HAKIKATNYA MANUSIA : PEMBERI PERINGATAN


Hakikatnya tujuan hidup setiap manusia adalah pemberi peringatan, saling mengingatkan satu sama lain dan saling memberi petunjuk pada kebenaran. Pemberi peringatan dalam banyak hal dan dalam banyak bentuk, tergantung kemampuan masing-masing orang, tidak ada batasan. Manusia harus selalu diberi peringatan pada banyak hal, terutama pada hakikat kemanusiaannya karena mereka kerap lupa dan terlena pada keindahan dunia. Lalu mengapa allah memerintahkan kita agar saling mengingatkan? berikut ulasannya.

Tidak ada tujuan hidup lain bagi setiap umat manusia didalam diri mereka selain mereka diminta untuk menjadi seorang pemberi peringatan kepada sesamanya. Menjadi manusia yang bisa menjadi penyeru pada jalan kebaikan dan kebenaran kepada siapa saja tidak ada batasan agama ataupun harta. Tidak ada tujuan lain bagi setiap manusia selain menjadi tangan kanan Tuhan di bumi untuk menjalankan kiprahnya selaku pemimpin (khalifah) di muka bumi. Karena sesungguhnya manusia adalah mahluk yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Perintah memberi peringatan ini amat jelas tertera dalam ayat suci al quran berikut ini.

[35:23] "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

[35:24] "Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."

Bahwasanya tugas setiap orang atas diri yang lainnya adalah memberi peringatan, tugas ini bukan hanya diwajibkan bagi para nabi dan rasul, karena sesungguhnya pada diri setiap orang memiliki kemampuan yang sama, memiliki keinginan untuk saling tolong menolong. Pada diri setiap orang selalu ada kebutuhan untuk saling mengasihi dan menyayangi, dan faktanya tidak ada orang yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia akan saling membutuhkan diantara sesamanya karena itulah kodrat kehidupan mereka. Hakikat diri manusia adalah sifat kebaikan, suka menolong-menolong, suka pada keindahan dan setiap orang memiliki sumber daya dan potensi yang sama di mata Allah swt. Memberi peringatan pada sebagian yang sudah mulai lupa, mulai terlena paada gemerlap dunia, lupa pada siksa hari akhir dan lalai pada kewajibannya sebagai umatnya nabi saw itu adalah kewajiban bagi siapapun untuk memberi peringatan, tidak terkecuali.

“Orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain; dengan memerintahkan kebajikan dan mencegah kemungkaran serta mendirikan shalat.” [9:71]

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, namun mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal." (QS. Al Maidah : 58).

Bahwa sebaik-baiknya peringatan adalah ketika seseorang menyadari kesalahan yang mana kesalahan itu adalah akibat kelalaian dirinya lalu ia memohon ampun dan tobat kepada Yang Maha Kuasa. Dan seburuk-buruknya peringatan adalah ketika wewenang pemberi peringatan itu sudah diserahkan kepada Allah swt, dan jika wewenang peringatan itu sudah ada di tangan Allah, maka tunggulah kehancurannya. Janganlah kita menunggu peringatan itu hingga berada di tangan Allah, karena pastilah kita tidak akan sanggup menanggung beratnya siksa.

Janganlah kita membiarkan diri kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita menjadi korban keganasan akibat tahap peringatan yang di lalaikan. Akibat kita sendiri selama ini tidak pernah memberi peringatan kepada mereka untuk berjalan di jalan yang benar, atau akibat kita sendiri juga itu larut dalam kehidupan yang melenakan dan menghindar atau menolak untuk menjadi pemberi peringatan. Maka ketika wewenang pemberi peringatan itu dikembalikan kepada Allah, maka luluh lantaklah kita semua.

“Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkara. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.”
(QS. AL Baqarah : 210).

“ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah satu orang diantara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Ash Shu’ara:194)

Ada banyak bentuk peringatan bagi setiap umat manusia, mulai dari yang ringan hingga yang berbentuk cobaan yang berat. Peringatan kecil bisa berbentuk perasaan bersalah dalam diri setiap orang karena tidak mempedulikan peringatan untuk kembali menjalankan kewajiban sebagai umat, mendirikan shalat misalnya. Peringatan dalam bentuk kemiskinan dan kekurangan harta, peringatan dengan datangnya bencana dalam keluarga yang mengalami kecelakaan, peringatan yang berupa bencana alam yang menewaskan seluruh anggota keluarga, atau peringatan yang dalam bentuk bencana besar menimpa suatu daerah sehingga mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan dari semua kalangan tanpa kecuali.

“Dan sesungguhnya akan kami beri cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekuraangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada yang sabar.”
(Quran surat Al Baqarah :265).

Jika peringatan sudah dalam cakupan yang luas dan bersifat massif, maka itu adalah peringatan kepada bagi segenap umat di dunia. Ini menunjukkan bahwa peristiwa tragis yang dialami segelintir orang dalam sebuah tragedi memilukan Jatuhnya pesawat komersial Airasia QZ 8501 tersebut adalah bagian dari sebuah peringatan yang bersifat umum. Dalam hal ini peringatan ini sudah berada di atas kekuasaan Allah swt, karena kejadian hilangnya pesawat tersebut berada di atas awan-Nya, yang mana sebagian orang tahu bahwa wilayah langit, termasuk didalamnya Awan, angin dan udara adalah daerah wilayah kekuasaan Allah, maka kejadian itu sudah masuk dalam kategori kejadian atas ijin ALLAH SWT. Peristiwa hilangnya pesawat itu adalah ketika cuaca sedang buruk dan di atas awan sedang berlangsung badai besar, ketika manusia memaksa masuk maka manusia tidak akan kuasa melewatinya.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang dliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), diatasnya (lagi) awan, gelap gulita yang bertindih-tindih, apabila dia menyeluarkan tangan-Nya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mampunyai cahaya sedikitpun.”
(QS. An-Nur :40)


“Tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan bertaqwa, serta janganlah tolong menolong dalam hal dosa dan kemaksiatan.”
[5:2]

Maka dari itu sebaik-baiknya umat yang mengetahui dan mengerti datangnya suatu peringatan, maka sudah menjadi kewajiban baginya untuk segera bertobat dan memperbaiki diri. Dan sesungguhnya niat seseorang untuk kembali ke jalannya, lalu jalankanlah perannya sebagai pemberi peringatan kepada orang yang ada disekelilingnya. Insya allah kita terhindari dari berbagai cobaan berat.

“…Sesunguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan. (QS. Al Araf :170)

Dan jika didalam suatu tragedy didalamnya juga ada orang non muslim, maka itu juga merupakan bagian dari peringatan kepada mereka untuk segera kembali kepada kebenaran sejati (Al Quran). Bencana ini terjadi sifatnya masal dan umum, maka peringatan ini juga bersifat umum kepada siapa saja yang memiliki mata hati.

“Ini adalah sebuah kitab (Al Quran) yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman."(QS. Al A’raf :2)

Ketika manusia melepaskan tugas utamanya ini, lalu di tengah kekacauan manusia sudah tidak ada lagi yang bersungguh-sungguh memberi peringatan kepada sesama, maka datanglah berbagai bencana dalam berbagai bentuk dan rupa dan semua bencana itu adalah dalam rangka mengingatkan manusia untuk kembali pada jalan yang benar.

FENOMENA AWAN DAN ADA HAK ALLAH DI DALAMNYA
Peristiwa hilangnya pesawat Air Asia adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah taala, tidak akan mudah bagi setiap orang untuk menjabarkan fenomena ini jika mereka tidak memiliki mata hati dan mereka menganggap bahwa ini semata-mata akibat factor cuaca. Sesungguhnya itu adalah salah satu bentuk teguran dan peringatan Allah swt kepada segenap umat manusia. Peristiwa hilangnya pesawat ini terjadi beberapa hari menjelang pergantian tahun, dimana kebiasaan umum orang kita yang selalu mengadakan pesta berlebihan di malam tersebut dengan menyalakan ribuan kembang api yang menyembur ke langit-langit di angkasa.

Dan tahukah anda bahwa hal ini amat dibenci Allah, karena akibat dari asap pembakaran kembang api ini mengotori awan yang ada di langit. Disamping karena tradisi pembakaran kembang api ini adalah bagian dari tradisi perayaan tahun baru China. Mereka percaya bahwa suara-suara kembang api dapat mengusir roh jahat. Faktanya tradisi ini sekarang sudah dutinggalkan karena mengakibatkan tingginya polusi udara dan angkasa tertutup awan gelap dan meningkatnya kadar pencemaran udara dan meningkatkan juga volume curah hujan akibat tebalnya awan sehingga china kerap menghadapi banjir bandang di wilayahnya.

Adanya fakta bahwa apa-apa yang ada dilangit, maka itu sudah masuk dalam daerah kekuasaan Allah swt. Apa-apa yang ada di langit seperti angin, awan, hujan, itu semua adalah milik Allah dan hanya Allah yang memutuskan apa saja perkara yang berlangsung di atas dan dibawahnya. Bukan sekedar mengatur iklim dan cuaca bahkan melalui langit ini Allah menumbuhkan tanaman, buah-buahan, hewan-hewan ternak dan sebagainya, disamping untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia juga untuk memberi peringatan melalui badai dan angin topan. Dan nyatanya bagi Allah perilaku membakar kembang api adalah sebuah kesalahan besar, karena sesungguhnya Allah menciptakan awan itu dalam rangka untuk menumbuhkan berbagai sumber kehidupan bagi manusia, bukan untuk dikotori oleh perilaku manusia. Allah menciptakan awan dalam rangka menjadi perantara datangnya hujan, turunnya ilmu, turunnya berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan dan berbagai rahmat-Nya yang lain untuk menolong manusia dari kehancuran. Sebagaimana firman-Nya berikut ini:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makanlah hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?" (QS. As Sajdah : 27)

“…..Dia sebarkan di bumi ini segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sesungguhnya (terdapat) tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kamu yang memikirkannya.”(QS. Al Baqarah 164)

Umat islam yang selama ini sudah banyak membiarkan diri mereka mengikuti ritual bakar kembang api di malam pergantian tahun adalah sebuah perilaku yang akan merugikan diri mereka sendiri. Tindakan ini menunjukkan bahwa umat islam sudah membiarkan diri mereka mengikuti langkah-langka syaitan. Dan itulah sebabnya guna memperingatkan pada sebagian umat manusia, Allah menurunkan azabnya dengan peristiwa hilangnya maskapai penerbangan asal Malaysia Airasia QZ 8501 ini. Hikmah dari kejadian ini adalah hampir semua perhartian manusia tertuju pada tragedy ini dan sedikit melupakan persiapan menjelang malam pergantian tahun. Orang jadi lupa pada niat awalnya ingin merayakan pergantian tahun dengan hura-hura, kini mereka menjadi prihatin dan menahan diri, lalu perhatian beralih pada proses pencarian dan penemuan serpihan pesawat yang diberitakan di media elektronik. Jasad manusia diangkat sepotong-demi potong daging berserakan di atas air, sementara ombak laut menerjang tim SAR dengan sangat keras mereka kesulitan melakukan evakuasi. Ini pertanda apa? adalah fakta bahwa di tahun depan mungkin kita akan menghadapi lebih banyak lagi musibah yang memilukan hati, pemandangan ini bukan sekedar musibah tetapi sudah menjadi bagian dari peringatan Tuhan kepada kita. Itulah hikmah yang ingin disampaikan kepada sekalian mahluk-Nya. Dapatkah kita menerima jika itu terjadi pada diri kita esok? maka dari itu, Allah tidak menyukai perbuatan yang berlebih-lebihan, maka jauhilah peringatan itu sebisa mungkin.

