Tampilkan postingan dengan label rahasia kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia kematian. Tampilkan semua postingan

MENGAPA ORANG BAIK/SHALEH PERGI (WAFAT) LEBIH CEPAT


Saat ini ada pertanyaan di masyarakat tentang mengapa orang baik dan sholeh pergi lebih dahulu dari dunia ini. Baru-baru ini kita kehilangan orang baik bernama Yoga/Olga Syahpurta, Alex Komang, diiringi dengan Ibu Nori dan beberapa tahun lalu kita juga kehilangan seorang ulama bernama Ustad Jefri Al Bukhori. Pertanyaan ini menjadi Tanya besar sebagian orang, mengapa orang-orang berpengaruh ini dipanggil lebih dahulu, mengapa bukan pada orang-orang yang buruk perilakunya. Ada banyak orang baik dan sholeh dan berusia amat muda ternyata mereka sudah tidak ada lagi ditengah masyarakat. Ternyata ia sudah dipanggil Allah lebih dulu, jauh dari perkiraan manusia pada umumnya. Selama hidupnya orang-orang baik ini memiliki peran yang cukup besar, dimana umumnya mereka adalah orang yang memiliki jiwa social yang tinggi, gemar berbagi, suka memberi, selalu menolong orang lain dan berbagai keutamaan lain yang tidak dimiliki orang-orang pada umumnya. Mereka tidak pernah ragu dengan adanya kahirat dan selalu berpegang teguh pada Islam.

Lalu mengapa? Mengapa seorang public figure? Karena para public figure ini adalah orang-orang yang selama ini menjadi pusat perhatian, mereka adalah orang-orang yang selalu menjadi sorotan dan pembicaraan khalayak, sisi baik maupun buruk. Adapun maksud dan tujuan Allah memangil lebih dahulu orang baik dan sholeh, semua itu adalah agar para pengikutnya juga akan mengikuti apa saja yang sudah dilakukan si orang baik ini. Agar kenangan baik yan ditinggalkan idolanya itu membekas kuat didalam dadanya dan di kehidupan ini para pengikutnya inipun akan melakukan hal yang sama dengan apa yang sudah dilakukan idolanya itu.

Sudah disebutkan dalam beberapa hadist tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat; salah salah satu riwayat mengenai tanda-tanda datangnya hari kiamat, adalah ramai orang soleh meninggal dunia, berikut isi riwayat tersebut; 


"Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk perilakunya yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran" - Riwayat Ahmad.

Tahukah anda hikmah dari riwayat tersebut, bahwa Allah memandang baik amal anak manusia yang berbuat baik selama menjalani kehidupan duniawi dan menjadikan keutamaan bagi mereka untuk mendapat kehormatan kembali menghadap terlebih dahulu. Orang-orang ini di mata Allah sebenarnyanya sedang mendapat kehormatan dan kemuliaan karena selama hidup di dunia ia telah banyak menebarkan kebaikan, menebarkan keindahan dan kemuliaan Islam, maka nyawa mereka pun dicabut lebih cepat lalu meninggalkan dunia ini, agar mereka segera menerima balasan kenikmatan akhirat juga lebih cepat dari yang seharusnya, sesuai yang Allah janjikan.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.”(QS. Al Bayyinah: 7-8).

Sementara orang-orang yang ditinggalkan sebagian adalah orang-orang yang masih merupakan manusia yang kurang amal ibadahnya, kurang sedekahnya, kurang memahami hakikat kehidupan, kurang mengenal diri dan pencipta-Nya, mereka masih kurang dalam segala hal, makanya Allah membiarkan mereka dalam segala kekurangannya itu semata-mata agar orang-orang ini berupaya sendiri; mengoreksi diri, mencari hidayah dan pemahaman sesuai dengan usaha dan upayanya, agar orang-orang ini berubah menjadi orang-orang baik dan sholeh seperti yang sudah dipanggil sebelumnya. Sehingga orang-orang ini memiliki amal yang cukup ketika menghadap sang Maha Pencipta.

Orang-orang ini meski mereka diberi waktu hidup didunia lebih panjang daripada orang-orang shaleh, namun dalam setiap detak waktu yang berlalu mereka sebenarnya sedang diberi kesempatan waktu untuk bertobat dan memikirkan cara menambah amal ibadah lebih banyak dan lebih baik lagi dari sebelumnya, mereka harus banyak belajar dari berbagai pelajaran berharga yang sudah dicontohnya idolanya. Kita harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari kematian orang baik dan sholeh, mereka sesungguhnya adalah bagian dari peringatan Allah untuk kita, untuk membuat kita sadar bahwa hidup hidup manusia sudah berada di penghujung jaman, maka bersegeralah bertobat dan meramal shaleh, agar tidak masuk dalam golongan manusia rugi.

Apa-apa yang sudah ditinggalkan dan dicontohkan sang idola maka itulah yang akan menjadi panduan sisa manusia lainnya untuk memperbaiki diri, dan percayalah bahwa setelah beberapa tahun berlalu, jika ada beberapa orang yang mampu menjadikan diri mereka manusia baik dan sholeh, maka dengannya ALlah juga akan mempercepat kematiannya. Allah juga akan memanggil mereka menghadap lebih cepat, sehingga padanya yang tertinggal hanyalah kenangan baik di hati keluarga dan sahabat, lalu diteruskan lagi oleh generasi-generasi berikutnya. dan seterusnya- dan seterusnya dan yang tersisa dari mereka hanyalah yang jelek-jelek perilakunya hingga datangnya asap lembut yang menidurkan mereka (orang-orang baik di antara yan jelek-jelek) dan mulai berlakunya hari kiamat. Ini adalah layaknya proses penyaringan dan seleksi ketat bagi siapa saja yang menghendaki syurga yang kekal, maka mereka harus bekerja keras menggapainya.

