Tampilkan postingan dengan label kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kiamat. Tampilkan semua postingan

APA BENAR SEPTEMBER 2015 AKAN TERJADI KIAMAT VERSI NASA?

Baru-baru ini sejumlah laman ilmiah bidang antariksa memberitakan bahwa akan terjadi kiamat pada bulan Oktober tahun ini. NASA selaku badan antariksa kredibel dunia juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa hal itu memanglah benar adanya, walau juga dipihak mereka disertai dengan bantahan, namun ada banyak bukti yang ditunjukkan beberapa lembaga riset lainnya bahwa hal tersebut bukanlah hal sederhana. Ada kesan bahwa NASA sengaja menutupi berita ini dalam rangka untuk menenangkan publik dan tidak membuat kepanikan di berbabagai negara, namun disisi lain kekacauan yang terjadi diberbagai belahan dunia ini nampaknya harus ada penjelasannya. Seperti misalnya gelombang panas yang mendera berbagai negara dan menimbulkan banyak korban, lalu kekeringan berkepanjangan di berbagai wilayah juga menimbulkan banyak tanda tanya, lalu terjadi banjir bandang dan curah hujan ekstrim diberbagai wilayah harusnya ada penjelasan logis yang bisa sama-sama kita sepakati bahwa ini bukan sekedar fenomena perubahan ikllim biasa. Apakah benar ini memang ada kaitannya dengan isu kiamat yang beredar selama ini. Apakah fenomena tersebut merupakan bagian dari rangkaian kiamat yang dimaksus?

Sebuah peristiwa fenomena alam terjadi, ini terjadi di luar angkasa sana, yaitu matahari, kurang labih ditanggal 5 Mei 2015, dilaporkan telah terjadi fenomena alam, dimana matahari telah mengeluarkan lidah api terdahsyatnya yang kekuatannya mencapai 10 kali nuklir Hiroshima. Apakah peristiwa gelombang panas yang sedang mendera bumi ini juga merupakan salah satu bagian dari dampak badai matahari tersebut? Laporan tersebut juga membenarkan bahwa di masa-masa ke depan akan terjadi banyak dampak pada bumi, mulai dari perubahan iklim hingga musim. Lalu apa penjelasan Islam mengenai hal ini?

Pada Selasa (5/5) kemarin, Matahari mengeluarkan lidah api terdahsyat yang sangat berdampak pada area Pasifik Bumi. Flare itu terjadi pada pukul 18.11 waktu setempat dan dijuluki Active Region 2339 (AR2339), seperti dilaporkan Space. Sambungan radio di area Pasifik sempat mati untuk sementara karena badai yang sangat dahsyat tersebut. Dikhawatirkan Bumi juga akan terjadi pengaruh terhadap fenomena dahsyat itu.

Keterangan Space Weather Prediction Center (SWPC, AS mengatakan, "Mengingat sifat impulsif peristiwa ini, serta lokasi sumber pada bagian timur Matahari, kita tidak mengharapkan badai radiasi di Bumi." "Kami punya misi mencari gambar baru dari NASA SOHO [Solar dan Heliospheric Observatory] untuk menentukan apakah ada korelasi antara korona injeksi massa (CME) dengan peristiwa ini," ujar Space. Mereka juga mengambahkan, "Mengingat logika yang sama tadi, kami tidak mengharapkan ada salah satu hal yang akan berdampak pada Bumi." Jilatan api itu diidentifikasikan menjadi tiga kategori oleh para ilmuwan, C (terlemah), M (tingkat menegah), serta X (terkuat). X flare disebutkan 10 kali lebih kuat dari M flare, M flare sendiri besarnya bisa seperti bom nuklir Hiroshima.

Ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu itu mengalahkan ledakan sebelumnya yang terjadi pada 11 Maret yang dikenal sebagai AR12297 dalam level X2.2. Diperkirakan ledakan yang terjadi selasa lalu itu berada pada level X2.7. Para ilmuwan mengatakan jika ledakan yang lebih besar kemungkinan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Mereka mengatakan, "Kami telah mengamati CME energik dari beberapa sisi belakang matahari, jadi kami mengantisipasi aktivitas matahari secara keseluruhan akan meningkat dalam jangka waktu pendek dan menengah."

