah. Mereka kerap bertanya dan meminta bukti nyata keberadaan Tuhan-nya Nabi Musa. Maka Allah menganugerahkan mereka kecerdasan lebih, sesungguhnya agar mereka dapat melihat kebenaran lebih besar dan lebih bisa diterima oleh akal mereka. Tetapi yang terjadi adalah penolakan kaum Bani Israil yang semakin menjadi-jadi dan semakin mereka tidak percaya pada kebenaran yang di bawa Nabi Musa. Sudah berbagai mukjizat ditampakkan tetapi itu tidak pernah cukup bagi mereka, sebaliknya mereka makin membangkang dan berbalik menyembah berhala Sapi Betina dan penolakan itupun masih terjadi hingga hari ini. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

"Hai Bani israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segela umat." QS. A; Baqarah:47.

Itulah sebabnya hingga kini kita tidak akan pernah lagi menemukan ada umat yang diberi kelebihan akal seperti yang pernah terjadi di jaman nabi musa as. Dan dengan demikian berita yang bersebaran di dunia maya itu bukanlah sesuatu yang harus kita yakini adanya. Karena sesungguhnya Allah hanya mau membukakan hidayahnya kepada orang yang bersungguh-sungguh saja ingin mencari kebenaran. Allah hanya akan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berniat berdiri tegak di jalan-Nya. Hanya pada orang-orang tertentu saja yang didalam lubuk hatinya berserah diri penuh kepada ketentuan Allah swt. amin.

Allah berfirman," Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37). Hidayah Allah tidak diberikan tanpa alasan.

Allah membuka rahasia hidayah ini dengan firman-Nya,"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).