Artinya ;“ALLAH tidak sekali-kali akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan yang kamu ada seorang (bercampur aduk mukmin dan munafik, bahkan Ia tetap menguji kamu) sehingga Ia memisahkan yang buruk (munafik) daripada yang baik (beriman)." (Al Imran 3:179)

Itulah sebabnya anda mungkin sering melihat mengapa justru banyak orang zalim lebih panjang usianya. Bisa jadi ini karena Allah yang sudah memberikannya kesempatan orang zalim ini waktu dan kesempatan memperbaiki diri, namun pada kenyataannya dia tidak pernah mau melakukan koreksi diri, maka baginya Allah swt membiarkannya terus-menerus berlumuran dosa hingga akhir usianya, sehingga akhirnya ia juga akan menerima serangkaian siksa tanpa henti, mulai dari siksa sakharatul maut, siksa alam kubur, siksa menanti hari kiamat, dan siksa setelah perhitungan amal. Orang-orang yang selama hidupnya semua waktu hanya dilaluinya dengan tindak kejahatan, maka demikian juga yang akan dialaminya di akhir hayatnya, semuanya hanya akan terdiri dari siksaan dan hinaan.

“Mereka hendak menipu ALlah dan orang-orang beriman, padahal mereka sedang menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadarinya" (QS. Al Baqarahh: 9).

Tanda-tanda datangnya hari kiamat lainnya adalah:

"Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bahawasanya ALLAH S.W.T. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi ALLAH S.W.T. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim-ulama'.

Selain mengangkat orang-orang baik, Allah juga mempercepat kematian alim ulama yang didalam diri mereka bersemayam ilmu. Para alim ulama ini adalah sumber datangnya rahmat keilmuan, lalu jika mereka tidak ada, ke manakah kita mencari pemahaman yang shahih tentang berbagai keilmuan agama. Tidak lain adalah kita harus menjadikan diri kita peka dengan berbagai peristiwa yang ada di sekitar kita, kita harus menghidupkan panca indera kita yang utama yaitu hati kita, karena pada setiap kejadian Allah senantiasa menyelipkan pesan dan hikmah, manusia yang menghidupkan hati nuraninya, maka dengan mudah mereka akan dapat menerima hikmah. Maka dari itu ilmu yang langsung masuk ke dalam hati adalah bekal yang terbaik bagi setiap manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sebagaimana firman-Nya berikut ini:

"Yaitu orang-orang yang beriman, dan hati mereka menjadi tenang hanya dengan mengingat ALlah." (QS. Ar-rad:28)

Cara berikutnya adalah, banyak-banyak pergunakan kemampuan mata untuk banyak membaca ayat suci al Quran dan hadist untuk mengkaji si kandungannya dan banyak-banyak menggunakan telinga untuk mendengarkan alunan ayat suci AL quran sehingga jiwa dan hati menjadi satu kesatuan utuh yag saling menopang teguhnya iman dalam dada. Hanya dengan mengoptimalkan ketiga panca indera ini semoga Allah menempatkan rahmatnya pada diri kita agar kita terhindar dari berbagai fitnah dunia dan bisa kembali ke pangkuannya dalam keadaan sebaik-baiknya iman.

Maka dari itu hikmah dibalik berbagai kejadian ini adalah panggilan untuk kita agar bersegera kita memperbaiki diri, membekali diri kita dengan berbagai amalan sholeh, membekali diri kita dengan berbagai amal kebajikan, mempersiapkan diri kita menghadap sang Khalik, dan menjadikan diri kita manusia yang selamat dunia dan akhirat. Saat ini urusan Allah terhadap manusia sudah tidak lebih dari sekedar memberi peringatan. Dunia sudah berada di ujung masa, sudah tidak ada lagi waktu dan kesempatan bagi kita untuk bersantai-santai dan berfoya-foya mempermainkan waktu. Karena disana hanya akan ada dua pilihan, surga atau neraka.

DIBALIK SUKSES DAN JATUHNYA YOGA/OLGA SYAHPUTRA

OLGA atau Yoga, atau siapapun dia namun kini ia telah menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi banyak penggemarnya. Ada sebuah pemandangan aneh dihari yang sama Olga wafat, dimana disaat bersamaan kawan seperjuangannya tidak ada bersamanya yaitu Rafi Ahmad yang sedang berangkat Umroh. Dua orang ini bagaikan pinang dibelah dua, atau mungkin lebih tepatnya seperti dua sisi mata uang. Berada dalam satu tempat yang sama namun posisinya saling membelakangi, atau saling bertolak belakang. Keduanya menapaki karier yang sama dan diwaktu yang sama, memulai dari nol dan keduanya sama-sama pekerja keras, dan keduanya juga mendapatkan limpahan rizki yang besar, namun dalam kehidupan sehari-harinya memiliki karakter yang berbeda dan saling bertentangan, apakah itu? benar sekali, dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan harta yang diterima, Olga sangat dikenal murah hati dan dermawan, namun Rafi Ahmad dikenal public sebagai sosok yang glamour namun sedikit kikir dan pelit mendermakan hartanya.

Dan ini bisa kita lihat dengan jelas ketika keduanya tidak bisa saling bertegur sapa hingga ajal memisahkan, namun keduanya berjalan ke arah yang sama yaitu sedang sama-sama menghadap Sang Maha Kuasa (Olga menghadap Sang Maha Kuasa ke Pangkuan-Nya di Ars dan Rafi Ahmad menghadap Allah swt di Rumah Tuhan yaitu Makkah). Nampaknya keduanya sedang di setrap (dipanggil untuk menghadap). Lalu ada fenomena apa gerangan dengan keduanya? Tema ini akan membahas dan mengupas pesan tersirat dan terselubung yang sedang terjadi dengan kedua anak manusia ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah.