Baca selengkapnya http://www.infospesial.net/48177/badai-matahari-10-kali-nuklir-hiroshima-ancam-bumi/ /infospesialcom @infospesial


LETUSAN MATAHARI TERKUAT TERJADI TAHUN LALU, DAN DAMPAKNYA BARU TERASA SAAT INI

28 Oktober 2014

NASA juga telah melaporkan bahwa satelit NOAA miliknya telah mendeteksi badai matahari yang berpotensi mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi yang ada di bumi. Ilmuwan dari University of Graz di Austria mengatakan bahwa salah satu ledakan matahari terbesar selama 10 tahun terakhir akan terjadi pekan ini dan berpotensi besar melumpuhkan frekuensi radio.

Kanzelhoehoe Obseravatory di universitas tersebut telah mencatat bahwa letusan matahari yang berupa penyemburan massa korona yang menarik energinya dari medan kuat magnet matahari akan terjadi pekan ini dan mengakibatkan distorsi pada medan magnet bumi yang berdampak pada sistem teknik di Bumi dan antariksa. Seperti yang dilansir Xinhua, para ilmuwan tersebut telah mendeteksi kelompok bintik matahari berdiameter 125 kilometer tengah menghadap ke bumi.

Bintik tersebut, menurut kepala observatorium Austria, Astrid Veronig, sangat besar sehingga dapat dilihat tanpa menggunakan teleskop. Para ilmuwan menambahkan jika dampak dari letusan matahari tersebut dapat menyebabkan lumpuhnya sinyal radio di bumi selama beberapa Minggu ke depan. (okta)

PENJELASAN MAKNA KIAMAT DALAM ISLAM

MATAHARI AKAN MENGECIL

Lalu bagaimana Islam memandang Kiamat?

Dalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa saat terjadi Kiamat, maka Planet akan Saling Bertabrakan lalu menjadi debu. Matahari menyusut dan beterbangan di angkasa. Selama proses kiamat, matahari akan menciut, pusat tatasurya ini akan kehilangan sejumlah besar massa. Semua planet akan menjauh. Lalu terjadi kekacauan orbit memicu tabrakan antara planet-planet. "Dalam tatasurya kita, Jupiter akan bertahan hingga evolusi akhir matahari tanpa cedera,"

Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya : “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (Al-Haaqqah 69:13-20).

SALAH SATU RUKUN IMAN

Percaya kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman yang ke enam.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”(An-Nisaa’:136).

KIAMAT ADALAH RAHASIA ILLAHI

Ilmu kita tidak akan pernah sampai untuk meramalkan kapan kepastian terjadinya Kiamat, karena hal itu adalah menjadi rahasia Allah SWT.

“Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah”(Q.S an-Najm : 57-58)

Mereka menanyakan kepadamu tentang hari akhir : “Kapankah terjadinya ?”. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf :187)

BUMI MEMASUKI FASE KEPUNAHAN BARU


Saat ini Bumi kita tengah memasuki fase kepunahan baru, hal tersebut adalah hasil sebuah studi yang dilakukan tiga perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dari hasil studi tersebut diketahui bahwa hewan bertulang belakang (vertebrates), bahkan termasuk manusia, bisa saja menjadi korban yang pertama memasuki kepunahan itu.

Dari hasil studi yang dipimpin 3 Universitas terkemuka yakni Univesitas Stanford, Princeton, dan Berkeley. Disebutkan bahwa hewan bertulang belakang menghilang 114 kali lebih cepat dari normal.

Penemuan ini juga pernah dilaporkan Duke University tahun lalu. Salah satu penulis studi baru tersebut mengatakan, “Sekarang ini kita memasuki tahap keenam kepunahan massal”, tegasnya. Peristiwa yang sama pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu., ketika dinosaurus menghilang alias punah.

“Jika ini sampai terjadi, butuh jutaan tahun untuk kembali pulih dan beberapa spesies hewan akan kembali hilang dari yang ada saat ini,” kata pimpinan peneliti, Gerardo Ceballos. Para ahli mempelajari sejarah tingkat kepunahan hewan bertulang belakang melalui catatan-catatan fosil yang tersimpan. Para ilmuwan menemukan tingkat kepunahan baru-baru ini 100 kali lebih tinggi dibanding pada masa-masa ketika bumi tidak mengalami kepunahan massa, pada masa silam.

