Tampilkan postingan dengan label pasukan panji hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasukan panji hitam. Tampilkan semua postingan

PASUKAN PANJI HITAM AKAN HADIR, JIKA UMAT MUSLIM BERSATU

PASUKAN PANJI HITAM AKAN HADIR,
JIKA KITA BERSATU

Kalau kita mencermati apa yang terjadi belakangan ini di dunia islam, ada banyak spekulasi tentang siapa sebenarnya pasukan panji hitam yang akan dikirim Allah di akhir jaman. Seperti apa kiprah dan sepak terjang mereka, apakah kita dapat mengenali mereka dari cirri-ciri fisik dan tindakan mereka. Apakah kita dapat mengenalinya dari pakaian dan bendera yang mereka gunakan, seperti halnya ISIS yang sudah mengklaim diri mereka adalah pasukan panji hitam yang berasal dari timur. Apakah benar ISIS adalah salah satu pasukan panji hitam yang dimaksud? Ataukah bukan.

Sebelum kita menyimpulkan hal tersebut, maka marilah kita menggali kembali kebenaran yang sudah digariskan Al Quran dan Hadist. Janganlah kita mudah terprovokasi hasutan dan ajakan kelompok orang yang belum jelas maksud dan tujuannya. Karena sesungguhnya ajaran islam tidaklah mudah difahami oleh orang awam, perlu keahlian khusus dalam menggapainya. Ada banyak orang dan kelompok yang memanfaatkan keadaan ini, sehingga menjadikan ajaran-ajaran islam tercederai dan terkoyak-koyak dengan akidah-akidah lain yang serupa, akibat disalah artikan maka islam menjadi tertuduh atas berbagai pengakuan segelintir orang yang ingin mengatasnamakan islam atas dasar pemahamannya yang berbeda.

"Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin. Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.

Atau dengan kata lain kelompok ini memang sudah ada sejak jaman nabi saw. ia merupakan sekelompok orang yang tidak mudah dikenali oleh orang pada umumnya, Allah menyembunyikan keberadaan mereka, sehingga tidak akan dengan mudah dikenali oleh musuh. Al-Mahdi akan datang setelah munculnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur yang mana pasukan itu selalu tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun.” (Ibnu Majah) Sebelah Timur?


Dan bagaimanakah cirri pasukan ini, adakah semudah kita mengenali anak2 berseragam yang pergi ke sekolah? Oh! tidak, sesekali tidak, karena akan dengan mudah Dajal dapat membunuh mereka. Pasukan panji hitam ini tidak memiliki cirri-ciri khusus dan tidak menggunakan atribut apapun, tapi cirri khas mereka yang menonjol adalah mereka menegakkan ajaran Al Quran, sunnah dan hadist. Mereka banyak menggunakan kekuatan akal dan hati dalam berdzikir dan berfikir. Dalam setiap pergerakannya, akan selalu disertai kemenangan di sisi umat muslim, karena pertolongan Allah selalu menyertai mereka.

Sebagaimana sabda dan hadist-hadist yang sudah dikemukakan berbagai sahabat Nabi As merujuk pada keadaan diatas, cirri-ciri ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan yang dimaksud adalah sekelompok orang yang melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Sebuah kelompok yang muncul tidak pernah disebutkan persisnya kapan dan dimana. Namun mereka akan selalu hadir di tengah masyarakat, selalu ada diantara kaum tertindas dan terbelakang.

2. Kelompok ini hanya Allah yang menentukan siapa mereka dan dari golongan apa. Bisa berasal dari mana saja dan kepada siapa saja yang Allah kehendaki.

3. Kelompok ini memiliki gaya bertempur yang sangat berbeda dengan kaum militant pada umumnya di medan perang, mereka lebih banyak menggunakan kekuatan akal dan hati dalam fikir dan dzikir.

4. Pola dan cara kerja mereka adalah berusaha mengembalikan akidah umat muslim yang sudah menyimpang, mereka berusaha mengajak manusia kembali ke jalan kebenaran melalui syiar-syiar al islam dengan cara damai.

5. Mereka tidak pernah muncul ke permukaan secara kasat mata, tidak pernah menunjukkan diri di hadapan khalayak dan para penguasa, mereka menjalankan misinya ditengah komunitas-komunitas kecil yang jauh dari kesan publikasi dan ketenaran, mampu mempengaruhi cara berpikir dan pemahaman masyarakat pada umumnya menjadi lebih baik dan terarah.

6. mereka termasuk kelompok yang ikhlas menjalankan tugas menegakkan akidah maka dari itu mereka tidak pernah mengharapkan imbalan dan bayaran.

7. Allah senantiasa mendampingi mereka dalam segala situasi, jalan dakwahnya dimudahkan dan dijauhkan dari berbagai kesulitan.

8. Pertolongan Allah selalu datang kepada mereka dalam berbagai bentuk, terutama petunjuk dan pemahaman pada setiap ilmu yang bermanfaat dan memiliki dampak luas di masyarakat.

Pasukan ini awalnya terdiri dari segelintir orang yang tergerak untuk melakukan perubahan dan pembenaran susunan tatanan kemasyarakatan. Dimulai dari kebiasaan berbuat baik di susul dengan niat membantu sesama, dilanjutkan dengan tolong menolong pada banyak orang lalu disertai dengan kegiatan ikhlas tanpa pamrih dan seterusnya akhirnya banyak menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. Awal keinginan mulianya ini kemudian mampu menggerakkan hati dan jiwa-jiwa lain yang memiliki kesamaan visi dan misi membantu sesama, lalu tergerak ke satu titik yag sama yaitu menuju kebaikan bagi masyarakat luas. Mulai banyak orang yang tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki dampak luas di masyarakat tanpa memikirkan untung dan rugi, mereka ikhlas melakukannya dengan segenap jiwa.

Kontinuity dari kegiatannya ini adalah semakin lama semakin berkembang dan membawa dampak luas dimasyarakat, perlahan-lahan mulai memperbaiki tatanan kehidupan social lebih luas. Kelompok ini semakin lama semakin banyak dan semakin luas dampak positif yang dihasilkan, mulai banyak orang memahami keindahan islam dan mau menjalankan berbagai aturan dan kaidah yang berkaitan dengan keislaman sesuai tuntunan qur'an dan hadist.


Lama-kelamaan kekuatan islam semakin membesar dan tegaklah kebenaran hakiki bernunsa keislaman yang tidak lagi menjadi perdebatan di masyarakat. Tidak lagi terjadi perpecahan di kalangan muslim dan non muslim, sebaliknya banyak umat muslim semakin bersatu. Kaum muslim semakin mantap menegakkan kebenaran dengan cara damai dan persatuan tanpa permusuhan. Tidak lagi membeda-bedakan suku, agama dan social budaya, semua berperan sama. Mereka hidup membaur dengan kaun non muslim dan melakukan banyak kegiatan ekonomi dan social bersama-sama. Tidak saling memusuhi dan menganggap kaum non muslim adalah kaum minoriats yang harus dikucilkan, justru sebaliknya dua golongan ini saling bahu-membahu menopang kehidupan berbangsa bernegara.

Demikian juga kondisi kaum non muslim pada saat itu adalah mereka bisa merasakan hidup tenang di tengah masyarakat muslim tanpa harus menyembunyikan identitas keagamaannya, ataupun harus memisahkan diri dari hubungan kemasyarakatan. Mereka melakukan kegiatan perdagangan tanpa membedakan dan saling mencurigai satu sama lain. Ketika ketenangan di masyarakat tercipta, maka kaum non muslim pun mulai bisa menjalankan ritual keagamaannya tanpa rasa takut, dalam hal ini sesuai firma-Nya:

“untukmu agamamu dan untuk ku agamaku,"(QS. AL Kafiirun:6)

Hubungan kemasyarakatan berjalan lancar dan diantara dua golongan yang berbeda keyakinan itu tidak menunjukkan adanya pertentangan, karena mereka semua sudah saling menghormati keyakinan masing-masing, tanpa harus bersinggungan satu sama lain, keduanya menghormati apapun keyakinan yang dipilih dan dijalani oleh masing-masing orang, tidak ada yang merasa paling benar dan merasa paling unggul diantara mereka.