Seorang selebriti terkenal dalam negeri bernama Yoga/Olga Syahputra, anda tahu dengan jelas siapa orang ini diawal kehadirannya di dunia entertaimen, dia hanya seorang figuran yang sama sekali tidak dianggap oleh media. Dia hanya anak ingusan yang tidak tahu apa-apa tentang dunia entertainmen, tidak pernah mengenyam pendidikan tentang dunia hiburan, dan ia mempelajari secara otodidak semua ilmu dunia hiburan itu sendiri sehinga dalam waktu singkat berubah menjadi selebritis papan atas berpenghasilan tertinggi dan memiliki asset berlimpah.

Meski demikian, ia juga memiliki jiwa social yang tinggi dan memiliki kepekaan pada sesamanya yang sedang kesusahan, suka memberi dan menyantuni anak yatim, tidak pernah menghitung-hitung harta yang dibelanjakan untuk kaum duafa, orang yang sangat ringan tangan dengan harta yang suka dibelanjakan dijalan Allah dengan ikhlas tanpa pernah mengharap imban. Siapa saja yang datang padanya maka ia akan membantu dengan hartanya tanpa ada pikiran buruk sedikitpun tentang orang yang dibantunya itu, dan tidak pernah mengharap orang tersebut mau mengembalikan kembali bantuan yang diberikan. Pikiran dan hatinya benar-benar putih bersih bagaikan kapas, dari perilakunya ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa bagaimanapun sulitnya hidup janganlah pernah menyerah dengan keadaan, teruslah berusaha mencari keridhoaan Allah dengan cara yang halal dan berkah. Dan jika sudah mampu memberi manfaat kepada orang lain, maka berbuat baiklah kepada sesame dan bantulah siapa saja yang membutuhkan pertolongan kita meski itu hanya sedikit. Besar pelajaran yang di contohnya Olga semasa hidupnya, sehingga banyak orang yang merasa tertolong semasa hidupnya merasa Olga tidak seharusnya meninggalkan dunia lebih cepat. Tapi itulah takdir Illahi.

Sungguh amat mulia yang dilakukan Olga selama ini, semua tindak tanduknya menjadi acuan dan contoh yang baik di masyarakat, betapapun sakitnya penderitaan penyakiit yang dideritanya tidak membuatnya menyerah dengan keadaan. Ia tidak mau menjadi beban orang lain dan bahkan dalam diam dan tidurnya ia terus mengingatkan sahabat-sahabatnya untuk tetap berjalan di jalan yang benar, ia hadir ke dalam mimpi para sahabatnya sekedar untuk bertegur sapa. Ya begitulah cara ALlah memberi hikmah kepada kita semua bahwa setiap kejadian selalu ada hikmah besar didalamnya.

Lalu apa sebenarnya yang dialami Olga, dan apa yang menjadi penyebab hinggapnya penyakit itu bersarang dalam tubuhnya? Sekedar mengingatkan saja, bahwa Olga adalah salah satu artis yang pertama kali menyebarkan faham Alayisme (Alay atau laki-laki berperilaku perempuan). Dia adalah salah satu artis yang gemar berpakaian setengah perempuan. Ia yang gencar mengkampanyekan gaya-gaya dan gerak-gerik laki-laki setengah perempuan kepada pada kaum muda yang pada saat itu sedang menggandrungi acara music di salah satu stasiun televise swasta yang kala itu juga booming. Acara music ini menjadikan Olga sebagai icon Alay paling ngetop dan paling dominan kala itu.

Sebagaimana kita saksikan sendiri di layar kaca, sebagian publik figur sering mencontohkan cara berdandan dan bergaya seperti perempuan. Ada yang memakai rok dan memakai pakaian wanita lainnya. Begitu pula yang nampak pada para banci/ bencong yang bergaya seperti wanita. Bergaya seperti ini terkena larangan sekaligus akan mendapat laknat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan,
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari).

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad no. 8309, 14: 61.

Mungkin penyakit yang di derita Olga saat ini adalah salah satu bentuk peringatan dan azab Allah kepadanya untuk meringankan siksanya di akhirat kelak, karena dengan sengaja atau tidak telah membuat virus Alayisme ini mewabah dan merusah moral anak muda pada umumnya yang kebanyakan adalah ABG tanggung dan belum punya tujuan hidup. Penyakit kronis yang dideritanya ini adalah dalam rangka untuk membersihkan dosa-dosa yang pernah dilakukannya dimasa lalu, sehingga ia tidak perlu menanggung seluruh siksaan laknat yang amat pedih diakhirat karena semua amal ibadahnya suka membantu orang lain akan dapat menyelamatkannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.


(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.
(HR. Bukhari no. 5641).


SISI LAIN KEHIDUPAN RAFI AHMAD

Lalu bagaimana dengan Rafi Ahmad, ia juga salah satu rekannya Olga Syahputra yang kecipratan rizki yang sebagian sudah ditinggalkan Olga Syahputra. Orang pasti tidak mengenal sosok Rafi Ahmad jika tidak ada peran Olga di dalamnya. RA juga sama-sama berasal dari bawah dan merangkak menjalani kariernya. Bahkan RA juga banyak mendapat ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan karier dari Olga. Sehingga RA semakin sukses menjadi milioner sebagai host dengan penghasilan tertinggi saat ini. Ia adalah salah satu artis yang ulet dan pekerja keras dalam bidangnya. Tidak ada situasi yang dapat menurunkan pamornya di dunia entertaimen, karirnya tidak pernah redup meski ia pernah menjadi pemadat obat terlarang di masa ke-emasannya. RA adalah salah satu artis papan atas yang memiliki stamina kerja yang tinggi, selalu mampu memenuhi jadwal tayang yang padat. Bahkan Ia juga kerap menjadikan sisi kehidupannya objek tontonan dan ladang uang bagi dirinya sendiri. Mulai dari kehidupan pribadi hingga hal-hal yang bersifat sepele selalu ditampilkan ke layar kaca, meski bagi sebagian orang itu dianggap tidak perlu. Dan memang kita semua mengakui keuletannya itu telah menghasilkan banyak keuntungan materi yang tidak terhingga.