FAKTA DI LAPANGAN

Beberapa waktu lalu kita disibukkan dengan berita banyaknya korban jatuh di India dan Pakistan akibat tingginya suhu rata-rata yang dibawa gelombang panas bumi. Ada ribuan orang mengalami dehidrasi dan kematian mendadak akibat panas yang berkepanjangan di berbagai wilayah tersebut. Peristiwa ini juga baru-baru ini terjadi di Jepang, yang menewaskan 70 orang. Lalu kemarau dan kekeringan panjang mengakibatkan banyak hilangnya sumber mata air bersih di berbagai wilayah Jawa. Jadi Bisa Anda bayangkan, dengan kondisi panas mencapai 50 derajat celsius saja manusia bisa wafat, apalagi jika ini dihadapi hewan dan binatang yang hidup di alam bebas. Mereka pastinya termasuk mahluk yang paling menderita, karena hewan-hewan ini tidak memiliki kemampuan mengatasi kekeringan dan dehidrasi sebagaimana yang dilakukan manusia, maka dari itu memang betul faktanya ada banyak spesies hewan yang hilang dari muka bumi beberapa waktu ke depan. Akan ada banyak spesies hewan yang hilang dari permukaan bumi akibat fenomena alam ini.

Temuan mengejutkan itu muncul di tengah ketakutan banyak orang akan hancurnya bumi, bahkan disebut sebagai salah satu rangkaian terjadinya kiamat, dimana seluruh alam semesta ini akan hancur. Tapi sesungguhnya pada bulan September fase ini akan mencapai puncaknya. Inilah sebabnya timbul spekulasi bahwa diperkirakan pada bulan september hingga oktober akan terjadi kiamat, dimana pada saat itu akan terjadi banyak kepunahan massal di seluruh penjuru bumi, bukan hanya tumbuhan dan binatang bahkan manusia juga akan mengalami hal serupa, terutama yang berkaitan dengan cuaca ekstrim dan bencana alam.


Sebagai akibat fenomena, meningkatnya aktivitas matahari yang mengakibatkan semakin besarnya volume jilatan matahari memasuki atmosfir bumi dan menimbulkan bencana gelombang panas dan kekeringan. Sementara penyebab meningkatnya aktivitas matahari adalah sebagaimana sudah disebutkan dalam Al Quran bahwa menjelang datangnya hari kiamat, maka matahari akan menyusut dan semakin mengecil, fenomena matahari menyusut akan terus terjadi, yaitu dimana matahari sedang melepaskan medan massanya secara terus-menerus hingga akhirnya matahari lama kelamaan akan mengecil dan kehilangan medan massanya lalu semua planet yang ada disekitarnya akan saling menjauh dan lalu terjadi tabrakan antar planet dan terjadilah kiamat.

Mungkin definisi planet bertabrakan yang dimaksud NASA adalah peristiwa ini, hal ini memang pasti akan terjadi, namun itu masih membutuhkan waktu yang sangat panjang dan lama, bukan akan terjadi tabrakan planet dalan waktu dekat ini, seperti yang mereka sebutkan akan terjadi di bulan September tahun 2015 ini, sekali lagi hanya Allah swt saja yang mengetahui hal tersebut. Kiamat tidaklah terjadi secara tiba-tiba seperti perkataan mereka yang menganggap bahwa alam akan dengan sangat mudahnya bergerak sesuai perkiraan mereka, karena iman seorang muslim hanya meyakini bahwa segala sesuatu yang bergerak dan bernyawa di bumi ini, itu diketahui ALlah swt, tidak ada yang luput satupun dari pengawasan-Nya. Sedangkan perkiraan kiamat versi NASA yang dimaksud mungkin adalah fenomena berkurangnya jumlah spesies tanaman dan binatang serta manusia sebagai akibat kekeringan dan tingginya suhu permukaan bumi mengakibatkan terjadinya kepunahan massal secara signifikan dalam satu kurun waktu. Definisi kiamat ini bukan mengandung makna akan berakhirnya usia bumi termasuk semua mahluk yang ada di dalamnya, lalu terjadi kehancuran besar-besaran. Ide-ide kiamat seperti ini sengaja dihembuskan oleh kaum musyrikin sesungguhnya adalah untuk menggoyahkan iman umat muslim dan menjauhkan keyakinan kepada Sang Maha Pencipta, lalu beralih pada kepercayaan pada ilmu sains dan teknologi. Semakin banyak yang mempercayai maka itu menunjukkan ide mereka diterima dan di amini, dengan demikian orang muslim tandanya masih mudah dipermainkan imannya.