Hubungan harmonis ini terus bergerak menuju kesinambungan saling membutuhkan satu sama lain. Kalaupun masih ada kaum non muslim yang menganut agama berbeda, tetapi agama yang mereka anut sudah sesuai dengan risalah asli yang dibawa para nabi, misalnya kristiani, agama yang di anut umat kristiani ini adalah agama asli yang dibawa oleh nabi Isa as, kitab suci yang mereka baca juga adalah kitab Injil Perjanjian Lama. Bukan agama rekayasa yang dibuat bangsa yahudi, agama kristiani yang dipeluk kebanyakan orang pada saat itu sudah melandaskan diri pada iman yang benar, sudah bukan hasil adopsi. Mereka sudah mengetahui sisi kebenaran yang di ajarkan sang pembawa berita, yaitu Nabi Isa as, dimana salah satu isi ajarannya adalah tidak boleh memakan hewan babi dan tidak boleh meminum minuman khamr. Mereka mau mengikuti apa yang diajarkan Nabi Isa as. Dan pendeta yang memimpin merekapun mengajarkan apa yang diperintahkan Allah-nya Nabi Isa as, yaitu Allah swt, bukan Tuhan Yesus.

Dalam keharomonisan dan kebenaran beragama ini umat kristiani bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Mereka sudah mengerti bahwa apa yang selama ini mereka lakukan adalah salah dan mereka sudah memperbaiki diri dengan cara melakukan berbagai ketaatan sesuai dengan apa yang diajarkan Sang Nabi. Lalu akhirnya mereka bisa merasakan kedamaian dan ketenangan dalam diri mereka. Tidak lagi menganggap muslim adalah musuh melainkan saudara.

Pada sebagian umat yang sudah menyadari adanya nilai kebenaran dalam agama kristiani yang murni, ada sebagian umat kristiani yang memilih untuk menerima islam sebagai agamanya. Mereka beranggapan bahwa ajaran islam jauh lebih sempurna dibanding apa yang diajarkan nabi terdahulunya yaitu Nabi Isa as. Mereka menyadari bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah pembenaran atas ajaran yang sudah pernah disampaikan nabi Isa as, namun pada nabi Muhammad ajaran itu sudah diperbaiki dan di revisi menjadi lebih sempurna dan lebih mudah diterima oleh umat manusia pada umumnya. Karena sesungguhnya risalah yang dibawa nabi Isa as, sesungguhnya ditujukan untuk bangsa israel bukan untuk seluruh umat manusia.


"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. 3:19)

Lalu bagi mereka yang beragama Buddha Mahayana, Khong Hu Cu, dan Tao, mereka bukanlah penghalang atau hambatan berarti bagi umat muslim untuk beribadah dan berbuat baik, karena sebagaimana kita tahu bahwa umat budha ini dalam ajaarannya sangat berorientasi dunia, materi, kekayaan dan kemakmuran, biarkan saja mereka sibuk dengan kesenangannya mencari kesenangan dunia, karena bagaimanapun semua kecintaan mereka pada dunia tidak akan membawa mereka pada kebahagiaan dan ketenangan hidup melainkan menuju pada jiwa yang kosong dan hampa. Didalam kekosongan itulah mereka akan mencari cahaya kebenaran, semoga saja Allah menunjukkan hidayah kepada mereka.

Maka lama-kelamaan mulai banyak umat non muslim yang menyadari keindahan islam, mulai dari keindahan tutur kata/alimat yang disampaikan dalam Al quran, nilai-nilai kemanusaiaan yang dijunjung tinggi, nilai wanita yang diagungkan, berbagai fakta ilmiah yang bisa dibuktikan kebenarannya melalui AL Quran, dan sebagainya, membuat mereka kagum dengan ajaran yang sudah disampaikan Nabi Muhammad saw ini, dalam hal ini sudah membuat banyak perubahan sudut pandang yang sebelumnya memandang sebelah mata, kini mereka mengerti alasannya.





Banyak kaum non muslim di daerah ini yang sudah berhijrah dan memeluk islam dengan sukarela dan penuh kesadaran diri menyadari pentingnya memiliki pegangan hidup yang hakiki, dan itu hanya ada dalam islam. Mereka menyadari bahwa islam adalah ajaran kebenaran yang dibawa sang Nabi utusan Tuhan Yang Maha Esa. Lalu Islam sudah sepenuhnya diterima dan dijalankan oleh masyarakat pada umumnya di daerah tersebut.

Sehingga jika dilambangkan dengan symbol, maka di suatu daerah yang mana sebagian besar penduduknya sudah memeluk islam dan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim, maka itu menandakan sudah tegaklah bendera hitam berlafadz “Laaillahailallah” di daerah tersebut. Dengan demikian, maka sudah terbentuklah satu kelompok pasukan panji hitam di atasnya, yaitu sekelompok orang yang sudah melaksakanan aturan sesuai syariat islam dan sudah menjadi salah satu negeri khilafah.

Artinya:"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau lihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sungguh Dia adalah Sang Pemberi tobat." (QS. An Nashr 1-3)

Jika anda saat ini berada di suatu daerah yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan semua penduduknya sudah melaksanakan syariat islam dengan benar, ikhlas dan tawadhu, maka beruntunglah anda, karena anda sudah termasuk dalam golongan pasukan panji hitam yang disebutkan diatas. Pasukan ini bukanlah pasukan perang yang mengangkat senjata di medan perang, tetapi ia adalah pasukan khusus yang sudah menegakkan ajaran islam dengan cara damai.

Semakin banyak daerah yang sudah masuk dalam kategori “ Panji Hitam” ini maka akan semakin cepat Imam Mahdi akan turun. Semakin lama daerah panji hitam ini terbentuk, maka semakin lama dajjal berkuasa di daerah tersebut dan semakin banyak kerusakan yang ditimbulkan. Kekacauan semakin meluas dan kehancuran akhlak akan semakin parah.

Karena sesungguhnya pasukan panji hitam yang sudah ditunggu-tunggu umat muslim dunia ini memang berasal dari Timur Asia, yaitu Indonesia dan sekitarnya, mengapa? Karena mayoritas umat muslim Asia adalah kelompok muslim mayoritas yang masih bercampur baur dengan non muslim (multi kultural) dan sebagian besar orang beranggapan tidak mudah menegakkan syariat islam di daerah kompleks seperti ini. Karena perbedaan cara pandang dan pola pikir serta harus mentolelir segala macam perbedaan ajaran agama. Meski dalam hal jumlah pemeluk islam memang mayoritas (sangat besar) tetapi itu hanya diibaratkan bagaikan buih di lautan luas yang terombang-ambing tak tentu arah. Sebagaimana riwayat hadist berikut ini:

Diriwayatkan dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”.

Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”.

Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.”

Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?”

Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).

Maka dari itu dibutuhkan usaha ekstra keras untuk menegakkan islam yang kaffah di negeri muti dimensi ini. Kekuatan iman muslim Asia harus benar-benar tangguh menegakkan ajaran islam. Kita harus terus berjuang menegakkan syariat islam ditengah kerasnya gempuran pasukan dajal menghalau setiap gerakan umat muslim diberbagai bidang dengan jalan damai dan tawakal, meski itu tidak akan mudah. Bagaimanapun sulitnya, sebaiknya kita tidak berkecil hati, karena bagaimanapun harapkanlah datangnya kekuatan dan pertolongan dari Allah swt, berpegang teguhlah pada kekuatan Allah, semoga Allah selalu menambahkan kekuatan iman kita dengan sekuat-kuatnya Iman.