Lalu apakah ia memiliki jiwa social yang tinggi sebagaimana yang ditinjukkan rekannya Olga Syahputra, nampaknya tidak. Karena semua juga tahu seorang RA tidak pernah terlihat menyantuni anak yatim, tidak pernah menyambangi orang miskin, tidak pernah membantu kawan sejawatnya yang kesusahan dan sebagainya. Kabanyakan orang tahu bahwa RA adalah orang yang suka memamerkan kekayaan hartanya, mulai dari rumah, mobil mewah, istri cantik, showroom dimana-mana, hobi berkendaraan mewah dengan kaum jetset dan ia juga terkenal dengan sebutan raja apartemen, punya koleksi mobil mewah dan rumah/apartemen mewah di berbagai lokasi strategis dengan nilai fantastis. Perilaku ini tidak pernah ditunjukkan oleh Olga yang notabene kekayaannya jauh lebih banyak dibanding RA, Olga tetap saja hidup sederhana dengan gayanya yang polos dan lugu. Inilah yang tidak dimiliki RA, RA lupa dengan firman Allah swt berikut ini.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan mereka itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di leher mereka di hari kiamat kelak. ….(QS. Al Imran :180)

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan,…(
QS. Al Baqarah:159)

Rafi Ahmad (RA) sedang lupa dan amnesia dengan peringatan diatas, yang diperhatikannya adalah bagaimana lagi bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi dari yang sudah ada. Maka lihatlah bagaimana kerja kerasnya itu ia bisa membeli semua keindahan dunia dengan mudahnya, sebagaimana yang disebutkan Firman Allah berikut ini:

Artinya:“Dijadikan indah pada pandangan manusia , merasa kecintaan apa-apa yang dingininya (syahwat) iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang bertimbun dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatan ternakan dan sawah ladang, Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat sebaik-baik kembali.” (QS. Al Imran:14)

Seharusnya dari kejadian wafatnya kawan dekatnya Olga syahpurta bisa membuat Rafi Ahmad tersadar dengan mimpi yang sedang dilakoninya saat ini, bahwa tidak semua uang yang ada di tangan bisa membeli kehidupan. Tidak semua hasil kerja kerasnya bisa membuatnya hidup kekal, jika Allah menghendaki, maka semua itu hanya akan menjadi butiran debu. MomenT ini adalah waktu yang tepat untuk kembali ke jalan yang benar, jangan lagi mengejar dunia karena alasan takut miskin, takut hina dan takut dijauhi manusia. Jadikan harta itu untuk membeli kehidupan akhirat yang jauh lebih nyata. Pergunakan nikmat harta yang ada untuk memperbaiki diri dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat, minta ampun dan mohon pertolongannya agar tidak menapaki jalan yang sama yang sudah ditempuh rekannya, mumpung ALlah masih memberi kesempatan berada di rumah-Nya maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kedua manusia ini tidak bisa bertemu secara kasat mata manusia, karena sesungguhnya secara ruhaniah sebenarnya keduanya sedang saling berhadapan, yang satu sudah menghadap sang ilahi dalam keadaan sempurna, yang satunya sedang diberi kesempatan mengoreksi diri.

KEDUDUKAN HARTA DUNIA

Kedudukan harta dalam islam adalah sebagai pendukung ibadahnya kepada Allah swt. sebagaimana diketahui bahwa ibadah dalam islam ada yang berupa ibadah badaniyah seperti shalat dan puasa, ada ibadah maliyah (harta) seperti zakat dan sadakah dan ada juga yang ibadah badaniyah dan maliyah seperti haji dan jihad. Mana diantara ibadah-ibadah ini yang mampu dilaksanakan setiap umatnya adalah dalam rangka untuk menyelamatkannya dari siksa api nereka.

Bahwa Allah menganugerahkan seseorang dengan rizki yang halal dan banyak pada sebagian kaum adalah dalam rangka untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Dalam rangka agar diantara sesame manusia timbul rasa kasih sayang yang disebabkan turunnya Rahmat Allah kepada kaumnya yang bersyukur dan berdoa. Dalam kasus RA ini nampaknya Allah sudah bersikap membiarkan RA dengan kesibukannya dan kekuatannya meraup keuntungan berlimpah untuk kesenangan dunianya. RA sedang tertidur lelap dalam tidurnya hingga akhirnya ia terbangun dan menyadari bahwa sisi hidupnya yang lain telah tiada.

BAHAYA HIDUP BAKHIL DAN KIKIR

Sumber malapetaka kikir adalah mencintai harta, penjang angan-angan, takut miskin dan terlalu mencintai anak-anak. Cukup hina bagi si bakhil yang mengumpulkan harta tanpa memandang hak orang lain ada didalamnya. Ia menangguhkan pedihnya bahaya dan siksa tanpa merasakan kenikmatan dari harta yang dikumpulkannya itu. sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Waki; “Orang tercela ialah orang yang tidak berhenti mengumpulkan harta untuk ahli warisya, bahkan untuk dirinya sendiripun ia tolak, laksana anjing yang berburu lalu menahan diri untuk memangsa buruannya.”

Kedudukan orang bakhil ini disamakan dengan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Artinya Allah menyamakan kedudukan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat ini sama dengan orang musyrik. Sabda Nabi saw:

“Tak seorangpun yang tidak mengeluarkan zakat kecuali mereka (hartanya) akan diwujudkan dalam bentuk ular besar botak di hari kiamat, dimana ular itu akan dikalungkan dilehernya.”