Mungkin untuk lebih memudahkan kita memberi tanda sedang berlangsungnya proses menuju kiamat sesungguhnya adalah ketika terjadi fenomena suara terompet sangkakala yang menggema di sebagian langit eropa beberapa waktu lalu. Sebagaimana sudah disampaikan beberapa ahli, bahwa fenomena suara misteri yang mirip alunan terompet malaikat Izrail ini juga dihasilkan dari dampak semakin tingginya suhu di permukaan bumi yang mengakibatkan timbulnya gesekan di wilayah kutub bumi dan akhirnya menghasilkan suara-suara alam atau yang biasa mereka sebut suara dalam dalam alam (Sound of Nature). Suara-suara ini akan mulai sering kita dengar dalam waktu-waktu ke depan seiring berjalannya waktu dimana manusia juga diberikan kesempatan untuk memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya kepada Sang Maha Pencipta sebelum kiamat itu benar-benar terjadi.

Semoga saja atas apa hal yang disampaikan para ilmuwan mengenai berita datangnya hari kiamat janganlah dengan mudah membenarkan dan menelannya bulat-bulat, namun ada baiknya itu dijadikan acuan untuk membuat kita semakin iman kepada Allah swt, Al Quran dan Rasulullah saw, karena satu-satunya sumber terbaik adalah apa-apa yang berasal dari-Nya bukan yang lain.



APAKAH TANDA-TANDA KIAMAT TELAH TERLIHAT?

Melihat banyaknya peristiwa menggemparkan terjadi di berbagai tempat belakangan ini, misalnya gempa, gelombang panas, awan berkilauan, suara dari langit dan sebagainya, adakah ini merupakan bagian dari pertanda datangnya hari kiamat sugro? Apakah ini merupakan bagian dari peringatan Tuhan kepada hamba-Nya? Bagaimana Islam melihat kondisi yang terjadi akhir-akhir ini? adakah penjelasan atas semua peristiwa tersebut? Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebagian di antara tanda sudah dekatnya hari kiamat syugro adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, khamr ditenggak, dan perzinaan bermunculan -di mana-mana-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/267])

Hadits yang agung ini memberikan pelajaran, di antaranya:

Hancurnya alam dunia ini akan didahului dengan hancurnya pilar-pilar penegak kemaslahatan hidup manusia yang menjaga kepentingan dunia dan akherat. Di antara pilar tersebut adalah; agama, akal, dan garis keturunan/nasab. Rusaknya agama akibat hilangnya ilmu. Rusaknya akal akibat khamr. Rusaknya nasab karena praktek perzinaan yang merajalela di mana-mana (lihat Fath al-Bari [1/218) 2.

Hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kemaslahatan hidup umat manusia. Islam memperingatkan mereka dari hal-hal yang dapat merusak ketentraman hidup manusia. Di antara perkara yang harus mereka perhatikan adalah kewajiban menjaga urusan agama, kejernihan akal, dan kejelasan nasab. Dan itu juga mengisyaratkan bahwa syari'at Islam adalah syari'at yang sangat bijaksana karena ia diturunkan dari Allah al-Hakim (Yang Maha bijaksana)...