Hal lazim yang seharusnya dilakukukan di malam pergantian tahun oleh kaum muslimin adalah bermuhasabah, bermunajat, melakukan intropeksi diri, memohon ampunan dan bertafakur di masjid-masjid. Banyak-banyak berdoa semoga di tahun depan allah tidak menimpakan azabnya yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Semoga allah senantiasa melindungi kita dari segala macam bencana dan niat buruk manusia-manusia berjiwa jahat. Dan semoga Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya.

SIKSA BAGI YANG LALAI PADA TUGAS MEMBERI PERINGATAN
Bagi manusia yang lalai menjalankan perintahnya selaku pemberi peringatan, maka atas mereka kelak akan ditimpakan suatu keadaan dimana pada saat itu matahari di dekatkan ke kepala. Seluruh mahluk setelah dibangkitkan mereka di kumpulkan di tanah lapang, semuanya saling berdesak-desakan. Kepada manusia yang selama hidupnya di dunia tidak pernah sedikitpun berkeringat mencari kebenaran apalagi tidak pernah memberi peringatan kepada sesamanya. Dalam hidup mereka senantiasa aman dan senang dengan berbagai kesenangan dunia, mereka lalai pada perintah Tuhannya, maka atas mereka akan ditimpakan suatu masa dimana ketika dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di hari kiamat mereka dalam keadaan tenggelam oleh lautan keringat mereka sendiri selama 70 tahun lamanya.

Kata ibnu Umar ra. Bahwa Nabi saw pernah bersabda: “Kelak pada hari dimana semua manusia berdiri menghadap pada Tuhan yang menguasai semua mahluk, mereka akan ditenggelamkan sampai dengan setengah telinganya.”

Kata Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi saw bersabda: “Pada hari kiamat semua manusia akan berkeringat sampai semua keringat di bumi hilang selama 70 tahun lamanya, terkendalikan dan tenggelam sampai setinggi telinga mereka.” Sebagaimana ada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahehnya.

Dalam hadist lain:”Kelak pada hari kiamat semua pandangan terangkat ke atas menatap ke langit, dan keringat mereka sampai menenggelamkan dirinya karena sangat besarnya rasa kesusahan.”

Sabda Nabi saw : “ Kelak pada hari kiamat matahari akan didekatkan diatas kepala, semua manusia berkeringat; keringatnya ada yang sampai leher, ada yang sampai tenggelam dan terminum, ada yang sampai lututnya, ada yang sampai pahanya, ada yang sampai mulutnya dan tangannya hanya bisa menggapai-gapai, ada yang tenggelam sangat dalam dan kedua tangannya hanya bisa memukul-mukul kepalanya.”

Maka perhatikanlah wahai orang mukmin, akan ada siksa banjir keringat dengan teramat kesusahan. Diantara mereka ada yang menjerit-jerit ; “Hentikanlah wahai Tuhan, hentikan dari kesusahan ini, dan putuskanlah walau kami masuk neraka.”

Keadaan ini bukan sesudah di hisab, juga bukan semacam siksaan, dan mereka tidak tahu sampai kapan banjir keringat ini berakhir.

Ketahuilah bahwa hanya ada dua orang yang akan selamat dari siksa banjir keringat ini, pertama adalah kaum fakir miskin yang sabar dan kaum penyeru atau para pemberi peringatan.

Pertama, Kaum fakir yang sabar adalah orang-orang yang semasa hidupnya mereka senantiasa sabar menerima takdir kemiskinan atas dirinya dan mereka selalu bermandi keringat mencari rizki yang berkah di jalan-Nya. Kesengsaraan keringat yang mereka dapat selama di dunia tidak akan mereka rasakan lagi di masa ini, karena mereka senantiasa sabar pada ketentuan-Nya.

Kedua, para penyeru dan pemberi peringatan adalah orang-orang yang selama hidupnya sudah membelanjakan hartanya di jalan Allah, memberi peringatan kepada banyak orang dengan menggunakan uangnya pribadi tanpa mempedulikan situasi apapun mereka tidak pernah menghadap imbalan sedikitpun. Jerih payah keringat dan usaha yang mereka kerjakan selama di dunia akan menyelamatkan mereka dari situasi ini.

Ketahuilah bahwa kesengsaraan keringat tidak akan dirasakan oleh orang-orang yang berjuang di jalan Allah; ahli shalat, ahli puasa, mengembalikan hak sesame muslim dan orang-orang yang sering kesusahan membela kebenaran dan mencegah kemungkaran. Bagi mereka akan dihilangkan susahnya hari kiamat dan lamanya penderitaan.

Pernah seorang sahabat bertanya, “dimanakah orang-orang mukmin ketika itu?” Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab,

يُوضَعُ لَهُمْ كَرَاسِيُّ مِنْ نُورٍ وَتُظَلِّلُ عَلَيْهِمُ الْغَمَامُ يَكُونُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَقْصَرَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ مِنْ سَاعَةٍ مِنْ نَهَارٍ

“Diletakkan untuk mereka kursi-kursi dari cahaya, lalu awan menaungi atas mereka sehingga hari itu dipendekkan atas orang-orang mukmin serasa sesaat di siang hari.” (HR Ibnu Hibban, al-Albani mengatakan haditsnya hasan)"


Di saat para penghuni makhsyar berada di puncak kehausan, orang-orang mukmin bisa mendapatkan fasilitas minum di telaganya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana masing-masing Nabi juga memiliki haudh (telaga) yang disediakan bagi umatnya yang taat. Di saat yang lain merasa penderitaan yang terasa sangat-sangat lama, maka hal itu dirasakan ringan oleh orang-orang yang beriman, terasa singkat pula peristiwa besar itu dijalani. Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

حَوْضِى مَسِيرَةُ شَهْرٍ وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌ وَمَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الْوَرِقِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلاَ يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا

“Telagaku (panjang dan lebarnya) adalah satu bulan perjalanan, airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih harum daripada kesturi, bejananya sebanyak bintang di langit, barangsiapa yang minum darinya, ia tidak akan merasa haus selamanya.”
(HR. Bukhari)

Mereka tidak haus, tidak lapar dan tidak kepanasan, semoga Allah memasukkan kita ke dalamnya. Aamiin. (Abu Umar Abdillah)

MANUSIA GENERASI BARU GEN-X

GENERASI MASA DEPAN

Pernahkah anda membaca sepenggal artikel yang berisi tentang akan datangnya suatu generasi baru dimasa depan. Mulai dari yang disebut generasi x, y dan z. atau generasi masa depan nibiru, generasi millennium dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa generasi ini berasal dari planet tertentu, memiliki perbedaan struktur genetika, memiliki level kecerdasan lebih tinggi dari manusia umumnya, memiliki peradaban maju dan lain sebagainya. Seperti yang sering kita lihat di film-film holywood bergenre ilmiah futuristik. Terdengar sangat fantastik dan mengundang decak kagum bukan. Tapi benarkah berita ini? Adakah ini sebuah fakta yang benar-benar akan terjadi. Lalu bagaimana dengan nasib manusia yang ada saat ini? Dan bagaimana seorang muslim harus menanggapinya? Kita sebagai seorang beriman yang memiliki penglihatan, pendengaran dan hati serta kitab suci yang maha benar maka sudah seharusnya sikap kita adalah mencari tahu kebenaran itu untuk menjadi pembelajaran berharga dengan melakukan croscek pada kitab suci dan hadist nabis saw yang pernah ada. Bagaimana sesungguhnya keadaan pengikut umat nabi di masa depan menurut sudut pandang seorang nabi kala itu? benarkah akan lahir manusia baru sekelas malaikat atau bahkan melebihi.

Misalnya Generasi Y, sebagian ahli memaparkan bahwa di dunia kerja generasi ini adalah
kelompok generasi yang cerdas dan handal, memiliki karakter kemampuan menghasilkan ide-ide brilian dan dinamis. Mereka memiliki ketergantungan pada teknologi yang tinggi dan suka mengekspresikan diri dalam berbagai situasi. Sikapnya lebih banyak dipengaruhi oleh mood atau suasana hati. Orientasinya adalah kemapanan dan masa depan cerah tanpa batas. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, maka pada kelompok ini membutuhkan banyak perhatian dan diperlukan kepekaan yang tinggi untuk memahami perilakunya yang kadan spontan dan tak berarah.

Sebelum lebih jauh, maka ada baiknya juga kita melihat pada buku panduan umat kitabullah dan hadist. Jika mengacu pada kitab suci Allah Al Quran, maka tidak ada satupun kalimat yang sesuai dengan fenomena diatas. Al Quran tidak pernah menyebutkan bahwa kelak akan ada manusia Ras baru dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan diatas. Kelak manusia akan disingkirkan dan diganti dengan jenis manusia baru yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini, karena alasan tertentu. Kecuali ada beberapa ayat yang memiliki kesamaan visi tentang pergantian pengikut nabi, diantaranya:

“Maka datanglah sesudah mereka (zaman nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS: Maryam :59)

Al quran mengatakan bahwa akan datang suatu generasi yang keadaannya jauh lebih buruk dari yang pernah ada di muka bumi, golongan manusia yang lebih buruk perilakunya dari yang ada di jaman nabi, yaitu orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dan menurutkan hawa nafsu. Kepada mereka allah menimpakan kesesatan yang nyata. Bahka Orang-orang ini melakukan kerusakan jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan kaum yang ada sebelum datangnya para rasul. Kerusakan yang jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan firaun dan pengikutnya. Firman Allah mengatakan:

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)

Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan banyak sabda Rasulullah saw, salah satu yang paling mendekati:

"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar menjadi agama mereka. Kehormatan terletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. "Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta semena-mena dalam pengambil keputusan." Sebagaimana sabda rasulullah berikut ini:

1. Tidak akan menimpa kalian, kecuali kemungkaran sudah jelas-jelas ditampakkan, yakni akan tersebar penyakit yang belum pernah ditemui di jaman sebelumnya.

2. Tidak mengurangi takaran kecuali akan ditimpakan bencana kelaparan, biaya hidup yang amat berat, dan para penguasa yang sewenang-wenang.

3. Mereka tidak mau mengeluarkan zakat, kecuali allah tidak akan menurunkan hujan dari langit.

4. Mereka tidak memungkiri perjanjian dengan allah dan utusan-Nya, kecuali mereka dikuasai musuh dari jenis lain yang mengkudeta sesuatu yang ditangan mereka.