Nabi Yahya as. Pernah bertemu Iblis. Nabi Yahya as. Bertanya; “Hai iblis, beritahu padaku mana orang yang kamu cintai dan orang yang kamu benci.” Iblis menjawab; “manusia yang paling aku cintai adalah orang mukmin yang kikir. Dan manusia yang paling aku benci adalah orang fasik yang dermawan.”

Nabi Yahya as. Bertanya; “Kenapa!”

Kata Iblis;” Karena pelitnya orang kikir sudah cukup jelas bagiku (akan menjadi milikku), sedangkan orang fasik yang dermawan, aku khawatir jangan-jangan Allah memandang kedermawannnya dan amalnya diterima.”

Lalu Iblis pergi sambil berkata; “Andaikan engkau bukan nabi Yahya as pasti aku tidak akan memberitahukanmu.”

Kata-kata Hikmah yang terkenal dari orang bijak;” Harta si bakhil dinanti dengan gembira oleh tragedy dan ahli waris.”

Sedangkan seorang penyair berkata: “Ketika harta benda sudah tidak bermanfaat bagi kawan, saudara dan kerabat serta si miskin yang tidak terbagi, pada akhirnya hanya akan dimiliki oleh ahli waris, sedangkan sibakhil hanya akan menerima penyesalan.”

Jadi dapatlah kita mengambil hikmah dari kejadian dan peristiwa ini, bahwa harta yang kita sembah-sembah selama ini tidak akan dapat menyelamatkan kita dari datangnya Azab Allah swt, tidak akan dapat menangguhkannya walau hanya sedetik.

Semoga saja tidak semua opini ini benar dan bisa saja penulis salah, mohon maaf jika ada kesalahan. Kita kembalikan semua kepada Sang Pemilik Hidup. Innalillahi wa innailaillahi Rojiun

MATI = MENUJU ALAM KEHIDUPAN ABADI


Allah swt berfirman : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az Zumar : 42)


Mati, bagi sebagian besar orang dianggap sebagai momok yang mengerikan yang dapat menimpa siapa saja tanpa memandang waktu dan tempat. Tidak ada orang yang mau berhadapan dengan yang satu ini dengan alas an apapun. Manusia manapun yang hidup di dunia ini sangat pantang menyebut satu kata ini dalam kehidupan sehari-hari, karena bagi mereka mati berarti dimulainya suatu tahap penderitaan. Namun tahukah anda bahwa dalam sebuah peritiwa kematian juga mengandung sebuah pesan bahwa kematian bisa juga diartikan dengan mengakhiri penderitaan. Penderitaan kita selama di dunia memikul beban dosa yang semakin hari semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

Bagi kaum muslimin, kematian adalah sebuah berkah, karena menjadi proses akhir kehidupan dunia menuju kehidupan baru yang jauh lebih baik, lebih tenang dan kekal. Sebab kehidupan di akhirat adalah kehidupan nyata dan bersifat abadi yang jauh lebih sempurna jika dibanding kehidupan dunia. Setiap muslim mengetahui dengan pasti bahwa kematian adalah bagian dari proses berpindahnya hidup di alam alam jasad ke hidup di alam ruh. Semua itu adalah bagian dari rukun iman yang mengaharuskan muslim meyakini adanya hari kiamat.

Orang islam memang dalam kehidupan di dunia mereka selalu dididik dengan amat keras menjalani kehidupan, selalu harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Allah swt dalam segala lingkup kehidupan. Selalu harus bersabar dan tabah menghadapi cobaan dan harus selalu menjaga iman dalam susah dan senang. Tidak ada satupun aturan yang ringan bagi umat islam untuk dijalani karena sifat al basyirah allah yang selalu mengawasi dan maha mengetahui itu, maka manusia tidak diperbolehkan bertindak semena-mena. Tapi disisi lain, allah tidak pernah mengancam umatnya akan mendapatkan siksaan berat jika mereka menghadapi kematian kelak. Justru sebaliknya jika manusia mampu menjaga imannya, maka tidak perlu merasa takut dan trauma pada kematian. Kematian adalah satu bagian dari kehidupan. Kematian adalah sebuah akhir penderitaan fisik dan dimulainya kehidupan fana.

PROSES SAKARATUL MAUT

Apakah anda tahu apa yang menyebabkan datangnya kematian? Proses mati adalah sebuah tahap perpindahan kehidupan jasad/fisik beralih pada kehidupan alam ruh. Sebelum memasuki kehidupan alam ruh, maka aktivitas jasad harus dihentikan terlebih dahulu. Dan proses perpindahan ini juga memang tidak mudah karena sebagaimana ketentuan yang sudah berlaku, maka sebelum ruh melepaskan diri dari jasad/fisik, maka ada sebuah proses ditariknya ruh dari dalam jasad oleh malaikat, apakah dengan cara yang keras atau cara halus. Mengapa terdapat dua cara yang berbeda pada saat proses penarikan ruh? Cara yang keras adalah malaikat mencabut ruh dari jasad dengan cara di tarik sekuat tenaga, maka sakitnya tidak terkira. Namun jika dengan cara yang lembut, maka ruh itu akan keluar bagaikan air mengalir. 