Seperti inilah gambaran pasukan panji hitam yang dimaksudkan rasulullah akan terbentuk di akir jaman, yaitu ada sekelompok orang yang bergerak melakukan perubahan dengan cara menyebarakan kedamaian dan keindahan islam, lalu diikuti oleh orang-orang disekelilingnya, lalu juga di amini oleh pemeluk agama lain dan akhirnya mereka bisa menegakkan bendera hitam berlafadz "Laailahailallah" diatas tanah mereka bersama-sama. Pasukan panji hitam ini akan memudahkan kedatangan Imam Mahdi di akhir jaman. Sehingga jika ini sudah terjadi, maka dengan kekuasaan ALlah, daerah ini akan dilindungi dan diberkahi dari berbagai serangan musuh dan Allah akan senantiasa melimpahkan karunia dan kemenangan kepada penduduknya. Lalu ditangan sang Mahdi hukum-hukum islam akan ditegakkan seadil-adilnya dan seluas-luasnya.

Jika kita sudah mampu menjadikan daerah kita ini sebagai salah satu kelompok “pasukan panji hitam” yang sudah ditunggu-tunggu saudara kita, yang saat ini sedang mengalami penderitaan di Timur Tengah (palestina, suriah, mesir, yaman, syria, dsb), karena mereka belum menegakkan syariat islam di atas tanah mereka (mereka terpecah-pecah karena perang saudara dan perbedaan mashab), lalu mereka digempur habis-habisan oleh pasukan dajjal (berkedok syiah, ISIS dsb), ketika pasukan panji hitam dari timur ini datang dan menegakan lafadz “Laaillahaillallah”maka dengan ijin Allah Imam Mahdi akan segera turun untuk memberikan pelajaran kepada penguasa Arab yang sudah terlalu lama berkuasa dan bersekongkol dengan pasukan dajjal untuk menghancurkan islam, sehingga mereka akan meletakkan kekuasannya kepada Imam Mahdi.

Sebagaimana hadist yang sudah menyebutkan, bahwa ketika pasukan panji hitam yang berasal dari timur ini sudah berhasil menegakkan bendera hitam di wilayahnya, tapi negeri Arab enggan memberikan kekuasaannya, maka Allah segera menurunkan Imam Mahdi untuk segera menjalankan pemerintahan sebagaimana nubuah pada hadits riwayat Ibnu Mas'ud di bawah ini.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Ia berkata,"Tatkala kami berada di sisi Rasulullah, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata Beliau berlinang air mata dan berubah raut wajahnya. Lalu aku berkata,"Kami melihat pada wajahmu sesuatu yang kami tidak sukai." Lalu Beliau menjawab,"Kami ahlul bait, ALLAH telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya, sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran hingga datang suatu kaum dari arah timur, bersama mereka ada panji hitam. Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimannya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia (Imam Mahdi) memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezaliman. Barang siapa diantara kalian mendapatinya maka datangilah mereka walaupun dengan merangkak di atas salju. (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Pasukan panji hitam yang dimaksud disini adalah kita semua yang ada di dunia ini, kita semua yang masih memiliki niat dan tujuan baik memperbaiki kehidupan ini menjadi lebih baik dan menghalau segala macam kejahatan dan kebencian untuk bersama-sama mendorong perubahan menuju manusia beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Panji hitam ini berbentuk semangat kebersamaan yang dibangun untuk mendorong terciptanya system kemasyarakatan adil dan makmur.

KESAMAAN VISI DENGAN SEMANGAT PANCASILA



Memperhatikan uraian diatas, apakah anda tidak merasakan bahwa semangat juang ini juga adalah bagian dari simbol negara kita yaitu Pancasila, yang asasnya, Berbeda-beda tetapi tetap satu. Bukankah apa yang ditanamkan dalam Pancasila juga mengandung makna kebhineka -ikaan yang bermakna kebersamaan dalam perbedaan untuk menuju satu tujuan bersama. Belakangan ini memang banyak penolaakan penerapan Pancasila sebagai landasan bernegara, karena dianggap tidak sesuai dengan ciri masyarakat indonesia karena dianggap terlalu dipaksakan dan tidak sesuai dengan Akidah Islam.

Tapi, jika kita samakan lagi konsep semangat perjuangan panji hitam diatas dengan pancasila, ternyata didalamnya ada banyak persamaan dan kesamaan, yaitu ditekankan pada semangat gotong royong dan saling menghormati perbedaan (toleransi beragama). Bukankan keduanya pada akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu masyarakat yang akan menuju pada satu tujuan, menjadi negara berlandaskan syariat islam.

Jika kita menoleh lagi pada sejarah perumusan Pancasila, didalamnya ada banyak tokoh-tokoh islam yang berperan dan memberikan konsep keislaman didalamnya, terutama pada sila pertama Pancasila. Perumusan sila pertama ini memakan waktu yang amat panjang dan rumit karena kala itu bukan hanya toloh islam yang ikut serta didalamnya ada juga tokoh kristiani-sekuler dan budha dan hindu yang mereka juga memiliki kepentingan atas sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" tersebut.

Awalnya bunyi sila pertama ini adalah; "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Bung Hatta selaku perumus akhirnya memutuskan menggantinya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa", karena pertimbangan dan banyaknya penolakan atas bunyi sila pertama yang diawal, maka Akhirnya Bung Hatta merumuskannya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, dan jika ditelusuri isi dan makna dari kandungan kata tersebut adalah mengacu kalimat Tauhid yaitu Ketuhanan yang merujuk kepada Tuhan yang satu yaitu Allah swt (Tuhannya umat islam). Adapun para tokoh islam yang menjadi tonggak dirumuskan Pancasila ini adalah M. Natsir, KH. Wachid Hasjim, tokoh NU, dan H. Agus Salim. Dan sesungguhnya konsep dasar negara kita ini dibuat oleh tokoh islam dan ulama besar paling berpengaruh kala itu. Mereka adalah para pahlawan yang sudah bekerja keras menanamkan ideologi berlandaskan islam ke dalam dasar negara kita.

Walau memang ketika akhirnya perumusan sila pertama itu di rubah oleh Bung Hatta menjadi berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa", semua tokoh islam marah besar dan mereka kecewa dengan keputusan sepihak tersebut, karena walau definisi kalimat itu merujuk pada Kalimat Tauhid, namun secara keseluruhan masyarakat Indonesia bukanlah mayoritas masyarakat terpelajar yang bisa mengetahui secara eksplisit makna kalimat itu, sehingga bisa menjadi rancu dalam penerapannya. Meski akhirnya para ulama islam menerima penerapan sila pertama itu disertai dengan penerapan P4 (Pedoman pengamalan dan Penerapan Pancasila yang dalam isinya banyak melandaskan pelaksanaan pada semangat gotong royong, saling mengasihi dan persatuan yang isinya banyak diambil dari ajaran islam). Diharapkan, meski bunyi sila pertama itu tidak bernafaskan islam, setidaknya isi dan kandungannya adalah semua berisi ajaran islam. Itulah usaha yang dilakukan para tokoh islam kala itu dengan tetap berusaha menanamkan ajaran islam dalam lambang negara kita terutama sila pertama.

Namun dalam perjalanannya, terutama ketika masa pemerintahan Soeharto, Pancasila memang banyak di ajarkan dalam dunia pendidikan, namun itu juga disertai dengan berbagai fitnah terhadap makna Pancasila itu sendiri. Disamping membuat orang berusaha mempelajari dan memahami, pemerintah juga melakukan banyak makar terhadap Pancasila, diantaranya banyak permusuhan antar umat beragama sengaja dihembuskan ditengah masyarakat, upaya pembungkaman sejarah perumusah Pancasila juga dilakukan, upaya pembungkaman para tokoh islam agar tidak memperluas ajaran pancasila yang hakiki juga dilakukan. Intinya selama masa orde baru, Pancasila dijadikan momentum untuk membuat orang balik mempertanyakan kesungguhan isi Pancasila apakah benar-benar bertujuan persatuan atau ada tujuan lain.