5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak memutuskan sesuatu berdasarkan Kitab allah, maka allah akan menciptakan kesulitan buat mereka.

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"

Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."

Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah: Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Berikut beberapa hadist nabi saw tentang keadaan pengikut nabi di masa depan menurut sudut pandang beliau di masa itu:

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata,

“ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

2. Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda,
‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih buruk/jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian.’

3. Abu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian. Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca al-Quran tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca al-Quran, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman)” (HR:Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim).

4. Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah bersabda, Abu Umamah al Bahiliy bahwa Rasulullah bersabda;
“Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat. (HR: Ahmad)


5. Melalui Hudzaifah ra. Nabi swa pernah bersabda;"Akan datang suatu jaman menimpa pada manusia, dimana bangkai keledai yang busuk lebih mereka sukai daripada orang mukmin yang ber-amar ma'ruf Nahi Mungkar.

6. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”
(Sunan Ibnu Majah)

7. Sabda Nabi saw. Diriwayatkan oleh Ma’qobal bin Yasar ra. :

” Akan datang zaman dimana menimpa umat manusia, dimasa itu Al-quran amat kering di hati para lelaki (Umat) laksana pakaian using di tubuh. Mereka hanya mengutamakan ketamakan yang disertai kekhawatiran. Jika mereka berbuat baik, mereka berkata: “Amalku akan di terima….’Dan kalau mereka berbuat dosa, maka mereka akan berkata:” Aku pasti diampuni.”

8. Dari Ali kw. Katanya: “Aku pernah mendengar rasulullah swa. bersabda:
” Akan datang suatu kaum pada akhir zaman; yang lidah mereka pandai bicara sementara akalnya lemah. Mereka mengucapkan sabda Nabi swa, namun sabda itu tidak sampai melintasi tengggorokan mereka sendiri. Mereka bisa keluar dari agamanya seperti anak panah melesat dari busurnya.”

9. "Maka sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).

Lalu mana diantara dua ramalan itu yang anda percayai sebagai seorang muslim beriman. Apakah ramalan yang berasal dari peneliti barat atau yang berasal dari al Quran dan hadist nabi saw junjungan kita. Harus banyak-banyak kita memperhatikan setiap perkataan orang yang bukan islam adalah menjerumuskan iman kita kedalam kesesatan. Harus kita kaji terlebih dahulu setiap kalimat yang mereka sodorkan apakah mengandung unsure bidah atau bersifat menyimpang dari aturan. Karena sesungguhnya pada setiap berita yang mereka buat selalu mengandung misi terselubung, seperti kita semua tahu untuk membuat kita ragu dengan keyakinan kita sendiri. Jadi Berhati-hatilah.

Apabila kita merasakan bahwa apa yang diramalkan nabi saw adalah sebagian besar kesesuaian keadaan dengan yang kita rasakan saat ini, bukankah ini artinya ramalan nabi saw itu benar. Bahwa akan menimpa banyak kemalangan para pengikut nabi di masa depan akibat kelalaiannya sendiri. Bukankah kita juga sama-sama setuju dan melihat bahwa sebagian besar ramalan hadist itu merujuk pada buruknya perilaku umat dari yang ada saat ini. Bahwa Nabi swa juga pernah bersabda akan kedatangan zaman dimana sebagian umatnya banyak menyimpang dan melampaui batas. Dan adapun umat yang dimaksud tersebut ternyata banyak merujuk pada sebagian dari keadaan kita saat ini. Maka sudah saatnya kita kembali kepada jalan kebenaran Sang Khalik.

Lalu apa makna dari kedatangan suatu kaum baru yang dimaksud hadist-hadist nabi saw diatas, itu adalah bagian dari peringatan keras bagi kita semua untuk memperhatikan ajaran islam lebih baik lagi. Karena sesungguhnya satu-satunya umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini adalah umat yang hidup dijaman rasulullah. Mereka adalah orang-orang terbaik yang membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan ridho. Mereka yang membuat ikatan-ikatan antara umat muslim hingga terjalin ukhuah islamiah hingga saat ini. Dan seburuk-buruknya umat adalah manusia yang ada saat ini, karena isi ramalan nabi saw itu merujuk pada keadaan umat islam saat ini.

Menyangkut sekelompok orang yang pernah mendapat keistimewaan dari Allah, itu memang pernah terjadi di masa lalu, yaitu di jaman nabi musa dengan pengikutnya Bani Israil. Golongan ini
mendapat keistimewaan dari Allah yaitu kemampuan akal yang melebihi manusia pada umumnya. Hal ini dilakukan karena kaum Bani Israil pada saat itu adalah golongan yang paling keras dan paling sulit di ajak kepada kebenaran dan diajak menyembah Allah. Mereka kerap bertanya dan meminta bukti nyata keberadaan Tuhan-nya Nabi Musa. Maka Allah menganugerahkan mereka kecerdasan lebih, sesungguhnya agar mereka dapat melihat kebenaran lebih besar dan lebih bisa diterima oleh akal mereka. Tetapi yang terjadi adalah penolakan kaum Bani Israil yang semakin menjadi-jadi dan semakin mereka tidak percaya pada kebenaran yang di bawa Nabi Musa. Sudah berbagai mukjizat ditampakkan tetapi itu tidak pernah cukup bagi mereka, sebaliknya mereka makin membangkang dan berbalik menyembah berhala Sapi Betina dan penolakan itupun masih terjadi hingga hari ini. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

"Hai Bani israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segela umat." QS. A; Baqarah:47.

Itulah sebabnya hingga kini kita tidak akan pernah lagi menemukan ada umat yang diberi kelebihan akal seperti yang pernah terjadi di jaman nabi musa as. Dan dengan demikian berita yang bersebaran di dunia maya itu bukanlah sesuatu yang harus kita yakini adanya. Karena sesungguhnya Allah hanya mau membukakan hidayahnya kepada orang yang bersungguh-sungguh saja ingin mencari kebenaran. Allah hanya akan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berniat berdiri tegak di jalan-Nya. Hanya pada orang-orang tertentu saja yang didalam lubuk hatinya berserah diri penuh kepada ketentuan Allah swt. amin.

Allah berfirman," Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37). Hidayah Allah tidak diberikan tanpa alasan.

Allah membuka rahasia hidayah ini dengan firman-Nya,"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).



SEBAB TURUNNYA PENYAKIT DEGENARATIF


SEBAB TURUNNYA PENYAKIT MEMATIKAN DAN BELUM ADA OBATNYA
nuurislami.blogspot.com Belakangan ini ada banyak orang yang mengeluh sakit, mulai dari sakit ringan hingga penyakit berat. Mereka mengeluhkan rasa sakit yang datang tiba-tiba tanpa mereka sadari penyakit itu sudah berkembang biak dalam dirinya sejak lama. Penyakit-penyakit kelas berat yang dimaksud disini adalah kangker, tumor, stroke, darah tinggi, jantung, lupus, ginjal, dibetes mellitus, prostat dan lain sebagainya. Para ahli menyebutnya ini penyakit degenerative, yaitu penyakit yang menyerang orang-orang yang memasuki usia senja atau tua. Penyakit yang diakibatkan penurunnya berbagai fungsi organ tubuh.

Kenyataannya di lapangan ternyata penyakit ini tidak hanya menjangkit pada orang dewasa bahkan juga menyerang generasi muda dan bahkan anak-anak. Banyak anak-anak yang berusia belia harus melaksanakan kemoterapi, cuci darah dan terapi-terapi lainnya akibat mereka mengidap penyakit ini. Dan parahnya lagi kategori penyakit ini belum ada obatnya, artinya belum bisa menyembuhkan total penyakit tersebut dalam kurun waktu tertentu. Jika tidak segera diobati, maka penyakit ini akan menyebar ke organ lain dan merenggut nyawa si penderita. Pada beberapa kasus ada beberapa orang yang bisa lolos dari cengkraman maut penyakit ini, tetapi itupun harus dilakukan dengan pengobatan medis yang serius dan perubahan total gaya hidup dan pola makan dan pola pikir secara berkelanjutan. Lalu mengapa allah memberikan cobaan berupa penyakit mengerikan ini.

Mengapa allah menimpakan suatu penyakit kepada suatu kaum? Apa yang menjadi factor pendorong dan penyebab sehingga penyakit ini bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja? Tapi dibalik semua itu ada satu hal yang menjadi penyebab mengapa allah menurunkan penyakit-penyakit tersebut. Salah satunya adalah karena adanya ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Sebelum membahas kedua jenis kebutuhan tersebut maka berikut akan dijelaskan kebutuhan jasmani dan rohani yang dimaksud disini adalah kebutuhan makanan untuk memenuhi kebutuhan badan, dan kebutuhan ruhani yang berbentuk amalan-amalan sholeh untuk menambah keimanan.

Menurut Imam Ghazali dalam bukunya “Ajaibul Qalbi al-Awwal min Rubu’ al-Mukhlikat” hati memiliki dua pengertian.

Pertama, segumpal daging yang berbentuk bulat panjang yang terletak di dada sebelah kiri, yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam. Ini adalah sumber ruh atau nyawa.

Kedua, yaitu sesuatu yang halus (lathifah), bersifat ketuhanan (rabbaniyyah) dan ruhaniyah, yang berkaitan dengan hati secara fisik tadi Lathifah (yang halus) itu adalah hakikat diri manusia. Ia mampu menangkap pengetahuan tentang Allah dan hal-hal spiritual lainnya, yang tidak mungkin dicapai dengan akal pikiran semata. Hati ruhaniah merupakan satu-satunya perangkat yang jika ia hidup pasti akan menjadikan indera fisik lainnya, benar dalam melihat makna realitas dan kebenaran, sehingga akan muncul sifat sholeh, santun, ramah, pemaaf, dan suka membantu orang lain. QS. Al Hijr (15) : 29
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” 

Maksud dari ketidak seimbangan disini adalah bahwa manusia terlalu banyak memperhatikan kebutuhan hati jasmaniah jika dibanding kebutuhan hati ruhaniah. Manusia selalu membuat perutnya kenyang dengan berbagai bahan makanan yang membuat kerja hati jasmaniah menjadi berat dan semakin lama makin sulit mencerna bahan makanan yang masuk sehingga terjadi kerusakan.

Sementara kebutuhan hati rohaniahnya terbengkalai atau dengan kata lain kebanyakan orang kurang memperhatikan kebutuhan hati rohaniah, karena ketika perut sudah penuh maka ia menjadi berat dan malas untuk beribadah. Hati ruhaniah adalah rumahnya Allah. Hati yang halus, yang merasa, mengerti, mengetahui. Hati Ruhaniah ini merupakan tempat tumbuhnya iman dan tempat mengenal diri. Itulah sebabnya para sufi berkata: قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ اللهُ

 “Hati orang mukmin itu adalah rumah Allah”. 