Dari hadits yang agung ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa awal kehancuran umat adalah hancurnya agama, akal, dan nasab mereka. Oleh sebab itu janganlah anda heran jika ternyata musuh-musuh umat Islam (dari kalangan orang kafir dan munafik) begitu gencar berupaya menjauhkan generasi muda kaum muslimin dari al-Qur'an dan Sunnah serta para ulama Rabbani. Mereka sebarkan paham-paham sesat dan pemikiran-pemikiran menyimpang melalui doktrin-doktrin inklusivisme dan kebebasan, yang pada akhirnya akan memporak-porandakan akidah kaum muslimin. Mereka juga giat menyusupkan narkoba, pergaulan bebas dan semacamnya ke tengah-tengah masyarakat Islam, yang pada akhirnya akan melahirkan sosok para pemuda yang tidak bisa memikirkan tujuan hidupnya.

Mereka juga giat menyebarkan film-film cabul dan sinetron-sinetron murahan, yang pada akhirnya akan menjerumuskan mereka ke dalam jurang perzinaan! Maka waspadalah wahai saudaraku dari jerat-jerat dan makar mereka... Mereka itulah musuh kita, maka berhati-hatilah darinya.

DIANGKATNYA ILMU


Ilmu tidak akan diangkat melainkan dengan cara wafatnya orang-orang yang berilmu. Selama masih ada orang yang menimba ilmu maka pengangkatan ilmu -secara total- tidak akan terjadi (lihat Fath al-Bari [1/216]). Di dalam riwayat Ahmad dan Thabrani dari jalan Abu Umamah disebutkan bahwa ketika Hajjatul Wada’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah ilmu sebelum sebelum ia dicabut atau diangkat.” Maka ada seorang Badui yang bertanya, “Bagaimana ia diangkat?”. Maka beliau menjawab, “Ketahuilah, hilangnya ilmu adalah dengan perginya (meninggalnya) orang-orang yang mengembannya.” (lihat Fath al-Bari [1/237-238]).

Hadits ini menunjukkan keutamaan menjaga ilmu, akal, dan kehormatan. Yang dimaksud terangkatnya ilmu bukanlah dicabutnya ilmu begitu saja dari dada-dada manusia. Akan tetapi yang dimaksudkan adalah meninggalnya para ulama atau orang-orang yang mengemban ilmu tersebut (lihat Fath al-Bari [1/237]). Hal itu sebagaimana telah dijelaskan oleh Nabi saw dalam hadits lainnya dari Abdullah bin Amr al-Ash ra, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu itu secara tiba-tiba dari dada manusia, tetapi Allah mencabut ilmu itu dengan cara mewafatkan para ulama. Dengan tidak adanya para ulama yang berilmu ini maka sebagian ajaran agama islam akan rusak, bisa rusak karena ada pihak-pihak yang sengaja merusaknya atau rusak karena semakin banyak muslim yang meninggalkan amalan yang diajarkan sang ulama ketika masa hidupnya.

Sampai-sampai ketika tidak tersisa lagi orang alim maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin dari kalangan orang yang bodoh. Mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/269]) 7. Hadits ini beserta hadits lain yang menafsirkannya di atas menunjukkan kepada kita bahwasanya orang alim yaitu orang yang memahami ilmu al-Kitab dan as Sunnah merupakan aset umat yang sangat berharga. Wafatnya ulama merupakan musibah besar bagi alam semesta. Karena dengan kepergian mereka maka pergi pula ilmu yang mereka miliki. Sehingga hal itu akan menyebabkan cacatnya pemahaman agama (lihat Fath al-Bari [1/218]).

Tidakkah kita ingat, tatkala sang pemimpin para ulama di atas muka bumi ini yaitu Rasulullah saw wafat, apa yang terjadi? Ternyata, sebagian bangsa Arab ketika itu kembali kepada agama kekafiran mereka (sebagaimana dikisahkan dalam HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, lihat Syarh Muslim [1/50]). Subhanallah… fitnah kekafiran merebak setelah meninggalnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidakkah kita juga ingat, apa yang terjadi setelah wafatnya Umar bin al-Khattab ra. salah seorang pembesar ulama sahabat? Maka datanglah fitnah bertubi-tubi menyerang umat ini bagaikan hempasan ombak lautan yang datang silih berganti (lihat Shahih Bukhari cet. Maktabah al-Iman, Kitab al-Fitan, hal. 1420). Maka demikian pula yang terjadi di masa kita sekarang ini setelah meninggalnya para ulama besar semacam Syaikh al-Albani, Syaikh Ibnu Bazz, Syaikh Ibnu Utsaimin, dan Syaikh Muqbil -rahimahumullah- terjadilah apa yang terjadi.. Fitnah berkecamuk, bahkan di antara sesama penuntut ilmu itu sendiri (lihat at-Tanbih al-Hasan fi Mauqif al-Muslim minal Fitan, hal. 2 karya Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam).