Dan akhirnya di masa reformasi ini masyarakat tidak lagi mau menerima Pancasila sebagai lambang persatuan bangsa, akibat berbagai fitnah yang sudah berhasil membentuk karakter masyarakat menjadi trauma dengan apa yang sudah pernah terjadi. Dan memang benar, inilah yang menjadi tujuan para pemimpin kita di masa kemerdekaan lalu, mereka memang tidak menginginkan hidupnya semangat islam dalam dasar negara kita. Maka dari itu sejak di ubahnya bunyi sila pertama, mereka juga menodai isi kandungannya yang banyak bernafaskan ajaran islam, sehingga masyarakat menyatakan diri mereka menolak Pancasila. Para penghianat ini disinyalir memang memiliki hubungan kekerabatan dengan para pemimpin yahudi dan nasrani-sekuler, mereka
mengetahui dengan pasti jika landasan negara ini ditopang oleh semangat islam, maka agama-agama selain islam akan musnah.

Para pemimpin beraliran yahudi ini juga berupaya selama puluhan tahun membelokkan keyakinan masyarakat kita bahwa Pancasila adalah ajaran sesat, kemudian juga membentuk opini bahwa Pancasila adalah hasil buatan orang yahudi. Dengan doktrin ini, orang makin membenci Pancasila sebagai biang kerok berbagai kekacauan negara selama ini, padahal Isi dan kandungannya adalah inti dari semua ajaran islam, dan fitnah terhadap Kandungan Pancasila ini sudah sedemikian parahnya sehingga kini orang sudah hanya memandang Pancasila sebagai simbol negara.

Disaat ini bahkan kebanyakan kita sudah meninggalkan nilai-nilai luhur pancasila karena pancasila sudah difitnah sedemikian rupa sebagai hasil adopsi ajaran kaballah yahudi. Sehingga kita sudah juga ikut menghakimi bahwa Pancasila tidak cocok dengan landasan hidup umat beragama di negeri ini, dan akhirnya yang digunakan landasan negara sekuler yang dibawa negara sosialis seperti china sebagaimana yang kita rasakan saat ini dibawah kekuasaan Anak Sang Proklamator Indonesia akan kembali dibawa pada ideologi sosialis. Bagaimana mungkin umat muslim yang jumlahnya ratusan juta ini tidak mengadari upaya penghancuran akidah dengan cama membenamkan landasan dasar Pancasila yang isinya sangat kental nilai keislamannya dan rela menggantinya dengan ideologi sosialis sekuler. Sudah saatnya kita bangun dari tidur panjang yang melelahkan ini, sudah saatnya umat muslim bangkit dan berdiri. Jangan-jangan inilah yang menyebabkan negara kita tidak kunjung keluar dari berbagai kesengsaraan dan kemiskinan, karena kita sendiri tidak bisa menjaga akidah kita dengan baik.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, adapun pasukan panji hitam yang digadang-gadang akan datang di hari akhirkelak, adalah generasi kita atau mungkin anak-anak kita selanjutnya yang dipercaya akan menjadi penerus perjuangan menegakkan syariat islam di negeri ini dengan cara damai dan ikhlas sesuai Ideologi Pancasila. Generasi berikutnya adalah para pemegang tampuk kepemimpinan yang dipercaya sangat handal dan kuat pendirian, mereka umumnya memiliki hati yang lembut, akal yang cerdas dan pandangan jauh ke depan. Kaum kafir mengetahui dengan pasti hal ini, maka dari itu mereka sangat khawatir tumbuhnya generasi muda muslim yang cerdas dan kuat iman ini, kaum kafir sangat khawatir seandainya tumbuh banyak kaum muda yang memiliki kesadaran membela agama dan bangsa berlandaskan asas Pancasila. Bagi Kaum yahudi, Pancasila adalah musuh terbesar mereka hingga kapanpun. Mereka tahu benar bahwa jika umat muslim menyadari hal ini maka habislah sudah semua rencana busuk mereka akan terbongkar. Karena tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa ini jika Pancasila sudah benar-benar di tegakkan.

Dan anda juga sekarang mengerti bahwa para pengikut Yahudi ada disekitar kita dan mereka tidak suka dengan apapun yang kita lakukan, apalagi sampai kita menyadari fakta ini. Anda pasti sudah mengenal siapa saja para pengikut ajaran Yahudi yang terkenal di negeri ini, mereka adalah para tokoh Kebangkitan Nasional dan para pemeluk agama nasrani sekuler yang senantiasa mengawasi berbagai tindak tanduk kita. Maka dari itu waspadalah saudaraku. Mereka ada dimana-mana.

Berikut cuplikan artikel berisi momentum bersejarah perumusan Pancasila di awal pembentukannya,
CATATAN SEJARAH


Piagam Jakarta

Pada awal-awal penetapan Pancasila sebagai asas Negara juga terjadi perdebatan hebat antara nasionalis-sekuler dengan Islam. Kegagalan memasukkan tujuh kata dalam sila pertama, merupakan awal kesuksesan kaum sekuler di Indonesia. Pada saat persiapan kemerdekaan, terjadi perdebatan hebat antara nasionalis-sekuler dangan Islam tentang asas negara. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya pada 22 Juni 1945 semua pihak sepakat terhadap Dasar Negara Indonesia yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Poin penting bagi umat Islam dalam Piagam Jakarta tersebut adalah sila pertama Pancasila yang berbunyi: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Usai kesepakatan Soekarno mengatakan "Saya ulangi lagi bahwa ini satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama".

Namun, meski telah disepakati, Lathuharhary tokoh dari pihak Kristen mengkritik sila pertama tersebut dan mengusulkan agar diganti karena akan merugikan pihak Kristen dan kaum adat. KH. Wachid Hasjim, tokoh NU, dan H. Agus Salim membantah bahwa tidak akan ada yang dirugikan karena syariat itu hanya untuk umat Islam saja. Bahkan Soekarno, yang Nasionalis, menanggapi bahwa Piagam Jakarta tersebut adalah hasil jerih payah semua pihak untuk menghilangkan perselisihan faham.

Akan tetapi, Piagam Jakarta yang telah menjadi kesepakatan antara golongan nasionalis-sekuler dengan Islam tidak berumur panjang. Secara mendadak Bung Hatta mengusulkan tujuh kata (Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) dihapus karena ada ancaman dari pihak Kristen bahwa Indonesia Timur akan melepaskan diri dari NKRI jika tujuh kata itu ditetapkan. Akhirnya pada 18 Agustus tujuh kata tersdbut dihapus dan diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Di sini jelas pihak Islam dikhianati. Dan belakangan diketahui bahwa cerita Bung Hatta tentang ancaman disintegrasi dari Indonesia Timur tersebut tidak dapat dibuktikan dalam sejarah. Peneliti muslim mencurigai bahwa semua itu adalah konspirasi Belanda untuk menekan kekuatan Islam di Indonsia. Apakah pihak Kristen-Sekuler berhenti sampai di sini? ternyata tidak. M. Natsir memperingatkan bahwa meski tujuh kata dalam sila pertama digugurkan, kaum Kristen-Sekuler tidak puas. Setelah pemilu pertama (1955) bidang Legislatif, kaum Kristen berusaha keras menggagalkan setiap usaha pengesahan undang-undang yang diinginkan kaum Muslim untuk dapat lebih mentaati ajaran-ajaran agama Islam.

Kegagalan pihak Islam tersebut membuka peluang kaum sekuler untuk memasukkan ide-idenya dalam negara Indonesia. Imbasnya dapat dirasakan oleh umat Islam pada saat ini. Pada zaman Orde Baru, mantan Presiden Soeharto, mencanangkan asas tunggal Pancasila bagi setiap ormas dan organisasi partai politik. Pancasila sebagai satu-satunya ideologi dan pandangan hidup seperti dipaksakan kepada rakyat Indonesia. Umat Islam pada masa itu tertekan, kasus Jilban dan pembantaian umat Islam terjadi pada zaman tersebut. Sementara pihak Kristen-Sekuler terus membayangi pemerintahan.