 ASAL MULA PENYAKIT

Banyak pakar kesehatan juga membenarkan bahwa salah satu penyebab timbulnya penyakit berbahaya ini adalah akibat buruknya pola makan. Orang cenderung makan apa saja yang disukai dan dikehendaki dimana saja dan kapan saja. Padahal tubuh fisik manusia yang tersusun dari unsure metarial duniawi yaitu tanah air, api dan angin merupakan unsure alam yang bersifat rentan dan mudah rusak, terkontaminasi dengan unsure lain yang sifatnya keras dan tajam. Jika tubuh fisik ini ditambah lagi dengan unsure tercemar zat polutif, zak kimia atau zat radikal bebas kedalamnya dalam jumlah berlebih maka ia akan sangat mudah menjadi sakit akibat hati jasmaniah nya tidak mampu lagi mengolah makanan menjadi energi.

Hati jasmani yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya pada akhirnya akan mempengaruhi system kerja hati ruhaniah. Akibat banyak makan bisa mengakibatkan kerasnya hati ruhaniah dan sirna nya cahaya hikmah, sementara kenyang hanya membuat hati makin jauh dari allah. Banyak makan bisa mengakibatkan hati ruhaniah menjadi kotor dan lemah. Apa penyebabnya? Definisi hati ruhaniah yang kotor disini adalah, ketika seseorang mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebih maka perut akan menghasilkan banyak uap. Perut letaknya dibawah hati ruhaniah, ibarat belanga/panci yang penuh dengan air mendidih, yang mana asapnya naik dan mengotori hati. Semakin banyak asap yang keluar, maka hati akan semakin hitam.

Disamping hati sudah menjadi kotor, maka hati ini juga akan menjadi lemah, menjadi malas berpikir, malas melakukan kebaikan, masalah beribadah dan malas mendekatkan diri. Semakin dibiarkan kebiasaan mengikuti hawa nafsu ini maka mulailah hati menjadi keras, tidak mau mendengarkan nasehat, hati menjadi sulit dikendalikan, dan hati menjadi mudah tersesat dan pada akhirnya hati menjadi semakin sulit menerima cahaya hikmah. Dalam keadaan hati yang sudah rusak inilah menjadi media utama bagi masuknya syetan.

Ketika hati sudah menjadi kotor, keras dan lemah imannya maka syetan akan dengan sangat mudah mengacaukan dan membelokkannya. Syetan akan sekuat tenaga menutupi hati manusia dari menerima nuur illahi. Dengan tujuan agar manusia tidak mudah kembali lagi ke jalan yang benar. Cara syetan menutupi hati manusia adalah dengan menghidupkan hawa nafsu tercela dan membawa ke arah maksiat. Membenarkan semua tindakan buruk dan menjanjikan angan-angan serta sebuah kesenangan yang bersifat jangka pendek.

Perut yang kenyang dapat mendorong kekuatan nafsu, padahal nafsu pedangnya syetan. Diriwayatkan: Sesungguhnya iblis muncul di di hadapan Yahya as dan Iblis membawa berbagai alat pengait. Yahya as pun bertanya, "Wahai iblis, ini pengait untuk apa!" 
Semua ini adalah kesenangan hawa nafsu, dan aku bisa menguasai anak cucu Adam dengan cara itu". "Apakah disana termasuk aku!" tanya yahya as.
Kata Iblis, "Kadang-kadang kamu terlalu kenyang, sehingga aku rasuki rasa berat untuk shalat dan dzikir." Demi Allah, aku wajib tidak lagi memenuhi perutku dengan makanan selama-lamanya, kata Yahya as.

Sebuah contoh amat nyata tentang buruknya perilaku menuruti hawa nafsu memang pernah terjadi pada nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa ketika mereka berada di surga. Keduanya dengan sadar memakan buah terlarang akibat telah termakan bujuk rayu syetan yang menipu dan melenakan. Padahal allah telah dengan jelas memberi perintah larangan memakan buah tersebut. Tetapi nabi Adam memilih mengikuti langkah-langkah syetan dan menuruti hawa nafsunya, maka nabi Adam dalam kesesatan.

Pesan utama yang ingin disampaikan dari peristiwa itu adalah sangat besarnya kerugian manusia yang selalu mengikuti hawa nafsu, buah terlarang yang disebutkan itu sebenarnya hanyalah symbol. Sebuah symbol pembatas yang amat jelas, bahwa manusia tidak boleh melewati batas yang sudah ditetapkan, dan jika ia melewatinya maka allah sudah tidak berkuasa lagi atas dirinya, yang berkuasa atas orang itu adalah syetan dan bangsanya.

Itulah sebabnya setiap manusia dilarang melampaui batas, apalagi itu yang berkaitan dengan hawa nafsu. Sebagaimana firman allah firman allah surat al Baqaarah:190  

"….dan janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” 

 Atau Surat Al An’am ayat 119 …. "Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

atau berikut surah (Shaad :26) yang bermaksud: "..... dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

Imam Al Gazali juga pernah berpesan, ketahuilah bahwa semua manusia memiliki nafsu (keinginan sebagai tabiat) untuk berbuat jahat. Dan ia merupakan musuhmu yang pertama dari tentara iblis. Karena kekuatan syetan terletak pada hawa nafsumu. Ciri khas nafsu adalah ketika ia merasa senang, lalai, malas dan santai. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andaikan engkau mau menuruti perintahnya, lambat laun engkau akan menjadi rusak, engkau pasti hanyut ke sana dan sulit untuk menolak keinginannya. Dan tidak ada Dzat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan-Nya sendiri. Maka bertaqwalah kepada allah.  

PENYAKIT DALAM PENYAKIT 

  Demikianlah pentingnya untuk menjaga kesucian hati dari bujukan hawa nafsu. Disamping adanya fakta bahwa yang menjadi penyebab kotornya hati manusia itu adalah disebabkan sudah bersarangnya berbagai penyakit yang ada padanya, sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah: فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ “Di dalam hati mereka ada penyakit”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10) Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin terdapat 6666 ayat Al-Qur’an dan 6666 urat di dalam tubuh manusia, demikian halnya dengan hati manusia, ada 6666 penyakit di dalam hati manusia. Dan jika manusia tidak pandai menjaga hatinya, maka syetan akan menghidupkan hawa nafsu tercela maka timbulah penyakit hati yang amat berbahaya, diantaranya cinta dunia, loba, tamak, rakus, pemarah, dengki, dendam, hasad, munafiq, ria, ujub, takabbur dan lain sebagainya. Dan jika manusia sudah masuk dalam perangkapnya tersebut namun masih tidak mau mensucikan hatinya dari penyakit-penyakit berbahaya ini, maka allah menambahkan lagi penyakitnya. فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا “Lalu ditambah Allah penyakitnya”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10) Maka dari itu timbullah berbagai penyakit baru yang belum pernah dikenal di jaman sebelumnya, yaitu penyakit-penyakit yang sulit diobati kecuali dengan ijin allah. Penyakit-penyakit ini sulit dideteksi kehadirannya, sulit dideteksi penjalarannya dan sulit disembuhkan dengan obat-obatan medis yang ada. Mengapa demikian? Karena semua ini bermula dari hati, hati yang rusak dan kotor seharusnya sudah dibersihkan dari sejak waktu lampau, tapi dibiarkan mengeras dan membatu, maka penanganannya pun menjadi sulit. Ibaratnya hati itu sudah menjadi kerak yang menempel dan sulit dibersihkan. Kaitan penyakit keras hati dengan timbulnya penyakit degenerative contohnya sebagai berikut. Seseorang yang terjangkit penyakit darah tinggi misalnya, ia ialah orang mempunyai sifat yang mudah marah, emosian, sakit hati, mudah tersinggung, suka balas dendam dan suka membenci orang lain tanpa sebab. Penyakit hati seperti ini ditumbuhkan oleh syetan dengan cara membuat orang tersebut menggemari makan-makanan berkolesterol tinggi, misalnya yang daging merah, daging kambing, jeroan, ikan asin dan segala jenis makanan yang dapat membuat seseorang mudah naik tekanan darahnya, mudah memicu kerja jantung dan akhirnya membuat ia kehilangan kendali. Kondisi ini tidak disadari sudah menjadi kebiasaan yang pada akhirnya juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikendalikan dan hingga pada akhirnya ketika sudah pada tahap berlebihan, maka timbullah penyakit yang sudah tidak bisa diobati lagi, meski orang itu sudah menghilangkan kebiasaan tersebut. Allah sudah menetapkan penyakit itu bersarang dalam tubuhnya, dan hanya allah saja yang dapat menyembuhkannya. Hati ini sudah hitam dan gelap dari menerima rahmat allah, karena ia sudah dikendalikan emosi dan hawa nafsunya. Maka dari itu satu-satunya pembersih yang paling ampuh adalah alat pembersih milik allah. Apa itu pembersih yang paling mujarab untuk membersIhkan hati yang sudah kotor seperti ini? Dan mengingat Allah merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan hati sebagaimana Hadis Nabi: لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَلَةٌ وَصَقَلَةُ الْقَلْبُ ذِكْرُاللهُ “Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”. Berikut cara mensucikan hati sebagaimana firman Allah: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّ “Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan mengingat Tuhan-Nya, maka didirikannya sembanhyang”. (Q.S. 87 Al-A’la: 14-15) Shalat yang dapat mensucikan hati itu yang seperti apa? Yaitu shalat yang khusuk. Berkomunikasilah dengan allah dalam hati ketika mendirikan shalat. Sambungkan kembali hubungan dengan allah yang pernah rusak, akibat shalat yang tidak khusuk dimasa lalu. Hati yang sudah terjangkit penyakit keras hati amat sulit membuatnya khusuk. Memang dimasa lalu sering mendirikan shalat, hanya saja shalatnya kurang khusuk atau tergesa-gesa. Didalam shalatnya tidak pernah menghadirkan allah, didalam shalatnya yang hadir adalah urusan-urusan dunia dan sikap panjang angan-angan. Shalat yang tidak khusuk bisa mengakibatkan tidak masukkan nur illahi ke dalam hati, karena hatinya tertutup kotoran. Tubuhnya memang melakukan gerakan shalat dan bibirnya melafadzkan alunan ayat-ayat tetapi hatinya tidak ada di dalam jasad, melainkan melayang-layang di udara. Ini yang disebut shalat tidak khusuk, jiwa dan raga tidak bersatu ketika menghadap sang Ilahi. Maka dari itu, hati dan jiwanya menjadi hampa setelah mendirikan shalat, hatinya tidak mendapat ketenangan dan sikap keras hatinya masih saja bersarang dalam dirinya dan membuat ia masih saja mudah marah, emosi tanpa sebab mengejar-ngejar dunia dengan tidak pikir panjang. Meski ia mendirikan shalat, tetapi pikirannya masih saja hanya tertuju pada kesenangan dunia, tertuju pada angan-angan kosong. Tidak ada sikap ikhlas, pasrah, menerima kenentuan-Nya dan tawadhu. Ia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dalam situasi shalat sekalipun. Ini yang dimaksud tidak khusuk. Lalu bagaimana agar mencapai shalat khusuk yang terhubunga langsung dengan Allah swt? Lakukan gerakan shalat seperti biasa, namun lafazdkan bacaan shalat dalam hati dengan iklas dan khidmat. Diriwayatkan: Sesungguhnya Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa AS. katakanlah kepada umatmu yang durhaka: "Janganlah kalian mengingat AKU. Sesungguhnya AKU mengikuti bagaimana ingatanmu kepada-KU, maka dzikirlah kepada-KU sampai anggota badanmu bergetar. Ciptakan kekhusukan dan ketenangan dalam dzikirmu kepada-KU. Ketika engkau dzikir, letakkan lidahmu dibelakang hatimu, dan bila engkau berdiri menghadap-KU, maka berdirilah seperti berdirinya hamba yang hina dan berbisiklah dengan hati yang takut dan lisan yang benar". Artinya apa? Artinya jika ingin khusuk maka sebaiknya bacaan shalat dilafadzkan dalam hati, dengan demikian maka mata akan menjadi buta akibat fungsi penglihatan akan berpusat pada mata hati yang menyaksikan tulisan ayat-ayat suci al quran, lalu telinga akan menjadi tuli karena fungsi pendengaran akan berpusat pada merdunya alunan ayat-ayat suci dan hati akan menjadi tenang karena fungsi penglihatan dan penglihatan telah bersatu melafazdkan ayat-ayat allah. Ketika hati mendefinisikan ayat-ayat itu, misalnya ketika menyebut kata bismillah, yang artinya “dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,” hati yang mampu merasa akan memahami maksud dari kalimat itu maka ia akan menjadi tenang, dampak dari ketenangannya itu adalah seketika cahaya illahi akan masuk ke dalam relung-relung hatinya, maka ia akan langsung tersambung dengan allah kala itu. Nuur illahi yang masuk inilah yang mengakibatkan tidak bisa masuknya bisikan-bisikan syetan ketika shalat. Nuur illahi ini yang mengakibatkan datangnya pertolongan allah dari segala macam penyakit dan membuat hatinya lunak den lembut. Coba saja anda peragakan sendiri, mampukah anda merasakan perbedaan yang didapat dengan ketika melafadzkan dibibir. Jika dilafazdkan di bibir, maka syetan akan sibuk membuat mata kita mengingat-ingat urusan dunia, mengingat pekerjaan yang belum diselesaikan, mengingat ini dan itu. Telinga kita sibuk mendengarkan suara kaki berjalan, suara berisik yang ada disekeliling, suara bisikan-bisikan halus yang membuat kita ingin mensegerakan shalat karena harus melakukan sesuatu. Sementara hati kita entah berada dimana, melayang-layang dan mondar-mandir memperhatikan gerakan shalat dengan sedikit keterpaksaan dan rasa was-was tidak diterima. Disinilah tempat kerugian terbesar umat muslim kelak di hari akhir, menyia-nyiakan shalat. Allah mengecam keras orang-orang yang tidak khusuk dalam shalatnya, dan ganjaran berat yang sepadang adalah neraka jahanam. Sesuai firman-Nya berikut ini: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari bangsa jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi ) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf:179)