Dan ternyata hal ini terkait dengan kualitas nafas itu sendiri, apakah orang itu selalu melafazdkan asma allah dengan benar atau tidak. Maka didalamnya mengandung hikmah, ternyata ada satu ikatan antara ruh dan jasad dalam setiap tarikan nafas kita. Dalam setiap tarikan nafas manusia terdapat asma allah. Bagi para sufi, napas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal bathin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kalimah ALLAH, kebawah tiada berbatas dan keatas tiada terhingga. 
Itulah sebabnya pada saat manusia akan mati, maka proses pertama yang harus dilalui adalah mengeluarkan ruh dari dalam jasad, seberapa sulit dan kerasnya cara mengeluarkan ruh itu tergantung dari kualitas tarikan nafas orang tersebut. Jika selama hidupnya, pada setiap tarikan nafasnya kerap berada dalam keadaan suci (wudhu), seluruh anggota badannya selalu melakukan perbuatan terpuji maka ruh itu akan mudah melepaskan diri dari jasadnya. Sebaliknya jika selama hidup, dalam setiap tarikan nafas orang itu kerap berbuat buruk, bergunjing, menghina dan tidak pernah mensucikan diri, maka ruhnya akan sulit dikeluarkan dari jasadnya, karena sangat pekatnya kotoran yang melekat sehingga layaknya perekat yang sudah mengeras, sangat sulit dilepas, itulah sebabnya malaikat harus mengerahkan segenap tenaga untuk mengeluarkan ruh yang kotor ini dari jasadnya, dan itulah yang menyebabkan rasa sakit yang amat sangat.
Setelah ruh keluar maka jasad ini tidak akan bisa bernafas lagi. Kenapa? Karena asma allah sudah keluar dari jasadnya. Tidak ada lagi kehidupan di dalamnya. Dan itulah sebabnya mengapa orang yang sudah mati tidak bisa bernafas lagi, disalurkan oksigen ke dalam mulutnya pun, jasad tidak akan bangun lagi, ia akan tetap tergeletak kaku.

Jika selama di dunia banyak melakukan ibadah dan selalu melalafazkan asma allah, maka ruh itu akan di tarik oleh malaikat dengan cara yang mudah dan berhati-hati. Namun jika ternyata selama hidup di dunia jasadnya banyak melakukan maksiat dan mulutnya membuat fitnah, maka ia akan ditarik dengan sangat keras, dimana ia akan tercekik dan meronta menahan sakit.

Itulah sebabnya mengapa allah mengharuskan manusia untuk berdzikir dan menggemakan asma allah setiap saat. Karena ruh ini yang menyebabkan adanya kehidupan dalam jasad, karena didalamnya ada unsure dan dzat allah yang Maha Suci, bukan semata-mata karena manusia itu bisa menghirup udara. Dalam definisi umum sesungguhnya ketika proses bernafas, maka sesunggunya kita sedang berdzikir dan melafazkan asma allah, dengan syarat orang itu sudah bersuci (wudhu). Orang yang senantiasa menjaga dirinya dalam keadaan bersuci, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, karena setiap ia menarik nafas maka keluar asma allah yang maha suci dan mengalir ke dalam segenap jiwa dan raganya. 
Ada dua macam kematian bagi manusia, kematian yang disebabkan atas kehendak Allah swt yang sudah menetapkan ruh untuk kembali pada pangkuan-Nya dan kematian yang disebabkan oleh tidak berfungsinya jasad/jasmani sehingga dengan terpaksa ruh harus meninggalkan jasad lebih cepat dan seharusnya. Keduanya masih merupakan misteri bagi manusia, karena tidak akan pernah ada yang tahu mengapa seseorang harus mengakhiri hidupnya, hanya Allah yang tahu dalam keadaan apa, kapan dan di mana manusia diharuskan menghentikan hidupnya di dunia. Karena itu adalah hak prerogative allah swt.

Proses berhentinya kerja jasad ada banyak cara, tapi pada umumnya memiliki sebab-sebab yang masuk akal manusia, meski sesungguhnya ruh masih bersemayam di dalam jasad dan jasad belum sepenuhnya siap untuk kembali ke pangkuan-Nya. Kematian ini dengan sangat terpaksa harus terjadi. Berikut beberapa proses kematian jasad:

1. Kematian jasad di akibatkan oleh suatu penyakit; pada kondisi ini ada sebagian fungsi organ tubuh yang tidak bisa berfungsi sempurnah sehingga mengakibatkan tidak optimalnya fungsi organ yang lain untuk menunjang kehidupan lebih lama lagi. Seandainya orang ini tetap hidup pun, maka tubuhnya tidak akan mampu melakukan banyak hal berarti, bahkan mungkan dapat merepotkan orang lain yang ada disekelilingnya, maka padanya kematian adalah lebih baik. Tapi dalam hal ini tidak ada yang tahu kapan persisnya jasad itu akan dianggap cukup layak untuk diberhentikan secara total, karena itu adalah kewenangan allah swt, manusia hanya diminta untuk berusaha dengan cara berobat dan berdoa. Karena sesungguhnya seseorang yang ditimpanya musibah penyakita adalah dalam rangka menggugurkan dosa-dosanya dimasa lalu. Menunggu hingga saat yang tepat allah baru mau menerima ruh nya kembali pada-Nya dalam keadaan sempurna.

2. Kematian jasad diakibatkan suatu kejadian pembunuhan; kondisi darurat ini diakibatkan adanya niat buruk dari orang lain untuk mengakhiri nyawa seseorang dengan cara menggunakan benda tajam atau senjata api. Sampai tahap ini pun masih ada peran allah yang memutuskan apakah orang tersebut masih diberikan kesempatan untuk selamat atau tidak. Jika ternyata tidak, karena sangat kuatya tekad si pembunuh, maka kejadian pembunuhan itu akan terus berlangsung hingga nyawa si korban tidak tertolong. Namun jika masih diberi kesempatan selamat, maka niat orang jahat itu tidak terlaksana atau allah masih dapat menyelamatkan nyawanya dengan jalan-Nya.

3. Kematian jasad diakibatkan kecelakaan; sebuah situasi yang tidak bisa dihindari, sebagai akibat dari kelalaian manusia mengendalikan kendaraan atau karena kesalahan teknis, yang menyebabkan hilangnya nyawa ratusan orang. Dalam situasi inipun allah masih mempertimbangkan apakah kejadian itu bisa diterima akal manusia atau tidak, sebagai contoh kejadian hilangnya maskapai penerbangan Malaysia MH 370 baru-baru ini, dalam situasi ini allah masih mempertimbangkan hokum manusia, dimana ketika sebuah pesawat dengan jumlah ratusan orang didalamnya tiba-tiba terjadi ledakan besar dalam pesawat, masuk akalkah jika masih ada orang yang selamat. Jika memang masih memungkinkan maka dimungkinkan bagi allah adanya korban selamat, namun jika tidak, maka seluruh penumpang akan memasuki alam baka.