Pemahaman Pancasila cukup terasa menggiring bangsa Indonesia pada nilai-nilai sekuler dan pluralis. Penulis masih ingat ketika duduk di SMU, para murid diajari nilai moral Pancasila yang diantaranya menyatakan bahwa hakikatnya semua agama mengajarkan kebaikan. Akibat dari pernyataan tersebut, dalam diri siswa tertanan pemahaman bahwa kelima agama di Indonesia adalah sama – yaitu sama-sama mengajarkan kebaikan. Sila pertama sebenarnya juga bermasalah, di dalam dunia pendiikan Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak pernah dijelaskan Tuhan yang mana? Dari segi kata memang itu tampak sesuai dengan Tauhid. Yang menjadi masalah adalah yang dimaksud Ketuhanan itu adalah Tuhan yang fleksibel yang diterima oleh semua kalangan dan kepercayaan.

Bingkai Islam

Menyikapi ideologi Pancasila seperti sekarang, pernyataan M. Natsir cukup menarik. "Pancasila memang mengandung tujuan-tujuan Islam, tetapi Pancasila itu bukan berarti Islam" kata Natsir. Bukan berarti Pancasila sudah mewakili seluruh ajaran Islam, ia hanya sebagian kecil dari sekian banyak ajaran Islam. Sejak dihapuskannya tujuh kata dalam sila pertama, Pancasila telah kehilangan ruh Islamnya, disebabkan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya telah diganti. Dan Pancasila dengan konsepnya seperti sekarang telah mengakar kuat.

Oleh karena itu yang bisa dilakukan umat Islam saat ini adalah mengislamkan Pancasila. Tidak ada yang salah jika tujuh kata itu dimasukkan kembali dalam Pancasila. Sebab, Piagam Jakarta – yang didalamnya memuat tujuh kata – memiliki landasan historis. Disamping pengembalian Piagam Jakarta, Pancasila sudah saatnya ditafsir secara Islami.

Hingga saat ini yang mendominasi tafsir Pancasila adalah kelompok-kelompok negarawan sekuler. Akibatnya, Pancasila menjadi tersekulerkan. Padahal yang diinginkan para perumus dari kelompok Islam (KH.Agus Salim dan KH.Wachid Hasyim) tidak bermaksud merumuskan konsep Pancasila yang sekuler, namun beliau ingin membentengi Pancasila dari interfensi kelompok-kelompok nasionalis-sekuler.

Wajar sekali bila kita teliti ternyata KH.Agus Salim dan KH.Wachid Hasyim berusaha sekuat, tenaga di tengah perdebatan hebat dengan kelompok sekuler, memasukkan nilai-nilai Islam dalam Pancasila. Setelah gagal menjadikan Islam sebagai dasar negara, maka jalan satu-satunya bagi Agus Salim dan Wachid Hasyim adalah mengemas Pancasila dengan kemasan yang bermuatan nilai-nilai Islam.

Kenyataannya memang, hanya Islam yang bisa menafsir Pancasila dengan baik. Sila satu misalnya yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Untuk mengetahui Tuhan yang mana dalam sila satu tersebut, dapat dirujuk pada pembukaan UUD '45 yang berbunyi "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.....". Maka Tuhan yang dimaksud dalam sila satu tersebut adalah Allah. Begitu pula sila-sila selanjutnya, jika diteliti terdapat kalimat/kata yang berasal dari konsep Islam. Contoh "adil dan beradab" (sila ke-2), kata adab adalah konsep Islam. Dalam agama-agama lain tidak mempunyai konsep adab. Contoh lain sila ke-4 terdapat kata musyawarah. Bila diamati sila ke-4 ini tampak bertolak belakang dengan demokrasi. Sebab jelas-jelas sila tersebut menyebut musyawarah (dalam Islam disebut syuro) bukan demokrasi.

Demokrasi jelas beda dengan syuro. Memang para perumus Pancasila – yang di antaranya terdiri dari beberapa Kiai – ingin dasar negara Indonesia lebih Islami tidak tercampur dengan ide-ide sekuler seperti sekarang ini. Maka tugas kita, dalam posisi umat Islam seperti sekarang ada dua, pertama membuang penafsiran yang sekuler, dan yang kedua mengembalikan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut, sebab itu adalah hak umat Islam Indonesia yang legal.

Penulis Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor Ponorogo Jurusan Ilmu Akidah





ANAK INDIGO: TELAH DATANG GENERASI PENUTUP JAMAN

Anak Indigo, menjelang akhir jaman kelak mereka akan direkrut untuk bergabung dengan pasukan pendukung Imam Mahdi. Benarkah itu? Sebuah pasukan elit yang memiliki kemampuan supranatural dan berperang melawan pengikut Dajjal yang juga bersifat ghaib. Pasukan ini akan bergerak invisible dan tidak terlihat kasat mata oleh manusia pada umumnya, karena peperangan ini mereka sebut perang dingin. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa merasakan pergerakan-pergerakan halus di bawah permukaan yang menunjukkan adanya aktivitas peperangan antara dua kubu yang saling berseberangan tersebut. Siapakah mereka?.

Sebelum membahasnya lebih dalam mengenai peperangan antara dua golongan ini, maka artikel ini tidak akan membahas berbagai hal umum mengenai cirri-ciri anak indigo yang sudah banyak dijelaskan di web lain, tetapi pada hal yang lebih besar dan lebih jauh lagi berkaitan dengan kebenaran berita adanya hubungan antara fenomena kelahiran anak ajaib. Siapa sebenarnya pasukan elit itu? Namun sebelum menuju ke sana, maka ada baiknya kita simak terlebih dahulu makna hadist-hadist berikut ini;

Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin. Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.

Siapakah gerangan kelompok yang dimaksud? Menurut berbagai riwayat, kelompok ini sudah ada sejak jaman nabi hingga saat ini. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu Rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada, jelas tidak mungkin muncul dalam sekejap, membutuhkan waktu dan proses. Tapi keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – kita tidak akan sanggup menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dingin dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.

Jika anda adalah termasuk orang tua yang memiliki anak indigo maka anda harus bersyukur, karena anda mendapat amanah yang amat berharga dari Allah swt. Jangan berkecil hati apalagi bersedih, karena sesunguhnya itu adalah nikmat yang tidak terhingga. mengapa demikian? Karena jangan-jangan anak anda adalah salah satu dari thaifah manshurah yang sedang dipersiapkan kedatangannya di akhir jaman kelak. Jangan-jangan anak anda adalah manusia pilihan yang akan diberi tugas besar mengawal Al Mahdi dan berperang di jalan Allah swt. Sungguh tidak akan ada yang bisa menolak anugerah ini, karena bagaimanapun caranya anda berusaha menutup dan menghilangkan kemampuan supranatural yang di miliki anak, maka bakat itu akan tetap ada dalam dirinya sampai kapanpun.

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka akan tetap seperti itu .”

Ya karena anak-anak yang baru dilahirkan di awal era millennium ini memang memiliki kelebihan supranatural yang tidak dimiliki anak-anak lain pada umumnya. Kelebihan ini adalah anugerah yang sangat besar dan ia memiliki makna yang bersifat jangka panjang di masa depannya kelak. Berbagai media sudah banyak membahas tentang keunggulan anak-anak berbakat ini. Karena sesungguhnya jenis anak-anak ini bukan baru muncul sekarang-sekarang ini saja, ini sudah ada sejak jaman nabi. hanya saja baru belakangan ini para ahli mengangkatnya ke permukaan dan memberikan sebutan unik yang menarik perhatian orang, yaitu anak-anak indigo. Anak-anak ini lahir meluas di selurun penjuru bumi, entah itu yang berada di benua afrika, benua eropa, dan asia. Tidak bersifat kelompok atau golongan tertentu. Diantara 1000 kelahiran anak, mungkin hanya ada satu atau dua anak yang memiliki kemampuan supranatural tersebut. Jumlahnya tidaklah banyak tetapi mereka terus tumbuh dan meluas penyebarannya.

Bedanya dulu dengan zaman sekarang, para ahli sudah memberikan sebutan nama yang sesuai warna pancaran aura yang dominan yang memancar di mahkota kepala yaitu warna indigo atau nila, perpaduan antara warna cakra biru dan cakra ungu. Warna cakra ungu berasal dari pancaran cakra mahkota di atas kepala yang yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk panca indera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat dan taktis. Cakra mahkota merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan.