Dan itulah sebabnya pada sebagian orang yang sudah kotor hatinya allah menimpakan penyakit-penyakit berat tersebut, mengapa? Dalam rangka mensegerakan tobat dan segera mensucikan hati. Orang yang menderita penyakit-penyakit ini sebelum menemui ajalnya, maka mereka diwajibkan untuk mensucikan hatinya terlebih dahulu dan menyatakan diri bertobat dari segala kesalahan.

Dengan kerendahan hati mengakui dirinya telah berdosa dan melakukan kesalahan di masa lalu, dan jika orang tersebut sudah mampu mensucikan hatinya, membuat hatinya bersih kembali barulah kemudian allah akan menerima tobatnya dan memerima ia di akhirat kelak dalam keadaan suci. Karena hakikatnya hati ruhaniah yang merupakah kepunyaan Allah ini adalah suci dari hadast kecil sekalipun dan ketika ia berpulang ke pangkuan-Nya maka harus sudah dalam keadaan suci kembali. Sesuai firman dan hadist berikut ini. Nabi SAW bersabda: 

"Barangsiapa yang shalat 2 raka'at dengan menghadapkan hati dan badannya kepada Allah, maka keluarlah dosa-dosanya sebagaimana (bersihnya) hari dimana ia dilahirkan oleh ibunya".

Selain dengan mendirikan shalat yang khusuk, maka disarankan juga untuk banyak-banyak berdzikir menggemakan asma allah, lalu mengurangi makan dan banyak berpuasa. Perut yang lapar dapat membuat hati terbuka dan masuk cahaya allah dengan sempurna. Dengan melakukan berbagai ibadah khusuk, maka ini akan berdampak pada sistem imun.

 Beberapa riset sudah membuktikan bahwa pada sebagian orang yang rutin melakukan ibadah dan meditasi dengan fokus, maka serta merta sistem imun nya akan kembali tumbuh dan bekerja melawan rasa sakit dan mengusir berbagai sumber penyakit dalam tubuh, mengusir kuman, bakteri dan virus yang bersarang didalamnya. Ketika seseorang mengikhlaskan diri mereka terhadap pencipta, maka tubuh juga berusaha memperbaiki diri dan menjauh dari sifat negatif sehingga timbul ion-ion positif yang mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan bekerja membasmi penyakit.

Itulah sebabnya ada baiknya mengatasi penyakit ini juga disertai dengan mengubah gaya hidup. karena dengan niat hati yang tulus meminta pertolongan kepada Allah swt agar menyebuhkan hati yang sudah terlanjur rusak dan kotor sangat penting. Sesungguhnya penyakit ini datangnya akibat kesalahan kita membiarkan hati kotor tidak ada cara lain selain banyak-banyak mendekatkan diri, memohon pertolongannya agar diampuni dan mendapat ridho allah di akhir hayat kelak. Semoga allah memberkati. amin.

PANEN JIWA Ala PESTA MIRAS OPLOSAN

nuurislami.blogspot.com Belakangan ini ramai diperbincangkan maraknya fenomena miras oplosan di masyarakat. Tahukah anda bahwa itu adalah akibat ulah bangsa saitan dan turunannya. Iblis telah berhasil melakukan panen nyawa (soul harvest) melalui miras oplosan, mereka banyak menggiring anak muda kita ke neraka dalam keadaan belum sempat bertobat. Ibaratnya padi yang selama ini susah payah mereka pelihara di tanam dan pupuk, akhirnya berbuah manis, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil hasil panen, yaitu menggiring jiwa-jiwa kosong untuk dijerumuskan dalam kesesatan dan kehancuran iman. Layaknya baru mendapat harta jarahan yang amat besar mereka merayakan keberhasilan ini dengan berpesta. Ya benar, Iblis berhasil menggiring jiwa-jiwa tersesat ini masuk ke dalam kelompok mereka dimana di alam barzah kelak mereka akan diadili dan di tentukan nasibnya berdasarkan amal ibadah dan amal buruk apa yang paling banyak mereka lakukan hingga diakhir hayat. Sebagaimana disebutkan bahwa allah akan menerima amalnya anak adam jika diakhir hayatnya ia sudah bertobat.

Mengapa iblis gemar membuat jebakan pada jenis miras oplosan ini? Sedemikian menggiurkannya kah miras ini, hingga mereka menjadikan sebagai alat pancingan dan pengait yang amat ampuh untuk menjerat jiwa manusia? Atau memang sudah sangat mudah menjebak manusia dengan iming-iming kenikmatan yang ditawarkan. Ternyata jenis kejahatan melalui miras ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi bangsa iblis, karena miras ini bukan membawa orang pada kemabukan tetapi bisa membuka pintu kematian, keistimewaan lain adalah bahwa siapapun yang sudah melewati ambang batang meneguk cairan itu, maka dengan sangat mudah iblis membawa jiwanya keluar dari jasad, karena ia sudah sepenuhnya berada di bawah kekuasaan iblis. Jiwa yang sudah tidak sadarkan diri ini akan terus digiring iblis kepada kenikmatan ghaib sehingga jiwa tersebut lupa menyebut asma allah dan terlepaslah dia dari pertolongan Allah.

Dalam Surat Al An’am ayat 119 Allah menerangkan: "….Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

Orang yang dalam kematiannya belum sempat bertobat kepada Allah, maka allah tidak akan memberinya ampunan di hari akhir kelak dan mereka tidak akan mencium baunya surga. Inilah yang membuat iblis dan syetan amat menyukai aksinya menjerat manusia dengan cara ini. Karena upaya mereka tidak akan sia-sia bekerja sekuat tenaga selama di dunia menjerat anak cucu adam ke dalam kemaksiatan. Iblis amat bangga dengan anak buahnya yang berhasil membuat jatuh banyak korban akibat miras ini.

Sebagaiman berikut QS. Shaad :26) yang bermaksud: "..... dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

Orang-orang yang menjadi korban tewas ini mungkin tidak pernah berpikir mereka ingin mengakhiri hidup mereka dengan cara seperti itu. mereka mungkin hanya sekedar ingin bersenang-senang dengan sesama teman atau apapun alasannya, tetapi apa yang mereka hadapi tidak pernah mereka perhitungkan sebelumnya, karena akibat ke-polosan dan ketidakpengetahuan mereka akhirnya mereka meregang nyawa di ujung botol miras yang bukan hanya memabukkan tetapi juga mematikan.

Ada apa dengan kaum muda kita? Adakah mereka sudah sedemikian lemah imannya, sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang diharamkan dan mana yang tidak? Puluhan orang tergeletak tak bernyawa dan puluhan lagi sedang meregang nyawa akibat keracunan knonis yang diderita akibat kerasnya komposisi miras yang ditenggak ke dalam kerongkongan mengakibatkan mereka kehilangan kesadaran.

Mengapa fenomena ini banyak terjadi di daerah pegunungan seperti bogor, sukabumi, garut, dan sebagainya. Di daerah yang berhawa dingin, daerah ini bukanlah daerah pedalaman dan jauh dari pusat pemerintahan. Apakah mereka sudah kehilangan kendali atas pemahaman agama yang sudah jelas banyak melarang untuk mendekati apalagi meminum jenis minuman keras ini. Kita semua pasti amat menyayangkan peristiwa ini, karena sesungguhnya jika terjadi banyak korban seperti ini, sesungguhnya kita juga ikut bertanggung jawab secara moral. Mengapa kita tidak bisa mencegah dan mengawal iman mereka sehingga mereka terjerumus dalam lembah dosa seperti ini. Kita juga sebagai saudara seiman tentu juga harus ikut bertanggung jawab pada peristiwa ini, karena kita sudah lalai membiarkan saudara kita tersesat dalam minuman memabukkan.