Dalam situasi semacam ini, maka tidak ada solusi yang terbaik selain kembali kepada Allah dengan menyibukkan diri dengan ketaatan kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetap beribadah di saat harj/fitnah berkecamuk bagaikan berhijrah kepadaku.” (HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar, lihat at-Tanbih al-Hasan fi Mauqif al-Muslim minal Fitan, hal. 5)

MEREBAKNYA KHAMR DAN PERJINAHAN


Yang dimaksud dalam ungkapan khamr ditenggak adalah cairan memabukkan diminum secara meluas. Dan faktanya yang berkembang saat ini bukan cuma khamr, namun juga turunan lainnya yaitu narkoba dan candu memabukkan. Demikian juga, ‘perzinaan bermunculan’ artinya ia tersebar dan merebak dimana-mana (lihat Syarh Muslim [8/267]) 9. Meminum Khamr tidak akan mendatangkan kenikmatan, bahkan sebaliknya pelakunya akan menuai kesengsaraan.

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang minum khamr di dunia kemudian tidak bertaubat darinya maka dia tidak akan bisa menikmatinya di akherat kelak.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, lihat Syarh Muslim [7/93]).

Beliau juga bersabda,
“Setiap yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah menjanjikan bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan bahwa Allah akan meminumkan kepadanya Thinatul Khabal.” Mereka -para sahabat- bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa yang dimaksud Thinatul Khabal?”. Beliau menjawab, “Yaitu keringat penduduk neraka, atau nanah penduduk neraka.” (HR. Muslim dari Jabir, lihat Syarh Muslim [7/92]).

Para ulama kita mengatakan, “Barangsiapa yang tergesa-gesa meraih sesuatu padahal belum saatnya, maka justru ia tidak akan mendapatkannya.” Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Barangsiapa -lelaki- yang mengenakan sutera di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akherat. Dan barangsiapa yang menenggak khamr di dunia maka ia tidak akan meminumnya di akherat. Sebagaimana halnya orang yang tergesa-gesa menikmati sesuatu yang terlarang baginya akan terhalang mendapatkannya, maka sebaliknya bagi barangsiapa yang meninggalkan sesuatu yang diinginkan oleh nafsunya karena Allah niscaya Allah akan gantikan untuknya sesuatu yang lebih baik di dunia dan di akherat. Barangsiapa yang meninggalkan kemaksiatan kepada Allah sementara nafsunya sangat menginginkannya maka Allah akan gantikan itu semua dengan keteguhan iman di dalam hatinya, perasaan lapang, keberkahan dalam rezkinya, kesehatan bagi tubuhnya. Selain itu dia juga akan memperoleh pahala dari Allah yang tidak bisa digambarkan bagaimana bentuk atau sifatnya. Wallahul musta’an.” (al-Qawa’id al-Fiqhiyah, hal. 39-40) 10.

Apabila kita cermati, ketiga perkara tadi -yaitu kebodohan, khamr, dan perzinaan- maka sesungguhnya yang menjadi akar permasalahan adalah merajalelanya kebodohan di tengah-tengah umat. Itulah sebab utama kehancuran umat. Itulah juga sebabnya belakangan ini terjadi banyak bencana di tengah-tengah kita, sesungguhnya itu untuk membuat kita kembali kepada ajaran Al Quran dan Sunnah Nabi. Sampai-sampai diistilahkan oleh Ibnul Qayyim ra. bahwa kebodohan ini merupakan daa’un qaatilun (penyakit yang mematikan). Sementara, penyakit ganas ini tidak akan bisa disembuhkan kecuali dengan siraman dalil al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang diajarkan oleh para ulama Rabbani (lihat Syarh Tsalatsat al-Ushul Syaikh Shalih alu Syaikh, hal.