Sedangkan cakra warna biru berhubungan dengan organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, merangkai nada dan menulis.


Apa artinya ini? Orang dengan dominasi warna indigo/nila ini adalah orang yang mampu menyelaraskan antara kekuatan pikir (akal/otak) dengan kekuatan dzikir (rongga leher) sehingga menghasilkan pancaran warna indigo mendominasi dirinya jika dibandingkan warna lain. Ciri utama orang indigo yang dikaruniakan kelebihan sejak lahir sudah terlihat dari pancaran warna cakra yang menyelimuti mereka adalah warna cakra nila/indigo.

Sementara ada sebagian lagi yang lain, mereka berusaha menggapai kehidupan akhirat dengan usaha dan belajar mengasah kemampuan mereka sendiri, banyak melakukan meditasi, berdzikir dan berpikir, maka kelompok ini juga akan masuk dalam jajaran pasukan elite dimaksud. Kelak ada dua golongan pasukan yang akan bergabung, pertama adalah orang-orang yang sejak lahir mereka sudah dianugerahi aura indigo dan kedua adalah orang-orang yang selama hidupnya sudah terbiasa melatih diri dengan dzikir dan pikir. Dua golongan orang ini akan memiliki warna aura yang sama yaitu warna indigo atau nila di keningnya.

Warna indigo ini memancar di tengah kening atau dahi atau di depan otak. Yang artinya ini adalah tanda atau label yang menunjukkan bahwa orang ini adalah pasukan pendukung Imam Mahdi. Mengapa allah memberi tanda di kening mereka berupa warna yang tidak sama dengan manusia pada umumnya?

Untuk membedakan mana yang termasuk kelompok Imam Mahdi mana yang bukan. Karena jika bukan maka yang tertera di kening mereka akan bertulis ‘Kafir’ yaitu mereka adalah para pengikut Dajjal yang salah satu matanya buta. Perang di akhir jaman kelak adalah peperangan yang dilakukan oleh dua kekuatan supranatural berasal dari alam yang berbeda tetapi mereka bisa saling serang dan menjatuhkan dalam satu ruang dan waktu yang sama. Kelompok yang berasal dari golongan mahluk ghaib seperti bangsa jin dan iblis serta para pengikutnya yang terdiri dari manusia yang bekerjasama, dan kedua adalah dari kelompok manusia yang memiliki kekuatan cakra indigo, yaitu anak-anak indigo alami dan anak-anak indigo terapan. Dua kelompok ini akan bisa saling menjatuhkan satu sama lain, namun tidak dalam bentuk peperangan senjata, namun dalam peperangan keyakinan dan akidah.

Lalu apa yang mendasari bahwa manusia indido memiliki kesamaan dengan ciri-ciri pasukan khusus yang Allah siapkan dan diberi nama pasukan panji-panji hitam untuk menghadapi perang melawan pasukan dajjal kelak. Mereka adalah orang-orang istimewa yang ketika diawal kelahirannya sudah memiliki karakter khusus yang menunjukkan keseriusan, kemantapan hati dan kekuatan mata bathin dominan. Ciri umumnya adalah anak-anak yang berwajah serius dan berkarakter serta cara berpikir layaknya orang dewasa. Tidak suka disepelekan dan tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun.

Ciri-ciri lain yang menonjol lainnya diantaranya:

1. Memiliki daya tangkap yang tinggi mengenai ilmu pengetahuan
2. Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi tentang nilai-nilai kebenaran
3. Memahami dan mengenal identitas diri dengan baik
4. Mengerti maksud dan tujuan kehadirannya dalam kehidupan ini
5. Tidak suka dengan aturan dan tata tertib yang umumnya dibuat oleh kaum kafir, ia hanya mematuhi aturan yang berdasarkan hokum kebenaran dan islam
6. Bisa berinteraksi dengan dunia ghaib melalui dominasi panca indera yang melekat pada dirinya.
7. Tidak mudah tergoyahkan dengan pengaruh dan intimidasi jenis apapun, jenis orang-orang yang kuat pendirian dan keyakinannya
8. Tidak suka dengan gaya hidup manusia pada umumnya, yang suka berfoya-foya dan tidak jelas tujuannya, memilih lebih suka menyendiri, meditasi dan bertafakur.
9. Susah diterima oleh masyarakat karena mereka memang sadar kehadirannya bukan dalam rangka ingin diterima atau disanjung-sanjung manusia, bahkan lebih dari itu, orang indigo selalu ingin menjadi pemimpin dan mengajak masyarakat ke jalan yang benar.
10. Selalu ingin menolong sesama dan membantu sesame dalam segala hal, terutama yang berkaitan dengan keahlian dan bakatnya
11. Selalu berpikir kritis tentang masa depan dan selalu menginginkan perubahan signifikan terjadi pada lingkungan dan alam sekitar.

Kita tidak akan pernah bisa memahami apa yang ada didalam diri mereka, karena biasanya mereka sangat tertutup dan membatasi diri dari pergaulan manusia. Namun pada dasarnya itu memanglah bagian dari sikap mereka yang tidak mau diperlakukan semena-mena oleh orang lain. Namun pada kenyataan mereka memiliki visi dan misi yang jelas dalam kehidupan ini, dan mereka selalu ingin mewujudkan cita-citanya itu sebisa mereka.

Salah satu hal yang mengkhawatirkan sebagian orang tua adalah anak-anak mereka tidak bisa konsentrasi dan focus. Sebenarnya ini bukan sifat asli bawaan orang indigo, sifat asli orang indigo adalah tenang dan khusuk. Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab; pertama akibat pola konsumsi makanan yang banyak mengandung senyawa kimia bernama salisilat, ditemukan terutama di zat tambahan makanan, ternyata ini yang membuat anak-anak jadi lebih hiperaktif. Atau kedua, ini adalah bagian dari ganguan jin yang menempati tubuh si anak. Adakalanya tubuh ini pernah kotor oleh dosa dan kesalahan, maka bangsa syaitan akan menempati setiap aliran darah si anak makanya anak jadi hiperaktif dan tidak bisa focus dan duduk diam. Jika memang demikian, maka ada baiknya dilakukan ritual ruqyah untuk mengusir para jin dalam tubuh si anak. Jika anak masih kecil maka sebaiknya ruqyah dilakukan oleh orang tuanya sendiri, karena ini untuk lebih memperkuat lagi kadar jalinan iman anak dan orang tua.

Orang tua yang diberi amanah anak indigo harus super sabar dan kuat iman islamnya, karena jika tidak bisa salah jalur dan masuk ke jalan kesesatan. Jika anak sudah dewasa maka ajak ia ke tempat ruqyah untuk di obati pada yang ahli, karena biasanya jin yang bersemayam sudah sangat kuat bersarang di dalam dirinya. Lalu bermunajatlah kepada Allah agar selalu dilindungi dan terus perkuat iman dan taqwa. Insya allah akan dimudahkan jalan.

Jika anda memiliki anak indigo seperti ciri-ciri yang dimaksudkan diatas maka anda wajib menjaganya dari gangguan apapun. Jauhkan dari gangguan jin dan jauhkan juga mereka dari sentuhan dunia luar yang bagi mereka amat sangat menyakitkan karena mereka bukan dilahirkan untuk menambah lebih banyak lagi pendosa, melainkan diciptakan untuk meluruskan akidah manusia yang sudah banyak keluar dari jalur. Mereka memang ditampilkan ke muka bumi ini untuk menjaga sendi-sendi dan nilai-nilai kebenaran tetap terjaga dan berada pada tempatnya. Atau bisa kita sebut jenis manusia ini adalah manusia setengah malaikat, karena layaknya malaikat yang sama sekali tidak mengenal istilah keburukan dalam dirinya, manusia istimewa ini lebih menyukai hal-hal yang bersifat , kebaikan, ketenangan, kedamaian serta jauh dari hiruk pikuk duniawi yang memabukkan. Orang indigo selalu ingin dalam keadaan suci dan bersih dari apapun, selalu ingin berdiam diri, berdzikir dan bertafakur ya seperti itulah juga sifat para malaikat. Mereka adalah orang-orang pilihan dijamannya.