Peristiwa ini bukan hal biasa, di masa depan kelak akan ada korban jatuh lebih banyak lagi jika kita tidak cepat-cepat turun tangan meluruskan iman orang-orang tersebut. Karena peristiwa ini tidak cukup hanya dengan cara membakar warung remang-remang dan pabrik pembuat miras oplosan, dan menangkap pelaku pengedarny saja. Ini harus dimulai dari pola pikir si penduduknya yang harus terlebih dahulu dibenahi dan di luruskan. Lebih dikuatkan lagi imannya, diberi pengetahuan yang banyak tentang iman.

Pengetahuan tentang buruknya dampak miras oplosan saja belum cukup, harus bisa menyentuh ke dalam lubuk hati terdalam. Dan ini harusnya jadi pekerjaan Kementerian Agama untuk lebih banyak mengirimkan tenaga ahlinya memberi bekal yang cukup kepada mereka untuk memahami nilai keislaman yang benar, jangan setengah-setengah. Kirimkan banyak ustad dan ustazah ke sana untuk berdakwah. Sementara materi fisik mirasnya memang jadi urusannya kepolisian, untuk mencegah peredaran makin meluas.

JADILAH MANUSIA YANG BERUNTUNG

nuurislami.blogspot.com Tidak akan hidup hati seorang Muslim, kecuali dipelihara dengan baik oleh sang pemilik. Cara memelihara hati agar terus hidup hingga kita menghadap keharibaan-Nya, tiada lain dengan senantiasa menggunakan akalnya untuk berfikir dan hati untuk berdzikir. Perpaduan dari kedua amalan tersebut akan menjadikan seorang Muslim menjadi insan ulul albab. Yaitu insan yang apabila melihat, mendengar, atau merasa dia berfikir. Pada saat bersamaan, saat ia berdiri, duduk, berbaring, dia terus berdzikir. Inilah manusia yang memahami hakikat kehidupan, sehingga tidak ada fokus utama baginya melainkan berlindung kepada Allah dari panasnya api neraka, karena kelalaian dan kesombongan (QS. 3 : 190, 191).

Orang demikian adalah orang yang hidup hatinya. Hanya ulul albab yang akan bisa melihat dan meyakini sepenuh hati tentang kebesaran Allah. Dan, karena itu ia akan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Jadi, hatinya dikuasai dan dikendalikan oleh ilmu (hidayah), bukan ambisi atau pretensi dan obsesi, sehingga kelak ia akan meraih kesempunaan nikmat di dalam surga-Nya.

 “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. 79 : 40, 41).

Jadi, untuk menghidupkan hati, setiap Muslim harus membangun tradisi dzikir dan fikir yang berkualitas. Yaitu berdzikir dan berfikir yang setiap saat menjadikan kita semakin siap menjadi Muslim kaffah, semakin bergairah dalam menegakkan kebenaran, semakin percaya diri menjadi seorang Muslim, semakin antusias mempersiapkan kematian, dan semakin rindu bertemu dengan Allah.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13 : 28).

Tanpa dzikir dan fikir yang berkualitas, seorang Muslim rawan dalam badai gelombang kehidupan, sehingga goyah keimanan dan keislamannya. Jika hal itu benar terjadi, khawatir hatinya akan mengeras seperti batu dan mendapat kemurkaan Allah.

 “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 39 : 22).

Orang itu bertanya, apa yang dimaksud dengan dibukakan hati itu? Nabi pun bersabda, “Yaitu kelapangan. Sesungguhnya jika cahaya telah dipancarkan ke dalam hati, maka dada menjadi lapang dan terbuka dari menerima rahmat-Nya”. Jadi, mari kita pelihara hati kita agar tetap hidup dalam naungan cahaya Ilahi. Sungguh, keimanan yang ada sekarang pada kita semua adalah nikmat tiada tara. Maka, janganlah disia-siakan. Perbanyaklah berpikir, bahwa dengan iman dalam hati, sebenarnya Allah telah janjikan surga kepada kita. Tetapi jika tidak, kita bisa salah dan tersesat. Betapa ruginya kita jika sudah diberi nikmat iman kemudian kita tidak syukuri dengan membiasakan dzikir dan fikir.

 Sementara, Allah telah memberikan peluang sangat besar bagi kita untuk meraih kebahagiaan dan keuntungan berlipat-lipat diakhirat kelak. Cara berpikir yang seharusnya dilakukan orang yang memiliki akal adalah menobati dosa-dosanya dimasa lampau, menyedikitkan lamunan dan panjang angan-angan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, dan sabar mengekang hawa nafsu. “Apakah kamu tidak berpikir,” demikian sindir Allah di beberapa penghujung ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lalu apa saja keuntungan yang didapat bagi orang yang berpikir dan berdzikir?

 KEUNTUNGAN BAGI YANG BERDZIKIR

 قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَ
 “Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”. (Q.S. 91 As-Syamsi: 9-10)

 Itulah sebabnya pada ayat di atas Allah memuji orang-orang yang telah mensucikan hatinya dengan cara berdzikir, sebab hanya orang-orang yang telah mensucikan hatinya yang dapat mengenal Allah. Adapun orang-orang yang mengotorinya tidak akan pernah dapat mengenal Tuhannya.

KEUNTUNGN BAGI YANG BERFIKIR

 “Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. 10 : 100).

 Suatu hari seorang sahabat Nabi SAW, Miqdad Ibnu Al-Aswad berjumpa dengan Abu Hurairah r. a, lalu beliau mengkhabarkan kepada Miqdad: “ Aku mendengar Rasulullah memberitahu kepadaku, sesiapa yang berfikir satu saat maka itu terlebih baik daripada beribadah setahun” Miqdad berlalu dan berjumpa pula dengan Ibnu Abbas, lalu dikhabarkan kepada Miqdad “ Aku mendengar bahawa Rasulullah SAW memberitahu kepadaku, barang siapa yang berfikir satu saat maka ia terlebih baik daripada beribadat tujuh puluh tahun.”

Miqdad keliru dengan perkhabaran dua sahabat tadi, karena apa yang disampaikan oleh kedua-duanya berbeda. Lantas beliau mengadukan hal ini kepada baginda Nabi SAW. Baginda mengarahkan supaya memanggil Abu Hurairah dan Ibnu Abbas berjumpa dengannya, baginda bertanya kepada Abu Hurairah: “ Bagaimana cara engkau berfikir?” Jawab Abu Hurairah: “ Aku memikirkan tentang tujuh lapis langit dan bumi (mendatangkan rasa keagungan kepada Allah dalam diri)”.

Maka jawab baginda: “ Benar, engkau mendapat berfikir sesaat lebih baik daripada beribadat setahun.” Sabdanya lagi, “ Telah turun al-Quran kepadaku, rugilah bagi mereka yang membaca al-Quran tapi tidak memikirkannya.” Lalu baginda bertanya pula kepadan Ibnu Abbas tentng apa yang difikirkannya. Jawab Ibnu Abbas:
“ Aku memikirkan tentang kematian dan huru-haranya saat itu.” Lalu baginda menjawab: “Benar, berfikir begitu maka engkau mendapat kelebihan sesaat berfikir maka terlebih baik daripada beribadat 70 tahun.” Berdasarkan sirah dan hadis-hadis di atas dapatlah di simpulkan bahawa memikirkan sesat adalah mempunyai dua kebaikan iaitu :

Pertama : Memikirkan penciptaan tujuh lapis langit dan bumi oleh Allah SWT akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama setahun. Kedua : Memikirkan tentang kematain dan seksa kubur dan kehidupan di alam barzakh akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama 70 tahun. Uraiannya : Pertama : Memikirkan sesaat penciptaan tujuh lapis langit dan bumi oleh Allah SWT akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama setahun. Firman Allah SWT maksudnya :

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari seksa neraka'.'' (Ali 'Imran: 190-191).

Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada isterinya, Aisyah, untuk solat malam. Dalam solatnya, baginda menangis. Air matanya mengalir deras. Baginda terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Baginda masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ''Mengapa tuan menangis?'' tanya Bilal. ''Buankah Allah telah mengampuni dosa-dosa tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?'' Nabi SAW menjawab, "Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini,

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.'' (Ali 'Imran: 190-191).

Selanjutnya Rasullullah bersabda : "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya" Alam semesta, merunjuk pada dua ayat di atas, ia adalah ayat, yaitu tanda kekuasaan Allah SWT. Sebagai ayat, alam semesta ini harus dibaca dan dipelajari hingga menimbulkan iman dan kekaguman (khasy-yah) yang makin besar kepada al-Khaliq. Nabi pernah memberikan arahan agar manusia tidak memikirkan Zat Allah, tetapi cukup merenungkan alam ciptaan-Nya. Kata baginda, ''Fikirkanlah ciptaan Allah, dan jangan memikirkan Zat Allah.'' Jadi, ayat-ayat Allah itu ada dua maksud.

Pertama, ayat-ayat berupa Kitab Suci (qauliyah). Kedua, ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah).

Menurut ahli falsafah muslim, Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama. Dikatakan demikian, kerana sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan al-Quran, Allah telah menciptakan alam semesta ini. Kerana alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat. Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Kerana itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam istilah al-Quran dinamakan takdir dan sunatullah.

Kedua : Memikirkan tentang kematian dan seksa kubur dan kehidupan di alam barzakh akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama 70 tahun. Siapa pun tidak dapat menduga kapan saat kematian mereka tiba. Karena itu ramai yang masih lalai dan tidak punya bekal 'menanti' saat kematian mereka. Allah berfirman yang bermaksud:

 "Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali." (Surah al-Anbiyak ayat 35)

Memikirkan kematian adalah satu cara untuk membersihkan hati yang berkarat yang cinta kepada dunia. Daripada Ibnu Umar r.a berkat, Rasulullah SAW bersabda maksudnya :

"Sesungguhnya hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Katanya dengan banyak mengingati mati dan membaca Al-Quran.” (Hadis Riwayat Baihaqi) Saidina Uthman bin Affan pernah mengiringi jenazah ke kubur.

Tiba-tiba apabila sampai ke kubur, dia pingsan dan diusung balik ke rumah pula. Lalu, sahabatnya bertanya apakah yang menyebabkan beliau pingsan. Jawab Uthman, aku teringat yang Rasulullah SAW pernah bersabda “Sesungguhnya kubur itu adalah penginapan yang pertama antara penginapan akhirat, sekiranya seseorang itu terlepas dari siksaannya maka apa yang akan datang kemudiannya adalah lebih mudah lagi. Seandainya seseorang itu tidak terlepas daripada siksaannya, maka yang akan mendatang adalah lebih sukar lagi”. Terdapat lagi satu hadis riwayat Tirmizi yang berbunyi, Rasulullah ada bersabda maksudnya :
"Kubur itu sama dengan satu taman daripada taman-taman syurga atau satu lubang daripada lubang-lubang neraka. (Hadis Riwayat Tirmizi).”

MUKJIZAT PADA TUMBUHAN: BERDZIKIR

nuurislami.b;ogspot.com Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah ) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengng tidak tahu harus berkomentar apa. Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India.

Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu!” Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu. Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (٤٤) “…

"Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra`: 44)

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafazh jalalah (nama Allah) sebagaimana tampak dalam layar. Syahdan, nama Allah itu tidak akan pernah dapat dihilangkan, sebab nama Allah itu akan menjadikan Zikir bagi para Malaikat, Zikir para burung, Zikir para binatang melata, Zikir tumbuh-tumbuhan dan Zikir dari Nasar yang 4 (tanah, air, angin dan api) serta zikir segala makhluk yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, juga zikir makhluk yang berdiam diantara langit dan bumi. (buka…..Al-Qur’an, Surah At-thalaq, ayat 1).

Adapun zikir para makhluk Allah yang kami sebutkan tadi tidaklah sama logatnya, dan tidak sama pula bunyi dan bacaannya. Tidak sedikit para akhli Sufi dan para wali-wali Allah yang telah mendengar akan bunyi zikir para makhluk itu, sungguh sangat beraneka ragam bunyinya. Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula di mana ilmuwan muslim tersebut berbicara. Subhanallah, Maha suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah.

Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang di bawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1.400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah al-Qur`an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam al-Qur`an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya!” Seorang profesor ini telah mengumumkan Islamnya di hadapan para hadirin yang sedang terperangah. Allahu akbar! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah Islam! (DZ/Faiz-senyum muslim) Read more: http://nuurislami.blogspot.com/2014/11/mukjizat-allah-yang-mencengangkan-para.html#ixzz3KtydO3gb

MAKANAN SUMBER PENYAKIT BARU YANG TIDAK ADA OBATNYA

nuurislami.blogspot.com Jangan terlalu banyak melahap makanan, atau bahkan dengan sengaja mendorong semua jenis makanan ke dalam perut hanya karena alas an sedang stress, sedang tidak mood, sedang ada masalah, sedang senang dan sebagainya. Tahukah anda bahwa kebanyakan orang sekarang ini sangat senang memanjakan diri dengan cara memberikan penghargaan berlebihan kepada tubuhnya dengan berbagai jenis makanan hanya karena alas an tertentu. Dan memang pada kenyataannya saat ini kita memang sangat mudah menemukan berbagai jenis makanan asalkan kita bias membayar. Jenis makanan mulai dari yang paling murah hingga paling mahal pun banyak tersedia dengan berbagai bentuk dan rupa. Saat ini bukanlah hal yang sulit untuk menemukan jenis makanan tertentu sehingga sama sekali tidak ada hambatan berarti jika seseorang menginginkan sesuatu.

Dan itulah juga sebabnya, berbagai kemudahan itu membuat orang menjadi tidak terkendali dalam hal konsumsi sehingga timbullah banyak penyakit yang bersarang dalam tubuh akibat ketidakmampuan mereka mengendalikan diri dari hawa nafsu terhadap makanan tertentu yang pada akhirnya sudah terlanjur menumpuk dalam darah dan berkembang menjadi bibit penyakit. Beberapa jenis penyakit yang timbul akibat kehilangan kendali atas pola makan adalah obesitas, dimulai dari obesitas ini maka akan berkembang lagi menjadi penyakit lain. Karena kegemukan adalah pintu gerbang masuknya penyakit-penyakit degenerative lain yang lebih berat.

Makanan diciptakan memang untuk memenuhi dasar kebutuhan gizi manusia. Tatapi tahukah anda bahwa tidak semua jenis makanan sesuai dengan system pencernaan kita dan tidak semua jenis makanan dibutuhkan oleh tubuh kita dalam jumlah berlelebih, selama masih dalam jumlah yang cukup maka tubuh masih bias menghasilkan energy untuk menunjang kehidupan. Tetapi ketika jumlah makanan yang dikonsumsi sudah melewati batas, maka ia akan menghasilkan timbunan kotoran yang menyumbat berbagai system pencernaan dan sumbatan ini bersifat permanen yang sulit dibersihkan hingga pada akhirnya akan menimbulkan berbagai jenis penyakit. Salahnya kebanyakan jenis makanan sekarang ini sangat minim serat apalagi hal-hal yang mengandung vitamin dan mineral. kebanyakan justru bahan makanan itu banyak mengandung zat kimia, zat polutif dan bahan sitesis yang sangat dilarang penggunaannya, dan itulah yang mengakibatkan timbulnya berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Saat ini ada banyak jenis makanan yang menggugah selera untuk mencicipi demi memuaskan rasa penasaran. Tidak hanya sampai situ, seseorang juga bahkan menggilai suatu jenis makanan tertentu sehingga ia pun menjadi tidak bias menjaga sikap pola hidup sehat. Ketika berbagai penyakit mulai menggerogoti kehidupannya, barulah ini menyadari kesalahannya dan sayangnya semua itu sudah terlambat. Salah satu cara yang dianjurkan nabi untuk dilakukan dalam rangka mengekang hawa nafsu adalah dengan cara berpuasa. Puasa bukan hanya berarti menghentikan kegiatan makan dan minum tetapi juga mempuasakan diri keinginan nafsu manusia yang berlebihan sebagai upaya menjaga kesehatan. Karena memang pada dasarya kita harus mengetahui dengan pasti kapan kita membutuhkan makanan tertentu dan kapan kita harus menghindarinya. Kita harus bisa mengatakan tidak pada suatu jenis makanan yang mana menurut kita sedang tidak diperlukan.

Lalu pola makan seperti apakah yang sebaiknya kita terapkan untuk mendapatkan hasil tubuh tidak menerima terlalu banyak dan terlalu sedikit dalam mengkonsumsi, sesuai porsinya dan tidak menimbulkan efek apapun dikemudian hari. Pola makan yang sehat adalah kita mengerti pola hidup kita sendiri, mengetahui pola makan dan gaya hidup sehat yang kita inginkan. Bukan pola hidup yang ditetapkan orang lain. Intinya kita harus mengerti kebutuhan kita sendiri. Kedua jangan selalu menuruti semua keinginan makan, kendalikan dan awasi berbagai hasrat sesaat yang datang tiba-tiba dan kadang itu sangat tidak baik bagi kesehatan. Anda adalah sang pengambil keputusan, jangan mau dikendalikan oleh nafsu, tetapi anda yang mengendalikan nafsu anda.

Pada dasarnya pencernaan kita memiliki kemampuan yang terbatas, ya artinya segala sesuatu yang harus melalui proses mencerna harus sesuai dengan kapasitasnya, tidak berlebihan dan tidak terlalu kekurangan. System pencernaan memang bisa memfilter berbagai bahan tidak berguna bagi tubuh, namun terbatas pada level tertentu saja dan sisanya akan disimpang dalam tubuh dan tidak dikeluarkan. Sisa timbunan yang menumpuk dan tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh ini yang menjadi bibit penyakit baru, misalnya lemak jenuh yang tertumpuk dalam jumlah besar itu akan mengakibatkan tumbuhnya penyakit kolesterol, jantung, kangker dan sebagainya. Jika memang memungkinkan maka segeralah banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung anti oksidan seperti buah-buahan segar dan sayur agar tubuh dapat segera menetralisir racun dan tidak tumbuh penyakit dikemudian hari.

Berikut ini beberapa Jenis makanan yang sebaiknya dihindari dan dikendalikan dalam rangka menjaga pola hidup sehat;

1. Makanan terlalu asam, makanan jenis ini bias mengganggu system percernaan terutama enzim-enzim yang bertugas mengolah makanan menjadi harus bekerja keras meneralkan asam yang ada pada lambung, jika belangsung secara terus menerus bias mengakibatkan penyakit magh kronis.

2. Makanan terlalu pedas, makanan ini akan mengakibatkan pencernaan menjadi mudah luka akibat sifat panas yang dibawa si pedas sehingga perut mudah menghasilkan gas dan perut menjadi kembung, disamping juga bisa menimbulkan penyakit hepatitis

3. Makanan yang terlalu manis, jenis makanan ini banyak mengandung gula bisa menimbulkan penyakit diabetes atau kencing manis

4. Makanan yang terlalu asin, jenis makanan ini bisa menimbulkan penyakit darah tinggi, misalnya ikan asin.

5. Makanan yang terlalu panas atau telalu dingin, bisa menimbulkan gangguang gusi dan gigi keropos.

6. Makanan yang banyak menyandung minyak/lemak jenuh, makanan beminyak umumnya termasuk yang sulit dicerna karena sifat minyak yang tidak larut dalam air, sehingga mengakibatkan semakin menumpuknya gumpalan lemak jenuh dalam darah ini bias mengakibatkan terjadinya sumbatan dalam aliran darah.

7. Makanan yang dibakar/panggang, ada semacam jat karbon hasil pembakaran yang bisa mengakibatkan timbunya kangker jika menumpuk terlalu lama dalam darah

8. Makanan dalam kaleng, walaupun buah dan sayuran bias dikemas ke dalam kaleng yang kedap udara, namun tetap saja nilai gizinya tidak sama dengan yang tidak dikemas rapat seperti ini, jenis makanan ini minim nilai gizinya karena sudah terlalu lama mengendap bersama zat pengawet dan pewarna tambahan selama proses pendistribusian dan penyimpanan, jadi sebaiknya tidak banyak mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini

9. Makanan olahan, seperti nugget, sosis, burger dan lain-lain, merupakan jenis makanan yang diproduksi dalam jumlah banyak dan biasanya menggunakan bahan pengawet dalam jumlah cukup banyak untuk mempertahankan kualitas makanan untuk jangka waktu tertentu, Hal ini diawali oleh McDonalds dimana gugatan diajukan terhadap mereka pada tahun 2003 karena bahan yang terkandung adalah 50 % di dalamnya bukan merupakan daging asli tetapi komposisi bahan sintetis, agen leavening, gula, jagung dan turunannya. Hal ini disebut sebagai salah satu makanan buatan karena itu adalah jenis sintetis daging yang juga memperlakukan besar untuk lingkungan

10. Makanan cepat saji, makanan jenis ini ada banyaknya dan tidak hanya terbatas pada produk buatan luar negeri, makanan jenis ini biasanya menggunakan bumbu berbahan dasar sintesis karena untuk mencapai cita rasa instan yang bias langsung dinikmati pembeli dalam waktu yang secepat-cepatnya, konsep kecepatan sangat diutamakan sehingga umumnya jenis makanan ini digemari karena

11. Makanan mengandung babi, sudah jelas ini dilarang dalam agama, namun bagaimana jika si penyedia jasa tidak memberikan informasi yang benar mengenai ingredient yang ada dalam makanannnya.

12. Makanan yang mengandung kacang kedelai, hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan baku kacang kedelai yang tidak diolah dengan proses fermentasi seperti tempe sangat tidak baik untuk kesehatan, bisa mempengaruhi produksi hormone estrogen berlebih.