Oleh sebab itu, para pendahulu kita yang salih sangat mengagungkan ilmu. Dari Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma, mereka berdua pernah berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari itu lebih kami sukai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’ karya Syaikh Dr. Ibrahim ar-Ruhaili, hal. 26). Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Menuntut ilmu lebih utama daripada melakukan sholat sunnah.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’, hal. 27). al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa ilmu lebih utama daripada semua amal sunnah adalah: sesungguhnya ilmu itu telah memadukan semua keutamaan amal yang berserakan.

Sebab ilmu itu adalah bentuk dzikir yang paling utama -sebagaimana sudah diterangkan di depan. Dan ia juga merupakan bentuk jihad yang paling utama.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’, hal. 31). Dari sinilah kita mengetahui bahwa sesungguhnya kemuliaan dan kejayaan umat ini akan kembali jika mereka mau kembali menekuni ajaran Allah dan rasul-Nya. Pelajarilah agamamu dengan tekun, pelajarilah Al Quran dan Sunnah, galilah sebanyak-banyaknya ilmu didalamnya, lalu amalkan kepada khalayak ramai, jangan hanya mempelajari ilmu dunia, ilmu yang diajarkan kaum non muslim apalagi kaum kafir, sesungguhnya agar kita semua tidak tersesat. Sebaagimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan merendahkan sebagian yang lain karenanya.” (HR. Muslim dari Umar bin Khattab).

Suatu saat, sekelompok warga muslim Palestina bertanya kepada seorang Mufti, “Kapankah kita bisa kembali ke Palestina?”. Maka beliau menjawab dengan lugas, “Jika kalian kembali kepada -ajaran- Allah, niscaya kalian akan bisa kembali ke Palestina.” (dinukil dari ceramah Syaikh Dr. Muhammad Sa’id Ruslan, Mata Ta’udu Ilaina Falasthin, hal. 7).


Tidakkah kita melihat bahwa tanda-tanda di atas sudah banyak terjadi di sekeliling kita menandakan akan datangnya kiamat. Banyak ulama, orang pintar dan orang-orang baik wafat di usia muda, dalam hal ini dibarengi dengan hilangnya ilmu dan rusaknya pemahaman agama. Hilangnya ilmu juga disertai dengan bertebaranya faham sesat syiah di masyarakat, yang membuat masyarakat sulit membedakan mana islam yang sesungguhnya, juga gencarnya aksi ISIS melakukan propaganda mengatasnamakan islam semakin memperburuk citra islam di mata dunia.

Semakin meluasnya penyebaran barang haram Narkoba di kalangan masyarakat terutama di Indonesia ini, beberapa waktu lalu pemerintah memberlakukan hukuman mati bagi para gembong narkoba, namun hal itu bukannya disertai dengan penurunan peredaran narkoba, justru sebaliknya semakin gencar penyebaran narkoba bahkan sampai kepada anak-anak kita yang masih di usia sekolah dan daerah terpencil.

Lalu beberapa waktu lalu juga kita disibukkan dengan ramainya perbicangan prostitusi di kalangan artis yang menyeret-nyeret beberapa nama artis terkenal, mulai dari artis berinisial RA sampai AA berminggu-minggu menjadi topik pembicaraan, sehingga bertebaranlah fitnah di mana-mana. Bukankan saat ini kita sedang menghadapai krisis moral yang amat keras?

Dan bisa jadi apa yang sedang terjadi belakangan ini juga menunjukkan bahwa ini merupakan bagian dari kiamat sugro sebagaimana yang sudah di sebutkan sebelumnya. Bahwa kiamat ini ditujukan kepada sekalian umat muslim di dunia untuk kembali pada ajaran al quran dan sunnah di dalam dada, karena besarnya tekanan luar sedang mengincar iman umat muslim untuk terjun bebas masuk ke dalam kesesatan yang mereka buat. Seandainya kita bisa melalui masa-masa sulit ini, maka inilah kebangkitan Islam sejati yang ditakuti oleh orang-orang kafir dan munafik. Inilah kebangkitan yang akan mengguncangkan dunia dan membungkam mulut para durjana! Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.