4. Kematian jasad yang diakibatkan datangnya bencana alam; sesuatu peristiwa yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim dan cuaca suatu daerah mengakibatkan terjadinya pergerakan dalam tanah dan timbulnya tekanan di daerah lain maka terjadilah letusan gunung berapi, angin topan, tsunami, badai  dan lain sebagainya yang mana hal ini pun sudah mendapat persetujuan allah untuk terjadi dan akan menimpa sekelompok orang yang ada di daerah tersebut. Maka ini termasuk bukan kematian yang diinginkan oleh manusia maupun allah sendiri, karena ini murni akibat faktor alam yang tidak boleh bertentangan dengan hukum akal manusia. Bagaimanapun buruknya dampak yang ditimbulkan, maka itu harus terjadi. sementara orang-orang yang menjadi korban maka mereka akan mendapat tempat tersendiri kelak di alam barzah. Mereka tergolong sebagai orang yang mengorbankan diri.
Ada satu keistimewaan pada empat jenis kematian jasad yang tidak dikehendaki oleh manusia ini. Pada saat akan menemui ajalnya, dalam diri manusia masih tertera suatu niat baik yang belum terlaksana, maka orang tersebut akan menjadi salah satu golongan yang beruntung, yaitu masuk kedalam kelompok orang yang pertama kali masuk surga. Seandainya dalam satu rangkaian, maka ada ribuan atau jutaan kelompok yang mengantri untuk masuk surga, maka tidak dengan orang ini, allah memberinya keistimewaan, menjadi yang pertama memasuki surga diantara 2 kelompok lainnya, yaitu kaum fakir yang istiqmah dan para penolong agama allah swt. dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhumaa dari Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM, beliau bersabda:
هَلْ تَدْرُونَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ
Tahukah kalian diantara makhluk Allah yang paling pertama masuk surga?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.”
Beliau bersabda:
أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ الْفُقَرَاءُ
“Diantara makhluk Allah yang paling pertama kali masuk surga adalah golongan orang-orang fakir"
وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ تُسَدُّ بِهِمْ الثُّغُورُ وَيُتَّقَى بِهِمْ الْمَكَارِهُ
dan orang-orang yang berhijrah untuk mengisi tapal-tapal perbatasan antara kaum muslimin dan kafir, yang dengan perantara mereka malapetaka dapat dihindarkan,
وَيَمُوتُ أَحَدُهُمْ وَحَاجَتُهُ فِي صَدْرِهِ لَا يَسْتَطِيعُ لَهَا قَضَاءً
dan salah seorang diantara mereka wafat sedang keinginan yang masih berada di dadanya tidak dapat terlaksana

5. Kematian jasad diakibatkan lanjut usia; setiap manusia diberikan batas waktu dalam kehidupannya, tidak ada yang tahu pasti berapa lama usia yang diberikan, karena itu sudah tertera dalam kitab lauful mahfudz. Yang pada intinya ketika seseorang sudah berada pada lanjut usia, maka allah masih tetap memberikan tenggang waktu untuknya bertobat dan memperbaiki diri. Hingga jika sudah berada pada saat yang tepat allah akan memanggil ruh untuk untuk segera menghadap, meski jasad dan tubuhnya masih sehat dan bugar dan ia tidak mengidap penyakit. Dalam hal ini orang tersebut sudah memenuhi syarat untuk menghadap dan sesuai ketetapan yang tertera pada dirinya.

Ya itulah rahasia kematian jasad yang misterius dan penuh hikmah. Jenis kematian yang kedua adalah karena keluarnya ruh dari jasad sebagai akibat allah mentakdirkan bagi ruh tersebut untuk diambil lebih cepat atau lebih lambat dari yang seharusnya. Bisa saja seharusnya jasad ini sudah ditetapkan akan berusia 65 tahun, namun karena ada sebab-sebab tertentu, maka allah menetapkan padanya hanya berusia 20 tahun. Sebab kematian ruh ini tidak membutuhkan alas an, tidak membutuhkan akal sehat manusia, tidak membutuhkan pembuktian dan sepenuhnya hak prerogative Allah yang menghendaki.

Itulah sebabnya setiap jiwa diwajibkan untuk mempersiapkan diri kapan saja dipanggil yang maha kuasa. Tidak pernah ada peringatan pemberitahuan mengenai hal yang satu ini, karena itulah pada hal yang satu ini disebut rahasia illahi. Yang pasti hanya allah yang maha tahu apa-apa yang akan terjadi pada setiap diri manusia, mengapa ruh manusia dipanggil ketika ia masih berusia sangat muda belia. Mengapa ada orang yang ketika sedang bertubuh sehat, tiba-tiba meninggal dunia dengan sebab yang tidak masuk akal. Jenis kematian ini memang tidak akan mudah diterima akal sehat, karena allah yang maha tahu dan sebagian menganggap dibalik itu ada rahmat dan hikmah bagi orang-orang yang ada disekelilingnya.

Lalu misteri mengapa ada orang yang diberi hidup panjang umur dan ada yang pendek. Semua itu adalah rahasia allah semata. Panjangnya umur seorang tidak berarti itu bagian dari nikmat bagi seseorang, karena bisa jadi itu adalah juga menjadi bagian dari siksa allah kepadanya. Sementara pendeknya umur juga bukan berarti itu adalah bagian dari siksa karena bisa jadi itu adalah bagian dari nikmat allah baginya. Jadi jangan pernah minta dipanjangkan umur, jika didalam usia yang panjang itu kita tidak mampu menjaga diri perbuatan tercela. Dan jangan pula kita menjadi ingin cepat-cepat menghadap kematian, sementara amal ibadah yang kita lakukan masih jauh dari kata cukup.