13. Makanan mengandung pestisida, berbagai jenis sayur-sayuran yang dihasilkan petani sayuran ternyata banyak menggunakan bahan pestisida untuk menghasilkan sayur segar dan tidak diserang hama. Kandungan pestisda belebihan sangat berbahaya bagi tubuh dalam

14. Minuman bersoda, Gula Pops adalah salah satu bahan utama yang ditemukan di sebagian besar minuman soda. Konsumsi minuman soda kaleng terus menerus dan teratur itu mungkin akan menimbulkan penyakit jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung lainnya. Sebuah kaleng soda sebenarnya terdiri dari 10 sendok teh gula yang menyebabkan reaksi insulin dalam tubuh, yang dapat menyebabkan masalah kelebihan berat badan yang akan mengembangkan diabetes. Ini memiliki asam fosfat yang membatasi penyerapan kalsium, yang mungkin menyebabkan osteoporosis. Asam-asam yang sama memperlambat proses pencernaan karena asam lambung berinteraksi dengannya. Bahan berbahaya lain dari soda kalengan adalah aspartam, yang pada waktu, mungkin akan menimbulkan tumor otak, gangguan emosi, multiple sclerosis, dan sindrom metabolik. Ini adalah alasan mengapa perut seseorang adalah lemak, yang juga terjadi pada orang-orang yang peminum berat.

Dan yang lebih parahnya adalah bahwa sebagian besar anak-anak yang sudah beranjak remaja atau dewasa itu tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang penakut, lemah dalam berpikir, mudah menyerah, dan bahkan menunjukkan perilaku penyimpangan genetika yaitu yang laki-laki jadi berperilaku seperti perempuan dan yang perempuan berperilaku sangat feminin. Anak-anak adalah korban nyata pola konsumsi yang salah dan masa depan mereka adalah taruhannya.

Disamping dampak negative yang dihasilkan jenis makanan tertentu hanya membuat sebagian orang makin tidak bisa mengendalikan nafsu. Manusia juga menjadi semakin sensitive, radikal dan sadis, manusia menjadi semakin kejam dan tidak lagi mau menggunakan akal pikiran dan hatinya dalam menghadapi persoalan. Sifat makanan saat ini bukan sekedar berguna untuk menahan lapar, tetapi juga mengandung misi terselubung yang bertujuan untuk merusak suatu generasi. Perusakan generasi itu dimulai dari keluarga, sebuah inti yang paling kecil dalam kehidupan masyarakat. Dan kita saat ini kita melihat dan merasakan sendiri apa yang sedang terjadi tetapi kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa terkait hal tersebut. Bukan hanya makanan yang sudah terkontaminasi, bahkan udara yang kita hirup dan air yang kita minum pun sudah banyak mengandung zat-zat berbahaya yang pada akhirnya bisa merusak system metabolism tubuh. Generasi yang ada saat ini akan mengalami banyak perubahan degenerative akibat sifat konsumsi yang mereka terapkan. Perusakan sifat generative ini sudah berlangsung sangat lama, dan itu tidak bisa dicegah, hanya bisa dihindari terkait kebiasaan buruk kita tidak mau memilah jenis makanan yang baik untuk kesehatan. Masih ada beberapa cara menghindari dampak buruk makanan, yaitu dengan cara bepuasa rutin senin dan kamis. Memang tidak bisa menghilangkan dampak secara keseluruhan, tetapi setidaknya bisa mengurangi dampak langsung seperti berkembangnya zat-zat berbahaya itu berkembang menjadi bibit penyakit. Tetapi terkait semua hal tersebut, janganlah kita berpaling dari kasih sayang-Nya.

Tahukah anda bahwa nabi pun sudah menganjurkan umatnya untuk mengawasi pola makan kita, mendekati dan menjelang akhir jaman seperti sekarang ini. Bahwa ada baiknya manusia mulai memperhatikan makanan yang mereka konsumsi. Anjuran ini dibuat sejak ribuan tahun yang lalu untuk segenap umat muslim di muka bumi ini. Bahwa Nabi telah memberi tahu kita yang masih hidup di masa menjelang datangnya puncak fitnah, bahwa jenis makanan orang beriman yang baik adalah yang semisal dengan makanan para malaikat. Makanan para malaikat adalah membaca tasbih dan mensucikan, dan itulah sebaik-baiknya makanan bagi kaum muslimin, tasbih dan tasdiq (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir). Betapa pentingnya kedudukan dan peranan dzikrullah dimasa fitnah menjelang hadirnya ad-Dajjal. Sedemikian pentingnya mengingat Allah sehingga jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka ia dapat menggantikan fungsi makanan, khususnya protein, yang pada masa itu sudah menjadi barang langka atau jika bias dikatakan musnah sebagai akibat dampak perubahan iklim dan atau akibat kesengajaan sebagian pemilik modal untuk melakukan rekayasa bio-teknologi.Banyak-banyaklah berpuasa, agar terhindar dari penyakit mematikan dan menjadi lebih sehat. Karena memang sudah menjadi sebuah fakta bahwa ketika seseorang terlalu banyak mengisi perutnya dengan makanan maka yang terjadi adalah otaknya akan bekerja lebih lambat dan biasanya mereka menjadi lebih malas dan tidak punya semangat. Namun ketika seseorang berada dalam keadaan lapar, maka system kerja otaknya menunjukkan peningkatan, karena sedikitnya jumlah gula dalam darah sehingga otak lebih mudah menyerap oksigen dan bisa berpikir lebih cepat dan taktis.

Tahukah anda mengapa dua kegiatan tasbih dan dzikir ini bisa menggantikan fungsi makanan sebenarnya di akhir jaman? Bahwa tasbih dan dzikir adalah asupan gizi yang dapat menghidupkan hati, manusia membutuhkan asupan gizi untuk hatinya agar hatinya bisa diterangi dengan cahaya hidayah ilahi.

Di era globalisasi ini, kita tidak boleh lengah untuk memberikan ‘asupan gizi’ yang berkualitas untuk kesehatan hati kita. Dan, untuk bagaimana menyehatkan hati manusia, Allah telah memberikan petunjuk yang luar biasa, agar kita tidak hidup menjadi manusia yang tersesat dari petunjuknya karena sudah masuk dalam perangkap iblis yang sudah menghidupkan sifat-sifat tercela seperti; pendengki, pemaki, riya, ujub, keras hati dan irasional (dholim). Sifat-sifat negatif itu tidak lain adalah seruan syetan agar manusia terjerembab dalam kesesatan dan kemurkaan Allah. Oleh karena itu, kita mesti waspada. Sebab syetan sangat canggih, ia bisa menipu kita dengan cara yang sangat lembut, tersamar dan terselubung. Keberadaan setan-setan itulah yang sebenarnya menjadikan manusia terhijab dari cahaya Allah, sehingga hati menjadi mati.

Menurut Imam Ghazali dalam bukunya “Ajaibul Qalbi al-Awwal min Rubu’ al-Mukhlikat” hati memiliki dua pengertian.

Pertama, segumpal daging yang berbentuk bulat panjang yang terletak di dada sebelah kiri, yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam. Ini adalah sumber ruh atau nyawa.

Kedua, yaitu sesuatu yang halus (lathifah), bersifat ketuhanan (rabbaniyyah) dan ruhaniyah, yang berkaitan dengan hati secara fisik tadi Lathifah (yang halus) itu adalah hakikat diri manusia.Ia mampu menangkap pengetahuan tentang Allah dan hal-hal spiritual lainnya, yang tidak mungkin dicapai dengan akal pikiran semata. Hati merupakan satu-satunya perangkat yang jika ia hidup pasti akan menjadikan indera fisik lainnya, benar dalam melihat makna realitas dan kebenaran, sehingga akan muncul sifat sholeh, santun, ramah, pemaaf, dan suka membantu orang lain.

Menghidupkan Hati 

Tidak akan hidup hati seorang Muslim, kecuali dipelihara dengan baik oleh sang pemilik. Cara memelihara hati agar terus hidup hingga kita menghadap keharibaan-Nya tiada lain dengan senantiasa menggunakan akal untuk berfikir dan hati untuk berdzikir. Perpaduan dari kedua amalan tersebut akan menjadikan seorang Muslim menjadi insan ulul albab. Yaitu insan yang apabila melihat, mendengar, atau merasa dia berfikir. Pada saat bersamaan, saat ia berdiri, duduk, berbaring, dia terus berdzikir. Inilah manusia yang memahami hakikat kehidupan, sehingga tidak ada fokus utama baginya melainkan berlindung kepada Allah dari panasnya api neraka, karena kelalaian dan kesombongan (QS. 3 : 190, 191). Orang demikian adalah orang yang hidup hatinya.

 Hanya ulul albab yang akan bisa melihat dan meyakini sepenuh hati tentang kebesaran Allah. Dan, karena itu ia akan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Jadi, hatinya dikuasai dan dikenalikan oleh ilmu (hidayah), bukan ambisi atau pretensi, sehingga kelak ia akan meraih kesempunaan nikmat di dalam surga-Nya.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. 79 : 40, 41).

 Jadi, untuk menghidupkan hati, setiap Muslim harus membangun tradisi dzikir dan fikir yang berkualitas. Yaitu berdzikir dan berfikir yang setiap saat menjadikan kita semakin siap menjadi Muslim kaffah, semakin bergairah dalam menegakkan kebenaran, semakin percaya diri menjadi seorang Muslim, semakin antusias mempersiapkan kematian, dan semakin rindu bertemu dengan Allah.

 “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13 : 28).

Tanpa dzikir dan fikir yang berkualitas, seorang Muslim rawan dalam badai gelombang kehidupan, sehingga goyah keimanan dan keislamannya. Jika hal itu benar-benar terjadi, khawatir hatinya akan mengeras seperti batu dan mendapat kemurkaan Allah. Imam Ghazali masih dalam kitab yang sama menjelaskan bahwa suatu ketika ada seseorang bertanya kepada Nabi, tentang makna firman Allah dalma surat Al-Zumar ayat 22.

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 39 : 22).

Orang itu bertanya, apa yang dimaksud dengan dibukakan hati itu? Nabi pun bersabda, “Yaitu kelapangan. Sesungguhnya jika cahaya telah dipancarkan ke dalam hati, maka dada menjadi lapang dan terbuka dari menerima rahmat-Nya”.

Jadi, mari kita pelihara hati kita agar tetap hidup dalam naungan cahaya Ilahi. Sungguh, keimanan yang ada sekarang pada kita semua adalah nikmat tiada tara. Maka, janganlah disia-siakan.Perbanyaklah berpikir, bahwa dengan iman dalam hati, sebenarnya Allah telah janjikan surga kepada kita.Tetapi jika tidak, kita bisa salah dan tersesat.

 “Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. 10 : 100).

Betapa bodohnya kita jika sudah diberi nikmat iman kemudian kita tidak syukuri dengan membiasakan dzikir dan fikir. Sementara, Allah telah memberikan peluang sangat besar bagi kita untuk meraih kebahagiaan.“Apakah kamu tidak berpikir,” demikian sindir Allah di beberapa penghujung ayat-ayat suci Al-Qur’an.