Dan sesungguhnya anugerah ini tidak terjadi pada setiap orang. Karena sesungguhnya pada setiap jiwa anak yang terlahir ke dunia ini ia adalah suci tanpa noda, ia bersih dari segala kotoran dan kutukan sekalipun. Maka itu adalah bagian dari hak prerogative allah akan memberikan rahmat-Nya kepada siapa yang ia kehendaki. Ketika mereka lahir maka secara otomatis mata bathinya sudah terbuka dan mereka menjadi sadar dengan kehadiran dan tujuan kehidupannya.

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” QS. AL Isra:21.

“Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." QS. AL ISra:20.

Dan itu juga sebabnya tidaklah mungkin seorang anak mendapat keahlian ghaib ketika mereka dalam kandungan. Atau mereka dilatih sangat keras ketika sedang berusia 2 hingga 3 tahun, pada usia itu tidak memungkinkan bagi seorang anak untuk membuka mata bathin sendiri dan pemahaman ilmu laduni seperti itu, sangat tidak mungkin. Itu hanya mungkin dilakukan atas adanya ijin allah swt, jika allah menghendaki seseorang mendapatkan petunjuk lebih cepat dari yang seharusnya, maka allah akan bisa mewujudkannya.

PETUNJUK BAGI PARA NABI


Di jaman dulu, Allah swt telah memberikan keistimewaan kepada para nabi beberapa derajat ilmu dan kebijaksanaan yang lebih tinggi daripada kaummnya dalam rangka untuk menghadapi kaumnya yang sudah terlanjur rusak parah. Para nabi diutus perorangan, dipilih dari latar belakang orang-orang yang baik akal dan budinya, lalu melalui malaikat Jibril Allah membimbing mereka. Dalam Al quran telah banyak menceritakan kisah para nabi yang diberi mukjizat untuk mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar.

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka:”Kami tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kamu, akan tetapi allah memberi karunia kepada siapa yang dikehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal." QS. Ibrahim:11

Nabi Sulaiman adalah salah satu nabi yang bisa berbicara dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan, beliau adalah salah satu nabi yang diberi banyak kelebihan mengenai kemampuan ghaib yang tidak umum di khalayak ramai kala itu. Bisa berbicara dengan jin dan mengajak bahkan memberi perintah kepada bangsa jin dan lain sebagainya.

“Dan Sulaiman telah mewariskan Daud, dan dia berkata: Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata dari Allah." QS. An Naml:16.

“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari bangsa jin, manusia dan burung-burung lalu mereka diatur dengan tertib (dalam barisan).” An Naml:17.


Masih banyak lagi mukjizat yang dilimpahkan pada para nabi lainnya, tergantung situasi dan kondisi yang mempengaruhi saat itu. Salah satu nabi yang juga memiliki kemampuan adalah Nabi Isa as. Beberapa mukzijat nabi Isa semasa hidupnya adalah ia sudah dapat berbicara ketika masih dalam buaian untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel, dapat membaca dan menulis, sudah mengerti kitab-kitab yang ada sebelumnya Taurat dan Zabur, dan ia dapat menyembuhkan orang sakit sopak, dapat menyembuh orang yang buta, dan diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung. Dan beberapa mukjizat lain yang berkaitan dengan kemampuannya menghidupkan orang mati dimana ini hanya bisa dilakukan jika Allah swt mengijinkan.

KELAHIRAN PARA PENYERU

Dan Al quran juga sudah menjelaskan bahwa pada setiap generasi maka akan ada penyeru yang sudah diberi petunjuk oleh allah untuk memberi peringatan kepada sekalian umat untuk kembali ke jalan yang lurus. Para penyeru itu berasal dari orang-orang terdahulu yang juga pernah menjadi wali-nya Allah di muka bumi dan mereka pernah menjalankan tugas sebagai penyeru kebenaran. Atau dengan kata lain anak-anak istimewa ini memilik hubungan kekerabatan atau masih satu garis keturunan dengan para nabi atau orang-orang suci. Sebagaimana dijelaskan firman Allah berikut ini:

“Dan kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.” QS As-Saffat:77.

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka akan tersungkur dengan bersujud dan menangis.” QS. Maryam:58.

Serta beberapa ayat lain yang juga menegaskan bahwa para nabi adalah orang-orang pilihan yang diberi petunjuk untuk menjalankan amanat kenabian. Iman mereka diperkuat dengan kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini terteras dalam surat Al An-am 82-87 serta surat Al Isra:20-21.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS. Al an-am 82.

“Dan itulah hujjah kami yang kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." QS. AL An am :83


ASAL MULA KEKUATAN

Lalu dari mana asal kekuatan ghaib yang muncul pada anak-anak indigo saat ini. Satu hal yang pasti adalah bahwa semua sumber kekuatan itu berasal dari ALlah swt, tidak ada yang lain. Seorang anak ajain disinyalir bisa melakukan hal yang tidak umum, maka itu semata-mata karena Allah mengijinkan hal tersebut terjadi. Ingatkah kita pada salah satu ayat al quran yang mengungkapkan bahwa pada setiap diri manusia Allah sudah melangkapinya dengan kemampuan melihat, mendengar dan hati. Kemampuan lebih ini disematkan didalam ruh-Nya yang maha suci yang kala itu masih bersifat murni bersemayam di dalam diri para nabi, kemudian itu diturunkan kepada generasi penerusnya yang beranak pinak dan terjadi degradasi kadar, namun tetap saja karunia itu tetap bersemayam dan melanjutkan kepada generasi berikutnya.

QS. As Sajadah (32) : 9.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya Ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, ….”


Dari berbagai sumber menyatakan bahwa anak indigo memiliki banyak kemampuan, namun jika mengacu pada ayat di atas maka anak indigo hanya akan memiliki tiga macam kemampuan dominan pada dirinya, yaitu melihat, mendengar dan merasa. Walau sudah tidak bersifat murni dan sedikit berkurang dari pada generasi sebelumnya namun itu tetap tumbuh, tergantung bagaimana orang tuanya membimbing anak tersebut.

Penjabaran bentuk kemampuan dominan anak ajaib ini adalah dimana mereka umumnya bisa melihat wujud mahluk ghaib, mereka bisa merasakan kehadiran sosok ghaib dan berinteraksi dengan alam ghaib, juga bisa berpikir sangat dalam jauh lebih hebat jika dibandingkan anak-anak pada umumnya. Secara umum mereka bisa melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Mereka memiliki sisi idealis terhadap suatu bidang yang menjadi titik pusat ketertarikannya, misalnya bidang filsafat, bidang ilmu kedokteran, atau bidang ilmu agama dan sebagainya. Setiap perkataannya akan menjadi pusat perhatian orang, karena itu mengandung hikmah dan makna yang sangat dibutuhkan pada saat itu. Mereka mampu menawarkan sebuah jalan keluar bagi permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat.

Lalu bagaimana jika ada anak yang merasa bisa meramal masa depan? Sebenarnya itu bukan kekuatan asli anak indigo karena bisa jadi itu adalah unsure yang dihidupkan oleh bangsa jin dan syaitan untuk mengelabui manusia lain yang tidak memahami potensi anak ajaib ini. Bangsa jin sangat mengkhawatirkan hal ini, mereka tidak menginginkan manusia menyadari kemampuan lebih yang dianugerahkan Allah padanya, karena itu akan melemahkan mereka dalam situasi apapun.

Dan maka dari itu mereka berupaya keras mempengaruhi orang tuanya untuk menutup atau menghilangkan kemampuan sang anak untuk membuat anak mereka kembali menjadi manusia normal. Padahal di awal sudah dijelaskan bahwa anugerah itu tidak akan bisa dihilangkan dengan cara apapun, meski berupaya ditutup, suatu saat kelak maka ia akan muncul kembali dan itu akan kembali mempengaruhi cara berpikir anak.