Mengacu pada konsep kematian secara umum dibagi menjadi dua macam:

1. Husnul khatimah;
adalah suatu cara mengakhiri kehidupan dunia dengan cara dan kondisi yang terbaik. Bagian dari suatu proses menuju alam baka dimana jiwa orang yang akan di hentikan keduniawiannya sudah merasa puas dalam segala aspek kehidupannya, ia sudah menerima takdir dan ketentuan yang sudah dijalaninya semasa di dunia, ia sudah melakukan berbagai upaya terbaik dalam menjalankan perannya sebagaimana mestinya, ia sudah tidak merasa masih ada yang tertinggal dan kurang ketika kematian sudah ada dihadapannya, secara keseluruhan orang ini sudah siap lahir dan bathin menghadapi babak akhir kehidupannya dan ia juga siap menghadapi segala konsekuensi yang akan ditanggung besar ataupun kecil. Tidak ada keraguan dan ketakutan sedikitpun dalam hatinya, ia menerima dengan seluas-luasnya hati membentang.

Sebagaimana firman allah swt berikut ini adalah kondisi sebaik-baiknya manusia di akhir hayatnya; “Hai jiwa yang tenang (Nafsu Mutmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diredhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, masuklah ke dalam syurgaKu.” surah (Al-Fajr : 27-30 )

Jenis jiwa dengan cara kematian ini adalah dalam keadaan sangat tenang, wajahnya berseri-seri, ada senyum kecil dipinggir bibirnya, keluar aroma wangi dari tubuhnya dan jasadnya sangat ringan ketika diangkat. Ia wafat dalam keadaan sebaik-baiknya umat yang taat dan ridho kepada tuhannya.
Bentuk kematian ini biasanya dirasakan oleh para ulama, ahli ibadah, ahli dzikir, ahli kitab dan orang-orang shaleh, orang-orang yang terjaga iman islamnya selama hidupnya. Dalam hal ini ruh sudah siap dan allah juga sudah mengharapkan kehadirannya. Criteria orang ini adalah orang yang sudah mengenal dirinya dan ia juga sudah mengenal penciptanya. Atau dengan kata lain, ia sudah mempelajari, memahami, mengkaji, dan melaksanakan semua ajaran-Nya tanpa ragu. Sebaimana sabda Nabi saw;
Artinya: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.

Kefanaan yang dimaksud di sini adalah para ahli ibadah itu menjadi sosok yang amat merindukan perjumpaan dengan Tuhannya dengan segenap jiwa, itu karena ia merasa sudah mengenal dengan dekat sosok Tuhan selama ini. Ia selalu ingin merasakan dapat melihat dan menatap wajah Tuhannya dalam setiap tarikan nafasnya .Disaat bersamaan allah juga sudah mengharapkan perjumpaan dengannya dan sudah mempersiapkan kebaikan padanya dengan cara mempersiapkan cara kematian/kedatangan dengan cara yang terbaik. Para ahli ibadah ini akan wafat dalam keadaan sedang bersuci dan bersujud, berada di tempat yang baik misalnya didepan masjidil haram, bertepatan dengan hari jumat di bulan ramadhan dan lain sebagainya yang mana itu juga bertujuan untuk memberi pemahaman kepada yang ditinggalkan bahwa orang tersebut sudah berpulang ke rahmtarullah dalam keadaan baik.


 2. Su’ul khatimah; Adalah suatu cara mati yang paling buruk, atau situasi dimana jasad tidak dalam keadaan siap dan mau menerima segala ketentuan allah yang datang padanya. Jenis jasad ini masih dalam keadaan gelisah, takut, marah, masih ada banyak urusan yang ditinggalkannya salama di dunia dan belum diselesaikan, sehingga ia masih merasa tidak mau menghadap sang khalik, ia masih ingin meminta perpanjangan waktu dan meminta diberikan kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan selama di dunia. Jenis jasad ini masih berusaha mencari pembenaran dan pembelaan diri bahwa dirinya selama di dunia tidak menerima ilmu dan pengetahuan tentang kebenaran hari akhir, tentu saja itu tidak benar. Karena sesungguhnya setiap manusia pasti mendapat petunjuk kearah hidayah bagaimanapun sulitnya situasi. Keadaan jasad saat menghadapi sakaratul maut ini sangat mengerikan, tubuhnya meronta kesakitan, lalu ia terbujur kaku, bola mata terbuka, kulitnya pucat, keluar bau busuk yang amat menyengat dan ketika diangkat sangat berat jasadnya. Ini adalah bentuk seburuk-buruknya kematian, mati masih dalam keadaan tidak ridho dan ikhlas pada ketentuan allah swt.

Salah satu contoh buruknya kematian ini adalah orang yang dengan sengaja mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. Alas an umum orang seperti ini adalah untuk menghindari persoalan hidup di dunia. Bukan karena ia sudah merasa siap menghadap penciptanya, justru sebaliknya ia buta sama sekali tentang Tuhannya. Orang yang mati dalam keadaan ini adalah seburuk-buruknya kematian. Dan pada saat kematian itu datang, maka selama masa penantian menuju hari kiamat, jasad dan ruh disiksa secara terus-menerus tanpa henti.

Mengenai proses sakaratul maut, Baginda Rasullullah saw bersabda:

Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah saw lagi:

“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail as akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail as “Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail as akan menebarkan sayap di sebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah swt menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: “Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah swt ” Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah swt dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud:

“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.” Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah swt maka malaikat maut pun coba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.” Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki.

Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.” Apabila gagal malaikat maut mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga.

Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.” Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: “Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.” Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah swt.

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud:

“Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu. ” Sebaik saja mendapat perintah Allah swt maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah swt. Seketika saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah swt maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.