Dan itulah sebabnya pada banyak kasus, banyak anak indigo baru menyadari kemampuan gaibnya ketika mereka sudah dewasa. Dan salah kaprahnya lagi, pada sebagian orang yang tidak tahu bagaimana cara menangani anak indigo ini, ketika potensi itu diarahkan pada pihak-pihak yang salah maka mereka akan menempuh jalan yang sesat. Misalnya mereka mengembangkan sendiri kemampuannya dengan belajar otodidak dari berbagai literature keilmuan kuno. Dan jika literature yang mereka baca bukanlah AL quran, tetapi literature yang berbau mistis, maka pada akhirnya mereka akan menempuh jalan menjadi paranormal, dukun, perantara, peramal dan sebagainya yang mana seharusnya mereka menempuh jalan ketaqwaan tapi akhirnya berbalik menjadi para pengikut bangsa syaitan dan iblis.

Pada akhirnya mereka akan terjebak dalam jerat syaitan dan berdiri menjadi pelayan syaitan. Sungguh amat disayangkan. Atau al quran menyebut mereka adalah golongan manusia yang tersesat. Karena sesungguhnya pada hari pembalasan kelak, semua karunia yang dimiliki anak berbakat ini akan dimintakan pertanggung jawabannya dalam penggunaannya. Jika mereka memilih jalan menjadi para pengikut iblis maka amat keras siksa Allah terhadap mereka, sudah dipastikan neraka Jahanam akan menjadi tempat singgah terakhir. Tapi jika mereka memanfaatkannya untuk memberi peringatan kepada sesame umat dan menegakkan hokum-hukum Allah di muka bumi, maka ia masuk ke dalam surge Aadn.

Diatas semua itu, satu hal yang harus dicamkan dalam-dalam bahwa kesemua kemampuan ini tidak selalu harus dimiliki oleh orang-orang yang sudah dibukakan mata hatinya sejak lahir, kemampuan ini bisa dipelajari dan bisa dilatih pada manusia biasa dan tidak punya bakat alam seperti anak indigo. Kelebihan yang didapat orang indigo adalah sebuah anugerah yang sangat memudahkan mereka mendekatkan diri kepada sang Khalik, tidak perlu usaha super untuk mencapai level manusia sempurna karena mereka tinggal melanjutkan dan mempertajam kemampuan itu untuk menjadi jalan menggapai kualitas manusia mulia di sisi Allah swt. Dan pada manusia biasa yang umumnya tidak memiliki bakat bawaan, maka mereka harus berusaha ekstra keras menggapai cahaya rahmat, membuka tiap pintu hingga Allah swt menggapai tangan mereka dan meneguhkan imannya lalu mensejajarkan posisi mereka dengan para manusia berbakat tadi.

ISI DUNIA YANG SUDAH SETENGAH HANCUR

Lalu apa yang harus dilakukan? Anak-anak berbakat ini harus berperan aktif ditengah lautan manusia sesat yang sudah jauh dari rahmat Allah swt, yang sudah banyak menyia-nyiakan shalat, menuruti hawa nafsu dan sudah jauh dari tuntunan Al quran dan Sunnah. Ditengah pusaran manusia yang sudah terlalu jauh dari tuntunan islam anak-anak ini akan menjalankan perannya sebagai agen pembaharu. Agen-agen yang bertugas mengemban misi penyelamatan moral dan akidah umat manusia secara keseluruhan menuju cahaya kebebaran menuju kemenangan sebagaimana yang dimaksudkan dalam berbagai pergerakannya mereka selalu mendapatkan kemenangan atas lawan-lawannya.

Anak-anak muda ini memiliki semua kemampuan yang diperlukan zaman dalam rangka memperbaiki sistem tatanan kemasyarakatan yang sudah carut-marut dan hancur. Allah akan mengirimkan mereka ke tengah-tengah masyarakat dan membuat banyak perubahan yang bisa menggiring banyak orang kembali pada jalan kebenaran. Anak-anak berbakat ini akan menjadi pemimpin perubahan di masyarakat dengan lebih banyak lagi menekankan pentingnya hidup berdasarkan pada tuntunan islam yang murni yaitu Al Quran, Sunnah dan Hadist.

Salah satu contoh nyata yang sudah ditampakkan di muka bumi ini adalah kelahiran seorang anak ajaib di wilayah Tanzania Afrika bernama Syarifudin Khalifa. Ditengah pusaran pemeluk agama nasrani yang kental, bayi ini lahir dengan seribu satu mukjizat menyertainya. Diusianya yang masih dalam buaian ia sudah bisa melafazkan ayat-ayat suci al quran, dan beranjak dewasa ia sudah berhasil mengislamkan ribuan masyarakat Afrika dengan cara berdakwah ke berbagai tempat. Ini adalah salah satu contoh nyata bahwa pada setiap manusia yang sudah dibekali kemampuan lebih dari Tuhan-Nya maka serta merta ia akan memikul beban untuk mensyiarkan islam di wilayahnya sesuai dengan kemampuannya dan Allah memberikan berbagai kemudahan kepadanya untuk dapat menjalankan misi tersebut.

Anak-anak dan generasi kita berikutnya adalah manusia-manusia pilihan yang sudah disiapkan Allah untuk mau berperang melawan kejahatan dengan jalan menegakkan hukum-hukum islam dengan cara damai dan istiqomah. Mereka terbagi menjadi dua kelompok;

Golongan pertama adalah manusia indigo alami (memiliki kemampuan supranatural/ghaib) yang di khususkan untuk berperang melawan bangsa jin dan iblis (dunia ghaib) untuk kemudian mengajak mereka ke jalan kebenaran dengan mengucapkan kalimat syahadat dan mengajak mereka memeluk islam.

Golongan kedua adalah manusia yang sudah melatih dirinya dengan dzikir dan fikir sehingga mereka di ditugaskan untuk berperang melawan para pengikut bangsa jin dan iblis, agar kembali mengamalkan ajaran islam dengan lurus dan benar. Para pengikut iblis ini terdiri dari pada peramal, paranormal, dukun, pembaca nasib dan sebagainya yang selama hidup mereka menghambakan diri mereka kepada bangsa iblis dan tentaranya.

Dua golongan elit ini akan menggempur habis-habisan sistem pertahanan bangsa jin dan syetan dengan dzikir dan fikir sehinga lama-kelamaan kekuatan mereka melemah dan hancur dan sistem tatanan hidup manusia akan kembali pada kebenaran.

Peperangan diantara keduanya bukan dalam bentuk senjata tajam, tetapi dengan kekuatan dzikir dan fikir yang mana pada siapa saja yang menghadapi pasukan elit ini, tidak ada satupun yang dapat membantah perkataan mereka karena setiap perkataan adalah dalil-dalil shahih dan dapat diterima oleh akal dan hati, pada setiap langkah dan tindakan mereka hanya didasarkan pada kebenaran yang menggunakan pendekatan damai dan istiqomah, para agen ini hanya mengutamakan cara berdakwah dan bersyiar dengan cara damai dan bukan dengan peperangan berdarah sebagaimana yang di tunjukkan kelompok ISIS, agen ini akan mengedepankann indahnya islam dengan ucapan, tutur kata yang indah dan sikap penuh saling kasih sayang antar sesama.

Dan pada setiap pergerakannya mereka akan selalu mendapat petunjuk Allah swt sehingga kemenangan selalu ada di sisi kelompok ini. Mereka akan membuat banyak manusia tersesat kembali pada jalan yang benar, membuat banyak perubahan dan perbaikian hukum di masyarakat menjadi lebih teratur dan terarah, anak-anak ini adalah agen perubahan yang sudah di tunggu-tunggu banyak pihak karena kelak mereka juga akan mendampingi Imam Mahdi menegakkan syariat islam di seluruh jagat raya. Semoga Allah merahmati kita semua, amin.